Batik Warisan Nusantara

Senjakala Batik Bayat di Ujung Hayat

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Selasa, 28 November 2017 18:38 WIB
Share
 
 Senjakala Batik Bayat di Ujung Hayat
Stand Batik Bayat pada ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan), yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Menjadi renta bukan berarti berhenti berkarya. Hal itulah yang dilakukan para perajin batik asal desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah.

Pasalnya, kendati sudah memasuki usia senja, para manula yang kini menghuni daerah tersebut tetap produktif untuk terus mencanting lilin pada helai-helai kain, dan mengguratkan beragam corak tersendiri hingga akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya Batik Bayat.

"Iya, ini Batik Tembayat, biasa dikenal Batik Bayat mas. Jadi dulunya itu pecanting-pecantingnya (perajin batik) pensiun dari batik Solo dan Jogja. Mereka tetep membatik, dan akhirnya mereka punya motif batik sendiri, ya, Bayat ini," kata Ani Sundari kala ditemui tim AKURAT.CO, akhir pekan kemarin.

Turut serta meramaikan ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan), yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017, gadis 19 tahun itu mewakili para perajin bayat untuk bisa memamerkan ragam kerajinan batik asli daerahnya.

Melintang di garis lurus selatan Jawa, Kecamatan Bayat terletak pada 12 kilometer jauhnya dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tinta sejarah mencatat, nama Bayat merupakan kata yang dijumput dari tem-bayat-an yang memiliki arti; hidup rukun saling membantu dan bersinergi.

Meski termasuk ke dalam masyarakat dinamis dan terbuka, penduduk Tembayat tetap berpegang pada tatanan kehidupan dan falsafah orang Jawa. Sikap hidup itulah yang dengan sendirinya memengaruhi filosofi kerajinan batik mereka.

Batik Bayat terkenal akan tekstur halus dan proses pewarnaan alami yang sempurna. Dicanting dengan ketelitian dan keuletan, tak heran bila setiap helai batik yang dihasilkan para perajin merupakan batik dengan kualitas premium.

"Pengerjaan bisa tiga bulan karena ini pake pewarnaan alam ya mas. Terus udah gitu kita ini kan batik tulis," imbuhnya.

Ani melanjutkan, kekhasan corak batik Bayat dapat terlihat jelas dari kuatnya warna coklat sogan atau dari tanahan ukel dan grinsing yang menyatu. Sedangkan motif-motifnya mengambil dari motif klasik batik Solo yakni sido, semen, dan sebagainya.

"Yang membedakan itu motifnya lebih klasik. Lebih antik gitu, mas," kata dia.

Dalam produksi, dari sejak penggambaran motif, pembatikan, pencelupan, pengeringan, pengemasan hingga akhirnya produk batik siap dipasarkan, kesemuanya berada di Kabupaten Klaten itu sendiri.

Itulah sebabnya kenapa kerajinan batik ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk perekonomian Kabupaten Klaten, karena sebagian besar tenaga kerja berasal dari Kecamatan Bayat yang telah menekuni usaha batik secara turun-temurun.

Terkait harga jual, Ani menuturkan, proses panjang dan tak gampang, membuat batik Bayat biasanya dibanderol dengan harga hingga jutaan rupiah perlembarnya.

"Kisaran antara 1 juta ke atas sih mas. Mentok-mentok 3,6 juta. Terus pemasaran mengandalkan pameran dan online. Itu ada Instagram nya. Batik tembayat," ujar Ani.

Batik Bayat sempat mengalami masa kejayaan pada era 60-an. Namun popularitasnya kian meredup seiring mulai digunakannya teknik printing yang dapat memproduksi ragam pakaian batik dengan lebih cepat dan murah. Hal inilah yang menjadi kegusaran para perajin lokal yang selama ini menyandarkan hidupnya pada kerajinan batik.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

4 Pasang Kontestan Pilkada Kota Bogor Lolos Uji Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 11:45 WIB

Semua para calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.



Soal Video Mesum Mirip Marion Jola, Ini Komentar Maia Estianty

Rabu, 17 Januari 2018 11:44 WIB

Maia Estianty mengaku sudah mengetahui isu video mesum mirip kontestan Indonesian Idol bernama Marion Jola


Ronaldinho Ingin Akhiri Karier dengan Tur Keliling Dunia

Rabu, 17 Januari 2018 11:43 WIB

Ronaldo salah satu ikon sepakbola dunia


Kebijakannya Dikritik DPRD, Sandiaga Pilih Dengarkan Saran Menteri Rini

Rabu, 17 Januari 2018 11:42 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pagar itu dicabut karena terlihat tidak bagus.


Nekat Jambret di Tempat Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 11:41 WIB

Polisi sigap mendengar teriakan dua siswa yang akan dijambret.


Sandiaga Ngaku Bakal Tunaikan Semua Kontrak Politiknya

Rabu, 17 Januari 2018 11:32 WIB

Keberadaan becak adalah kontrak politik gubernur sebelumnya.


Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Mengaku Stres

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Amanda mengaku trauma untuk keluar rumah.


Selama Dini Hari Tadi, 19 Kali Guguran Warnai Gunung Sinabung

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Sementara itu, aktifitas kegempaan juga masih terus berlangsung. Tercatat gempa terjadi sebanyak 37 kali sepanjang subuh.


Tiga Hari Hilang, Saat Ditemukan Purnawiraman TNI Ini Luka di Kepala

Rabu, 17 Januari 2018 11:20 WIB

Ia ditemukan Polisi di kawasan Jalur Bus TransJakarta di Tanjung Priok.


Soal Perceraiannya, Ahok Hingga Kini Belum Dapat Panggilan dari PN Jakut

Rabu, 17 Januari 2018 11:11 WIB

Josefina tetap menunggu surat pemanggilan tersebut. Bahkan hal ini sudah dilaporkan ke kliennya pada Jumat (12/1) lalu.


Kaesang Pangarep Buktikan Kakaknya Mirip Personel Meteor Garden

Rabu, 17 Januari 2018 11:10 WIB

Kaesang Pangarep posting foto Gibran Rakabuming Raka yang buat warganet ngakak.


Anggaran FORMI Surabaya 2018 Capai Rp1,1 Miliar

Rabu, 17 Januari 2018 11:08 WIB

Anggaran FORMI yang dianggarkan dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai Rp1,1 miliar.


Dominasi Laga, Persija Justru Terima Kekecewaan dari Tim Malaysia

Rabu, 17 Januari 2018 11:04 WIB

Gol ke gawang Persija justru dicetak oleh sang mantan


Yeay... Bulan April, Bus Wisata akan Hadir di Kota Banjarbaru

Rabu, 17 Januari 2018 11:02 WIB

Peluncuran dua unit bus wisata itu direncanakan bertepatan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2018.