Batik Warisan Nusantara

Batik Tuban, Fusi Tiga Tata Nilai Kebudayaan

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Kamis, 30 November 2017 13:58 WIB
Share
 
Batik Tuban, Fusi Tiga Tata Nilai Kebudayaan
Batik khas Tuban yang diproduksi oleh Nurida Adikarina dipamerkan dalam acara pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Batik Gedog. Begitu istilah orang-orang dalam menyebut kerajinan batik dari daerah Tuban, Jawa Timur, yang satu ini. Tak perlu bingung memutar otak untuk mencari tahu nilai filosofi yang terkandung dari pemberian nama tersebut, sebab, pembubuhan istilah batik gedog berasal dari bunyi "dog dog dog" yang terdengar kala para perajin tengah menenun kain sebagai bahan baku membuat batik.

"Ciri khas Tuban itu dari bahan bakunya. Itu kita pintal dari kapas sendiri secara tradisional jadi benang, terus kita tenun jadi kain. Nah, bunyinya itu kedenger di tiap rumah 'dok-dok-dok', makannya dibilang Tenun Gedog Tuban," ujar Nurida Adikarina saat ditemui tim AKURAT.CO pada ajang Pameran Warisan 2017 yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November kemarin.

Wanita berusia 26 tahun itu menuturkan, berbahan keras dan lebih tebal dari kain pada umumnya, membuat kerajinan batik Tuban nyaris bisa dipastikan merupakan batik tulis. Pasalnya, tekstur kain yang sedikit kasar menjadikan bahan itu sulit untuk dibuat sebagai batik cap.

Dalam proses penorehan lilin di kain pun memerlukan canting dan tinta khusus, agar motif dan corak batik yang diguratkan bisa terlihat dengan jelas.

Tak berhenti sampai disitu, keunikan batik Tuban juga terletak dari proses pewarnaannya yang alami. Dimana bahan-bahan pewarna yang dipakai, kesemuanya diambil dari daun-daun, kulit pohon dan akar-akar yang dicacah lalu direbus.

Bila melongok sejarah, tradisi membatik di daerahnya memang sudah dimulai sejak berabad-abad silam. Terpengaruh dari 3 tata nilai kebudayaan yakni, Jawa, Islam dan Tionghoa, membuat batik Tuban boleh dikata merepresentasikan ketiga nilai budaya tersebut.

Gambar burung hong pada motif batik Tuban jelas terlihat pengaruh dari budaya Tionghoa. Sedangkan motif bunga-bunga merupakan motif tradisional yang sejak lama sudah kerap dipakai oleh hampir semua batik di wilayah pulau Jawa. Sementara pengaruh Islam pada motif batik tulis Tuban dapat terlihat dari pemberian nama yang religius seperti kijing miring.

"Burung lokcan, burung hong, itu ciri khasnya Tuban... Nah, kalau warna, itu biru, putih, ciri warna khas klasik Tuban," imbuh Nurida.

Ia menambahkan, namun semenjak tahun 2000, pihaknya mulai berinovasi dengan menggunakan beragam warna dalam proses produksinya. Hal itu dilakukan sebagai pemenuhan dari permintaan pasar.

Wanita berkacamata minus itu berujar, untuk kisaran harga produk batiknya dibanderol di angka Rp500.000 sampai Rp 1,5 juta. Namun pada beberapa produk khusus harganya bisa lebih tinggi lagi.

Terkait pemasaran, tak hanya memiliki toko di Jawa Timur, dan kerap mengikuti ajang pameran, pihaknya juga mengandalkan penjualan sistem daring, salah satunya melalui Instagram. Dan, meski pun masih manyasar pasar lokal, namun kerajinan batik miliknya sudah mulai terjual di pasar global.

"Biasanya customer kita yang orang Jepang suka bawa batik Tuban ini ke sana. Mereka jual lagi di sana. Selain Jepang, kita juga ada pesanan dari Belanda," katanya.

Dalam melanggengkan usaha batik Tuban, setidaknya ia melibatkan 70 orang di bagian menenun yang menggunakan ATMB (Alat Tenun Bukan Mesin), dan sekitar 50 perajin dalam proses membatik.

"Perajin di sana juga biasa dibantu sama anak-anak mereka. Jadi, sepulang sekolah, itu anak-anak bisa bantu ibunya meskipun cuma membom atau nitik-nitiinn, dia udah pada bisa," imbuhnya.

Disinggung mengenai peran pemerintah, menurutnya Pemda setempat sudah cukup bagus. Karena biasanya dalam setiap dua bulan sekali atau dalam beberapa periode kerap melakukan seminar bagi para perajin batik. Selain itu pemerintah juga sering memfasilitasi para perajin untuk bisa ikut berbagai pameran.

Pada kesempatan itu Nurida berharap, para perajin bisa terus mengembangkan diri dan bisa lebih inovatif di masa mendatang. Selain itu dirinya juga berharap pemerintah mulai membatasi peredaran batik printing yang menurutnya bisa mematikan batik tulis dan batik cap.

"Terus batik printing mulai diatur (jumlah peredarannya), soalnya matiin kami pembatik tulis," tukas Nurida menutup.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Benchmark BUMN Menapaki Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.