Batik Warisan Nusantara

Ya, Bandung Juga Punya Batik

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Jumat, 01 Desember 2017 11:38 WIB
Share
 
Ya, Bandung Juga Punya Batik
Batik khas Kota Kembang yang diproduksi Komarudin dan Nuryanti turut meramaikan ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Tak mau kalah dengan daerah lain yang bisa bangga akan kerajinan batiknya, Kota Kembang, Bandung nyatanya juga memiliki corak batik sendiri yang berkualitas dan patut diperhitungkan.

Adalah pasangan suami istri, Komarudin dan Nuryanti yang gencar mengenalkan batik Tanah Pasundan tersebut. Tak hanya menyasar pasar domestik namun juga merambah pasar mancanegara.

Ikut meramaikan ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017, Nuryanti menuturkan, produk kerajinan batik miliknya merupakan motif kontemporer namun tanpa meninggalkan motif batik asli Indonesia.

"Jadi ini motif kontemporer, tetap ada motif Parang, motif Tutul, Kawung, misalnya. Tapi layoutnya memang dibikin kontemporer," ujarnya saat ditemui tim AKURAT.CO.

Wanita berusia 46 tahun yang akrab disapa ibu Yeyen Komar itu bercerita, dirinya dan suami yang asli dari Cirebon, awalnya mengusung tradisi batik Cirebonan dengan mengibarkan bendera usaha berlabel Batik Komar.

Namun seiring perkembangannya, Batik Komar terus berinovasi dengan mengembangkan model baju batik yang lebih modern dan bersifat konteporer, unik dan tematis.

Hijrah lalu berhuni di Jalan Raya Cigadung Timur 1 Nomor 5 Kota Bandung, pun membuat sepasang suami istri itu akhirnya juga mengembangkan batik khas Bandung.

"Ya, kami juga produksi motif batik Bandung juga. Khas Bandung itu motifnya itu ada Pasopati, ya. Jembatan Pasopati itu, kan, ikon kota Bandung, terus motifnya itu digabung dengan burung Cangkurileng namanya, sama motif bunga Patrakomala," terang Yeyen Komar.

Ia menambahkan, bentuk bunga patrakomala menyerupai bunga sepatu, namun ukurannya lebih kecil dan berwarna oranye. Bunga tersebut biasa ditemukan di sepanjang jalan dan di balai kota Bandung. Selain motif-motif yang sudah disebutkan, batik Bandung juga ada yang bermotif kujang dengan aksen pelengkap huruf aksara sunda.

Terkait harga jual, produk Batik Komar dibanderol dikisaran harga mulai dari Rp 300.000 sampai Rp 8 juta. Sementara untuk pemasaran sejauh ini sudah bisa menembus pasar Asia, Amerika dan Eropa.

"Kalau keluar kami punya buyer tetap di Jepang. Di sana batik-batik kita dibikin jadi kimono. Selain Jepang ada Amerika sama Eropa. Tapi mereka pesennya permusim, jadi (tema batik yang dijual) ngikutin musim di sana," kata dia.

Dua dekade sudah Batik Komar berkibar di jagat bisnis perbatikan, saat ini pihaknya sudah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 300-an orang karyawan.

Tak hanya berkontribusi bagi roda perekonomian negara, peran Batik Komar juga dapat terlihat dari program sosialnya dengan mendirikan dan menjadi salah satu pelopor Kampung Batik Bandung. Hal itu dilakukan sebagai upaya pihaknya dalam menjaga kelestarian kerajinan batik nusantara.

Salah satu program unggulan Batik Komar adalah Edu Wisata, dimana melalui progam ini masyarakat tak hanya bisa berwisata dan membeli batik, tapi juga bisa mengikuti pelatihan cara membatik.

Program yang sudah dimulai sejak 2006 silam boleh dikata cukup sukses mencuri perhatian masyarakat. Pasalnya, dalam sekali kunjungan, wisatawan yang mengikuti program Edu Wisata bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang.

"Biasanya ada juga itu yang difasilitasi sama dinas pemerintahan (Kemenperin, Kemendag dan koperasi). Saat ini dalam sebulan bisa sampai 300an orang yang ikut. Tapi itu nanti digilir, ya. Seminggu paling bisa dikirimnya 30 sampai 40 orang yang bisa ikut workshop kami untuk belajar," jelas Yeyen.

Ia menambahkan, pelatihan membatik juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin ikut secara pribadi dengan memilih paket-paket workshop yang sudah disediakan pihaknya.

