Alasan Rumah Murah Sulit Ada di Jakarta

akurat logo
Prabawati Sriningrum
Senin, 25 Desember 2017 15:49 WIB
Share
 
Alasan Rumah Murah Sulit Ada di Jakarta
Suasana perkotaan di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/11). Kota Bekasi mengalami kenaikan yang stabil dalam sektor rumah tapak. Di kuartal ketiga mencapai Rp6,58 juta per meter persegi dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di kisaran Rp6,46 juta per meter persegi. Kenaikan tersebut sedikit terhambat oleh faktor pembangunan infrastruktur atau bertambahnya jumlah proyek apartemen.. AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Kebutuhan masyarakat kan hunian murah namun tetap layak huni semakin meningkat. Pembangunan hunian yang cukup murah itu pun, digadang-gadang semakin digenjot oleh pemerintah melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Akan tetapi, hunian yang masuk kategori murah tersebut kebanyakan berada di kawasan pinggiran kota Jakarta. Mengingat harga tanah di Provinsi DKI Jakarta yang semakin melambung setiap tahunnya, diakui pengembang kemungkinan sulit membuat rumah di kawasan pusat perkotaan seperti Jakarta.

"Sepertinya sudah sulit ya, karena sekarang harga tanah di Jakarta aja sudah berapa. Paling kalau toh bisa dipinggiran Jakarta, seperti Tangerang, Ciputat, dan lainnya," tutur Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Endang Kawijaya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sementara itu, sejauh ini pengembang masih cukup memiliki tantangan dalam membuat hunian murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain masalah perizinan yang kerap menjadi sengketa dengan pihak pemerintah daerah setempat.

"Kedua kebijakan pemerintah sekarang sistem pembiayaan sudah sangat matang. Dari tahun 2010 berevolusi, kalau mau diubah lantaran mendapat hasil BPKP ini sangat berbahaya buat pencapaian ke depan," kata dia.

Selain itu, ketersediaan lahan tanah yang dikhawatirkan semakin lama semakin menipis juga harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Apalagi sejauh ini rumah bersubsidi yang digaungkan oleh pemerintah belum mencapai target hingga sejuta rumah. Adapun baru mencapai sekitar 658 ribu hunian tentu menjadi masalah tersendiri bagi perkembangan penyediaan hunian bagi masyarakat.

"Suplai tanah dari mana, itu harus land bank baik swasta maupun pemerintah. Kalau sudah niat harusnya bisa, apalagi agraria sama tata ruang jadi 1 di kementerian PUPR. Dari perkebunan ATR kita beli lah 300 hektar, itu BTN saya sudah bicara, mau mendukung hal-hal seperti itu kita beli," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Jasa Marga Sediakan Program Magang Bersertifikat Bagi Semua Mahasiswanya

Senin, 21 Mei 2018 18:24 WIB

Jasa Marga sebagai bagian dari FHCI, turut menyukseskan salah satu program unggulan FHCI yakni Program Magang Mahasiswa Bersertifikat.


Habiburokhman Beretorika Soal 20 Tahun Reformasi, Malah Dibully

Senin, 21 Mei 2018 18:20 WIB

Cuitan Habiburokhman bukannya diapresiasi followersnya, sebagian besar malah mencelanya.


Jimly Asshiddiqie: Indonesia Sudah 20 Tahun, Malaysia Baru Rasakan Reformasi Sekarang

Senin, 21 Mei 2018 18:13 WIB

Apa yang terjadi 20 tahun di Indonesia, hari ini terjadi di negara tentangga Malaysia yang saat ini gencar mendorong reformasi



Diduga Cemarkan Nama Baiknya, Paslon Josua Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 21 Mei 2018 18:10 WIB

Melaporkan kasus ini bukan karena dendam, ini adik-adik saya. Hanya dia sudah menuding saya yang tidak-tidak, tuk pembuktiannya dengan Hukum


Mau Umrah, Wartawan Tanyakan Rencana Ketemu Rizieq, Begini Jawaban Sandiaga

Senin, 21 Mei 2018 18:02 WIB

"Umrah itu ibadah. Tapi saya ingin gunakan kesempatan umrah dengan istri."


Masih Ragu Memberi Daging pada si Kecil?

Senin, 21 Mei 2018 17:54 WIB

Ingat, daging lebih hebat ketimbang sayur dan buah loh!


Deretan Artis Muda Inspiratif yang Berhasil Raih Gelar Master

Senin, 21 Mei 2018 17:51 WIB

Tak hanya sampai pada jenjang sarjana, beberapa artis berikut ini bahkan telah berhasil meraih gelar master.


Kelanjutan Holding BUMN Migas, PGN dan Pertagas Integrasikan Bisnis

Senin, 21 Mei 2018 17:51 WIB

Pertamina dan PGN tengah melakukan finalisasi mekanisme integrasi yang paling baik bagi kedua perusahaan.


Politikus PSI Mempetisi Kabareskrim: Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni

Senin, 21 Mei 2018 17:50 WIB

Tokoh politik muda Raja Juli Antoni terancam dipenjara.


Dijadikan Tersangka Dugaan Korupsi, Kadis PU Papua Siap Diproses Hukum

Senin, 21 Mei 2018 17:45 WIB

Kadis PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya, jadi tersangka korupsi pembangunan Terminal Nabire tahun 2016 yang merugikan negara sebesar Rp 1,7 M


Menteri LHK dan KPK Bahas Konflik Lahan di Trenggalek dan Teluk Jambe

Senin, 21 Mei 2018 17:38 WIB

Sengekta tanah ini memang belakangan sempat mencuat hingga ke depan istana



DPR Minta Pemerintah Transparan Terkait Impor Beras

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Bam Soesatyo sayangkan perbedaan data ketersediaan pangan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan


Lulus dari Indonesian Idol, Bianca Jodie dan Marion Jola Kompak Tolak Tawaran Main Film

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Keduanya kompak ingin fokus berkarier di dunia musik.