Menko Luhut: Indonesia siap Manfaatkan Teknologi yang Dimiliki Korea Selatan

akurat logo
Aji Nurmansyah
Kamis, 21 Desember 2017 16:23 WIB
Share
 
 Menko Luhut: Indonesia siap Manfaatkan Teknologi yang Dimiliki Korea Selatan
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut. AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia siap memanfaatkan teknologi yang dimiliki Korea Selatan.

"Anda memiliki teknologi yang bisa kami manfaatkan, kami punya bahan bakunya. Seperti baterai lithium," demikian diucapkan Menko Luhut saat berkunjung ke kantor Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul pada hari Selasa (19/12) lalu.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan isu-isu kemaritiman dan strategi di antara kedua negara.

Menurut Luhut, bisnis ini adalah area kerja sama yang sangat cocok untuk kedua negara mengingat besarnya pasar yang ada di Indonesia dan bahan bakunya juga sudah tersedia di Indonesia.

Menko Luhut dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang bersih, bersih dari sampah plastik di laut, juga memiliki sungai yang bersih.

"Kami kini sudah memulai dengan program bersih-bersih sampah dan mengolahnya menjadi tenaga listrik di delapan kota besar, Presiden menginginkan kota-kota lain juga bisa melakukan ini," jelasnya.

Untuk hal ini, Menko Luhut mengajak Korea Selatan untuk menggali bersama teknologi apa saja yang bisa diciptakan untuk mengolah sampah ini.

Pada pertemuan ini PM Lee menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Presiden Joko Widodo.

“Sampaikan terimakasih dan penghargaan saya kepada Presiden Joko Widodo yang telah mempercayakan pembuatan alutsista kapal selam kepada Korea Selatan. Kami pastikan bahwa transfer teknologi akan dilakukan," ujar PM Lee.

Dua kapal selam dibuat di pabrik Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)  sedangkan satu kapal dibuat oleh PT PAL. Rencananya pembuatan  9 dari 12 kapal selam yang dibutuhkan, akan dilakukan di dalam negeri sebagai bagian dari transfer teknologi. Menko Luhut mengatakan mungkin pemerintah di masa datang membutuhkan kapal selam mini.

Kepada PM Lee, Menko Luhut mengajak Korea Selatan untuk melakukan kerja sama investasi di bidang akuakultur, pariwisata dan pengawasan garis pantai terutama di wilayah perairan Natuna.

"Sebenarnya sebelum saya menjabat sebagai Perdana Menteri, saat saya menjadi gubernur di wilayah selatan Korea Selatan, saya pernah berniat untuk menanamkan modal di wilayah Natuna, tetapi belum terealisasi. Saat inilah waktu yang tepat berinvestasi di sana," ujarnya. Menko Luhut menegaskan walaupun Indonesia tidak mengakui adanya ‘sembilan garis terputus’ (nine dash line) tetapi Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan Cina.

Dalam hubungannya dengan pariwisata, Menko Luhut mengabarkan situasi terbaru pulau Bali bahwa pulau tersebut tetap aman untuk dikunjungi karena letusan gunung Agung sudah bisa dikatakan mereda dan kalaupun terjadi letusan lagi, tidak akan terlalu mengganggu industri wisata karena radiusnya mungkin tidak lebih dari 10 kilometer.

Pada kesempatan itu, PM Lee menyampaikan kedua negara sama-sama memiliki kepala negara yang bersahaja dan dicintai rakyatnya.

"Presiden Moon Jae-in berasal dari keluarga sederhana yang tidak memiliki tradisi politik, sama dengan Presiden Jokowi dan mereka sama-sama memiliki semangat reformasi untuk negaranya. Karena itulah mereka dicintai rakyatnya. Presiden Jokowi sangat populer di sini," ungkapnya.

Menko Luhut menceritakan bahwa saat ia masih berkarir di militer dan berpangkat Mayor, ia pernah berkunjung ke Korea Selatan yang saat itu dipimpin Presiden Park Jung hee, saat itu ia mulai menyadari Korea Selatan mempunyai peran penting di wilayah Asia.

Sebelumnya Menko Luhut melakukan pembicaraan makan siang bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Korea Selatan Kim Young-Choon, ia mengajak Menteri Kim untuk berinvestasi lebih banyak di bidang kemaritiman.

Dalam pertemuan itu, Menko Luhut mengatakan saat ini pemerintah fokus pada pembersihan laut dari sampah plastik.

"Kami juga mengharapkan hadirnya teknologi dari Korea Selatan dalam proyek ini, termasuk yang sedang kami kerjakan saat ini yaitu pembersihan sungai Citarum yang dikenal sebagai sungai paling kotor di dunia. Sebelumnya tidak ada yang menyentuh hal ini," kata Menko Luhut.

Menko Luhut menyatakan ia berharap lebih banyak lagi teknologi dari Korea Selatan yang bisa dimanfaatkan di bidang kelautan.  "Saya akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat kemungkinan kerja sama yang bisa dilakukan," ujar Menteri Kim. Menko Luhut menawarkan banyak area yang tersedia untuk berinvestasi seperti pengembangan wisata air dan pengembangan energi pasang surut di wilayah timur Indonesia.

Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Seoul, Menko Luhut juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertanahan, Infrastuktur dan Transportasi Korea Selatan Ms. Kim Hyunmee.

