Perbarindo Bali Usulkan Kelonggaran Waktu Penjualan Agunan

akurat logo
Siti Nurfaizah
Kamis, 07 Desember 2017 18:23 WIB
Share
 
Perbarindo Bali Usulkan Kelonggaran Waktu Penjualan Agunan
Ilustrasi Properti . 99.CO

AKURAT.CO, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar dapat memberikan kelonggaran terkait batas waktu untuk menjual agunan yang diambil alih dari debitur.

"Kami harap untuk dilonggarkan lagi karena penjualan aset agunan yang diambil alih dalam setahun itu sulit," kata Ketua Perbarindo Ketut Wiratjana di Denpasar, Kamis (7/12).

Seperti dilansir dari Kantor Berita Antara, menurut dia, kondisi ekonomi saat ini membuat penjualan agunan yang diambil alih (ayda) tidak mudah untuk harga yang relatif bagus agar nilai yang didapat dari penjualan itu sesuai dengan nilai pinjaman yang diberikan. Apalagi dengan adanya bencana alam erupsi Gunung Agung yang turut memberikan dampak tambahan kepada melesunya sektor ekonomi di Bali khususnya pariwisata.

"Pertumbuhan kinerja BPR itu tergantung pertumbuhan ekonomi Bali dan ekonomi Bali sebagian besar dari sektor pariwisata," katanya.

Dia menilai waktu yang tepat untuk penyelesaian pelelangan agunan berkisar dua hingga tiga tahun tidak seperti aturan saat ini yakni selama satu tahun. Wiratjana mengungkapkan usulan tersebut telah diajukan kepada Pemerintah Pusat agar kebijakan penyelesaian penjualan agunan dapat direlaksasi.

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan aturan penyelesaian penjualan aset agunan dalam setahun sesuai dengan undang-undang.

Menurut dia, sebagian besar agunan yang dijaminkan debitur kepada bank dalam bentuk properti yakni tanah dan bangunan. Namun karena pertumbuhan saat ini untuk sektor tersebut sedang melambat menyebabkan penjualan ayda tidak mudah.

"Sekarang properti turun, bangunan baru susah dijual. Tahun lalu harga properti digelembungkan, sekarang terkoreksi dananya sehingga harganya agak susah," ucapnya.

Hizbullah mengatakan molornya penyelesaian penjualan agunan melebihi setahun dianggap kerugian bagi bank sehingga bank harus membuat cadangan kerugian. Dengan adanya cadangan kerugian, lanjut dia, dapat menggerus modal perbankan sehingga mempengaruhi kinerja bank salah satunya kinerja "nonperforming loan" atau kredit bermasalah (NPL) yang tinggi.

OJK mencatat selama periode Januari-September 2017, rasio NPL di BPR tercatat mengalami kenaikan dari 5,75 pada periode sama tahun sebelumnya persen menjadi 7,82 persen.

"Jadi makin banyak ada di bank makin besar penurunan modal kalau itu diselesaikan lebih dari setahun," katanya.[]


Editor. Juaz

Sumber. Antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Jokowi Ingatkan Rakyat Tidak Retak Karena Pilkada

Minggu, 25 Februari 2018 08:02 WIB

"Silakan dipilih pemimpin-pemimpin yang paling baik. Berbeda pilihan boleh-boleh saja, silakan. Tetapi setelah itu, marilah kita rukun,"


Juara di Dubai, Svitolina Samai Henin dan Williams

Minggu, 25 Februari 2018 08:00 WIB

Elina Svitolina mengalahkan Daria Kasatkina dalam laga dua set dengan skor 6-4 dan 6-0.


Petugas Medis Meninggal Saat Menolong Korban Gas Beracun

Minggu, 25 Februari 2018 07:47 WIB

BK kapal MV Sumiei sudah memperingatkan agar para pekerja tidak melakukan pembongkaran sebelum 3 jam karena dari kapal tercium bau amumisi


Maret 2018 Pemkot Tomohon Realisasikan Transaksi Nontunai ASN

Minggu, 25 Februari 2018 07:30 WIB

Pemberlakuan kebijakan transaksi nontunai berdasar pada surat edaran Mendagri Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Nontunai


Nilai Ahok Bakal Ikut Pilpres, Alumni 212: Jadi Gubernur Saja Meresahkan

Minggu, 25 Februari 2018 07:30 WIB

Al-Khathath mengatakan sekira 5.000 orang bakal kawal sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara.


Dipolisikan, Anies: Ketika Berjuang Tegakkan Keadilan Tentu Akan Banyak Masalah

Minggu, 25 Februari 2018 07:00 WIB

Hadapi itu dan tunjukkan kepada semua bahwa kebijakan yang dilakukan untuk menghadirkan keadilan.


Spaletti: Tensi Pertandingan Memengaruhi Pemain Saya

Minggu, 25 Februari 2018 06:53 WIB

"Sudah jelas sejak kick-off, kami kehilangan tempo permainan," kata Luciano Spaletti.


Inflasi Kota Palu 2017 Rangking Kedua Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 06:45 WIB

Inflasi bulan Desember tahun 2017 telah menempatkan Kota Palu pada posisi kedua di wilayah Sulawesi, Maluku Papua (Sulamampua) dan Nasional


Besok, 5.000 Orang Kawal Sidang PK Ahok

Minggu, 25 Februari 2018 06:30 WIB

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, Al-Khathath mengatakan sekira 5.000 orang bakal kawal sidang PK Ahok.


BI Ramal Inflasi Februari Akan Sentuh 0,19 Persen Karena Harga Pangan

Minggu, 25 Februari 2018 06:05 WIB

Salah satu sumber tekanan inflasi nasional, kata Agus, berasal dari kelompok harga barang pangan bergejolak di Jawa dan Sumatera.


Ancam Korban Pakai Golok, 2 Pelajar Rampas Motor di Karawang

Minggu, 25 Februari 2018 05:59 WIB

Dua remaja yang masih kelas 3 SMA di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor.


Bamsoet: Peran Orang Tua Tanamkan Nilai Moral Anak

Minggu, 25 Februari 2018 05:30 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya peran orang tua menanamkan nilai-nilai moral kepada anak untuk meraih keberhasilan.


Untuk Asian Games, Milla Butuh Pemain Senior yang Memimpin

Minggu, 25 Februari 2018 05:25 WIB

"Pendekatan pemain senior dengan pemain muda pasti berbeda dengan para pelatih," kata Luis Milla.


Suarez, Messi, dan Coutinho Menggelar "Persembahan" untuk Camp Nou

Minggu, 25 Februari 2018 05:08 WIB

Kemenangan ini mengokohkan Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga Spanyol dengan 65 angka.


Dua Gol Sundulan Antar Inter ke Tiga Besar

Minggu, 25 Februari 2018 05:02 WIB

Kemenangan atas Benevento untuk sementara membuat Inter naik ke peringkat tiga klasemen sementara.