Disinggung terkait kendala yang dihadapi selama berkecimpung di bisnis batik, Yeyen mengungkapkan saat ini pihaknya tengah terganjal di soal ketersediaan bahan baku.

"Kendala saat ada di bahan baku sutranya. Bahan benangnya itu kan, diimpor dari China. Nah, di sana itu saat ini lagi ada musim dingin yang lebih panjang dari biasanya. bikin si ulatnya itu jadi turun produsiknya, menghambat produksi benang sutranya," tuturnya.

Pada kesempatan itu Yeyen juga menyampaikan harapannya, di masa mendatang, semua batik nusantara, dari mana pun asal daerahnya, bisa semakin dihargai khususnya oleh masyarakat Indonesia sendiri. Serta semakin dikenal di mancanegara. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Menteri Jonan Sindir Pejabat Kementerian BUMN Spesialis 'Ganti Direksi'

Rabu, 25 April 2018 11:42 WIB

Menteri Jonan sindir Fajar Harry Sampurno lantaran dalam setahun Pertamina berkali-kali berganti direksi.


Bursa Efek Buka Suspensi Steady Safe

Rabu, 25 April 2018 11:36 WIB

Saham SAFE disuspensi sejak sesi I perdagangan efek tanggal 31 Juli 2017 yang lalu.


Bamsoet Dorong ARDIN Berperan Gerakkan Ekonomi Rakyat

Rabu, 25 April 2018 11:34 WIB

Kehadiran ARDIN Indonesia di berbagai daerah memberikan kesempatan bagi siapapun untuk melebarkan usahanya


Tarik Wisatawan, Saudi Bangun Theme Park

Rabu, 25 April 2018 11:29 WIB

Saudi berharap taman yang dikenal dengan Qiddiya itu akan menjadi pusat hiburan, olahraga, dan budaya.


Duh, Notifikasi Google Kalender Tak Berfungsi

Rabu, 25 April 2018 11:25 WIB

Hal ini diungkapkan oleh Android Police Fitur.


Rayakan Hari Otda, Pjs Walikota Bekasi: Pemda Jangan Takut Berinovasi

Rabu, 25 April 2018 11:24 WIB

Transparansi mengambil kebijakan agar bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Pemda Jangan takut berinovasi karena dilindungi hukum.


Ini Alasan Febby Rastanty Suka 'The Avengers: Infinity War'

Rabu, 25 April 2018 11:21 WIB

Febby menyiapkan waktu khusus tuk menyaksikan gala premiere The Avengers: Infinity War.


Diduga Sekap Penumpang, Pengemudi Taksi Online Jadi Buronan Polisi

Rabu, 25 April 2018 11:17 WIB

Salah satu keluarga dihubungi pelaku meminta uang tebusan.


Menipisnya Stok Pemain Senior di Timnas Softball Indonesia

Rabu, 25 April 2018 11:11 WIB

Salah satu atlet softball paling senior yang kini berada di skuat Timnas Softball Indonesia memutuskan untuk pensiun dalam waktu dekat.


Gandeng Hanung Bramantyo, Salman Aristo Garap Film Adaptasi Novel 'Bumi Manusia'

Rabu, 25 April 2018 11:10 WIB

Sineas senior Salman Aristo terus berkarya hingga saat ini.


Diet Vegeterian Sama Efektifnya dengan Diet Mediterania

Rabu, 25 April 2018 11:05 WIB

Diet Mediterania dianggap sebagai salah satu diet paling sehat, tapi diet vegetarian juga kok!


Duh! Gatot Brajamusti Hipnotis dan Cium Korbannya

Rabu, 25 April 2018 10:59 WIB

Alkisah, Gatot pernah menjanjikan CTP untuk menjadi backing vokal di bandnya.


Diramal Amien Rais Bakal Jadi Penyelamat Bangsa, Anies Bilang Amin

Rabu, 25 April 2018 10:57 WIB

"Siapapun yang mendoakan, saya amini."


Pelindo III Kampanyekan Aplikasi Home Terminal di TOC Asia

Rabu, 25 April 2018 10:50 WIB

HomeTerminal merupakan aplikasi yang diciptakan untuk mempercepat dan mempermudah proses pemesanan layanan jasa kepelabuhanan.


Ini Liburan Tak Biasa di Berlin, Nonton Orkrestra Terbaik di Dunia

Rabu, 25 April 2018 10:47 WIB

Kamu bisa datang langsung menikmati konser orchestra di The Berliner Philharmonie di Berlin.