Batik Warisan Nusantara

Gurat Seni Adiluhung Majapahit di Batik Tulungagung

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Kamis, 30 November 2017 21:22 WIB
Share
 
Gurat Seni Adiluhung Majapahit di Batik Tulungagung
Batik khas Tulungagung yang diproduksi oleh Nafi Ahyunari ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Samar terdengar, batik tulis Tulungagung memang tak sekondang batik Solo, Yogyakarta dan Pekalongan. Kendati demikian jangan alpa, bahwa eksistensi batik dari kabupaten di timur Jawa itu, merupakan salah satu kerajinan kain lokal yang kian memperkaya ragam khazanah nusantara.

Boleh dibilang jarang terlibat dalam berbagai perhelatan, baik yang digelar oleh pemerintah maupun swasta, kali ini batik Tulungagung turut serta meramaikan ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.

Pembatik sekaligus pengusaha Nafi Ahyunari menuturkan, pada ajang tahunan ini, tak kurang dari enam puluhan ragam motif batik asli Tulungagung ia bawa untuk dipamerkan. Tak sembarang, karena semua batik tersebut merupakan batik tulis ekslusif yang dibuat dengan jumlah terbatas, serta memiliki guratan pola yang tidak benar-benar sama antara satu kain dengan kain yang lainnya.

"Yang jagoan itu motif gringsing, mas, karena gringsing itu pengerjaannya lama, terus pembatik yang bisa mengerjakannya itu sedikit," ujarnya saat berbincang dengan tim AKURAT.CO akhir pekan kemarin.

Menoleh ke masa silam, batik Tulungagung dan motif gringsing memiliki sejarah yang panjang. Dalam kitab Negarakertagama dan Serat Pararton, motif gringsing boleh dikata merupakan motif batik tertua yang ada di tanah nusantara.

Motif gringsing juga bertalian erat dengan berkembangnya kerajaan Majapahit yang gencar memperluas wilayah kekuasaan. Tak hanya melalui cara-cara diplomasi, penaklukan juga dilakukan lewat jalan peperangan.

Tersebutlah, Adipati Kalung selaku adipati di wilayah Bonorowo. Enggan untuk tunduk kepada Majapahit, membuat perang pun tak dapat terhindarkan.

Sebelum berangkat ke medan pertempuran, Raja Majapahit, Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana membagikan kain gringsing pada prajuritnya. Hal itu dilakukan untuk membakar semangat para prajurit karena gringsing memeram nilai filosofi perjuangan hingga mati. Batik gringsing juga memiliki filosofi keseimbangan, kemakmuran dan kesuburan.

Singkat cerita, perang berkecamuk sampai akhirnya sang adipati mampu ditaklukan, sehingga wilayah Bonoworo pun menjadi milik kerajaan Majapahit. Menang perang, para prajurit dan keluarganya banyak yang kemudian tinggal di Bonoworo dan mengenalkan batik sebagai kesenian.

Sejak saat itulah, berkembang pula kesenian membatik yang hingga kini menjadi salah satu sentra industri di wilayah Tulungagung.

"Sejarahnya, motif grinsing itu waktu masa Majapahit dipakai Raja Kertarajasa untuk... Semacem senjata, jadi itu motif zaman dulu. Kan, batik Tulungagung itu batik Tua di Jawa Timur," kata Yunar, sapaan akrab Nafi Ahyunari.

Wanita berusia 33 tahun itu mengungkapkan, kerajinan batik Tulungagung merupakan kerajinan pitutur yang diturunkan secara turun temurun. Kalau tak salah berhitung, dirinya merupakan turunan ke tujuh dari garis keluarga pembatik Jawa Timur.

Dikatakannya, dalam mengerjakan batik Tulungagung yang ekslusif, pihaknya membutuhkan waktu sampai 6 bulan lamanya. Dan biasanya batik tersebut hanya digunakan sebagai koleksi. Para kolektor yang membeli jarang memakai batik itu sebagai pakaian sehari-hari.

"Kalau yang biasa itu paling dua minggu sampai satu bulan sudah bisa (selesai). Dan pembatiknya juga beda. Kalau batik yang untuk koleksi itu biasanya pembatiknya itu yang kaya udah supervisor gitu lho mas..." Imbuhnya.

Terkait kisaran harga jual, batik Tulungagung yang dibrandingnya dengan menggunakan nama Batik Yunar tersebut dipatok mulai dari harga Rp500.000 hingga Rp20 juta.

Sistem penjualan yang dilakukan pun tidak hanya mengandalkan penjualan offline melalui toko, tapi juga sudah mengandalkan penjualan online dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram dan website.

"Saya banyak jual online, kalau keluar itu Malaysia, mereka ada yang pernah beli ke kita," ujar dia.

Dalam mengibarkan usaha berbendera Batik Yunar, setidaknya dia melibatkan sekitar 20 orang perajin batik asal daerahnya.

Tak banyak yang ia inginkan, pada kesempatan itu dirinya hanya berharap, kedepan, batik Jawa Timur, khususnya batik Tulungagung dan umumnya batik-batik dari kabupaten lain, bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas. Sebab bagaimana pun, ada jejak sejarah pada setiap gurat di kerajinan batik nusantara.


"Batik di Jawa Timur itu memang kurang untuk pemasarannya. Sebenarnya setiap kabupaten di Jawa Timur itu ada batik khasnya, mas, tapi ya itu, kurang tahu ya. Ya harapanku batik Jawa Timur bisa banyak yang tahu," kata Yunar menutup.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Benchmark BUMN Menapaki Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.


Pasca Avengers 4, Chris Hemsworth Pensiun Jadi Thor ?

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Pemeran Thor dalam film Avenger, Chris Hemsworth, nampaknya akan menyudahi aksinya sebagai Dewa petir setelah film Avenger 4.