Menteri Kim mengatakan negaranya saat ini mengalokasikan lebih banyak lagi dana untuk investasi infrastruktur di luar negeri. "Kedua kepala negara RI dan Korea Selatan telah menyetujui untuk mendorong kerja sama investasi. Kami memberi dukungan seluas-luasnya kepada perusahaan-perusahaan yang menanamkan modalnya di Indonesia dan kami harap Indonesia juga melakukan hal yang sama." ujar Menteri Kim.

Menteri Luhut mengatakan investasi luar negeri dibutuhkan karena dana APBN tidak mungkin cukup untuk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia.

Menteri Kim mengatakan seiring dengan tren yang mendunia saat ini, pemerintahnya sekarang sedang sangat aktif berinvestasi di bidang infrastruktur.

"Kami mengalokasikan dana untuk pembiayaan infrastruktur negara-negara berkembang, tahun ini nilainya kami naikkan 500 miliar dolar Amerika dari jumlah tersebut, 100 miliar dollar kami alokasikan untuk negara-negara ASEAN," ujarnya.

Menko Luhut menyambut baik dan berharap sudah ada yang bisa terealisasi sebelum kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara tersebut.

Menteri Kim mengatakan Korea Selatan telah berkomitmen untuk turut serta dalam pembiayaan LRT tahap dua dan tiga tetapi yang masih diharapkannya adalah kepastian investasi.

"Korea Selatan sangat tertarik mengikuti tender bakal pelanting untuk LRT, produk kami ini sudah terkenal secara global,"  ujar Menteri Kim.
   
Menko Luhut menyambut baik dan menjanjikan untuk memberitahukan jika tender sudah dibuka. Pada kesempatan itu Menteri Kim juga menjelaskan bahwa negaranya telah sukses melakukan pembangunan kereta api cepat yang diadaptasi dari teknologi Perancis.

Sore harinya, Menko Luhut menerima tim dari LG Chem yang memberikan presentasi tentang indusri baterai nya dan tim dari Hyundai yang mempresentasikan kendaraan hemat energi mereka. []



Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

TeenSafe, Aplikasi Pemantau Ponsel Berpotensi Langgar Privasi

Senin, 21 Mei 2018 17:35 WIB

Peneliti keamanan yang berbasis di Inggris, Robert Wiggins, menemukan pelanggaran data.


Ormas RKIH Targetkan Restoran dan Dispenda Terkoneksi Sistem IT

Senin, 21 Mei 2018 17:26 WIB

RKIH sangat mendukung pengembangan ekonomi berbasis IT.


Southgate: Kemenangan Liverpool di Liga Champions Positif untuk Inggris di Piala Dunia

Senin, 21 Mei 2018 17:23 WIB

"Pemain seperti Jordan Henderson, Alex Oxlade-Chamberlain, Adam Lallana, dan Trent Alexander-Arnold akan mendapat pengalaman penting."


Tuding Mantan Teroris Sebagai Intel, Rizieq Shihab Bakal Dipolisikan

Senin, 21 Mei 2018 17:22 WIB

Sofyan meminta FPI terutama Rizieq segera menarik pernyataan kalau dirinya bukanlah intel Kepolisian


29 Kabupaten dan Kota di Papua Diminta Perketat Pengawasan Pendatang

Senin, 21 Mei 2018 17:18 WIB

Kapolda menegaskan wajib lapor untuk mendeteksi adanya potensi kerawanan.


Sutriyadi Terpilih sebagai Formatur Ketum HMI Cabang Malang 2018-2019

Senin, 21 Mei 2018 17:15 WIB

"Semoga amanah dan tetap dalam semangat visi dan misi yang ada dengan menakar politik nilai untuk masa depan"


Gregoria Bawa Indonesia Berbalik Ungguli Malaysia

Senin, 21 Mei 2018 17:12 WIB

Fitriani gagal menyumbang angka di partai perdana.



Eks Napi Teroris Sofyan Tsauri Ancam Polisikan Rizieq Shihab Kalau Tak Minta Maaf

Senin, 21 Mei 2018 17:11 WIB

Sofyan tak akan putus asa mencari siapa yang pertamakali memviralkan video itu.


UEA Akan Longgarkan Aturan Visa Bagi Investor dan Inovator.

Senin, 21 Mei 2018 17:10 WIB

UAE akan tetap menjadi inkubator global untuk talenta luar biasa dan tujuan permanen bagi investor internasional


Dua Sahabat Jadi Saksi Sidang Cerai Roby Geisha-Cinta Ratu Nansya

Senin, 21 Mei 2018 17:07 WIB

Dua saksi yang dihadirkan cukup mengetahui masalah rumah tangga Roby Geisha dan Cinta Ratu Nansya.


Rupiah Tembus Rp14.200 Seret IHSG Terjun Bebas

Senin, 21 Mei 2018 17:04 WIB

Rupiah yang telah menyentuh level 14.200 merupakan faktor yang menyebabkan pelemahan IHSG pada hari ini


Setelah Baca Ini, Kamu Akan Berpikir Ulang untuk Nge-vape

Senin, 21 Mei 2018 17:03 WIB

Hanya 3 minggu nge-vape, bisa kena paru-paru basah.


Gagal Taklukkan Everest, Pendaki Jepang Tewas

Senin, 21 Mei 2018 17:02 WIB

Nobukazu Kuriki ditemukan tewas dalam keadaan tertidur di dalam tenda di ketinggian 7.400 mdpl


Sadis, Bocah Empat Tahun Dijadikan Perisai Hidup oleh Milisi Houthi

Senin, 21 Mei 2018 17:02 WIB

Yang menjadikan anak empat tahun sebagai perisai hidup adalah ayah kandungnya