Batik Warisan Nusantara

Batik Madura yang Merah pada Motif Bunga

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Selasa, 28 November 2017 09:39 WIB
Share
 
Batik Madura yang Merah pada Motif Bunga
Siti Maemunah, Perajin batik yang turut meramaikan Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang digelar di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Merepresentasikan karakter masyarakatnya yang lugas dan tegas, pun begitu pula motif dan corak yang tergurat pada setiap kain batik yang dihasilkan oleh para perajin asal Madura.

Hal itu disampaikan oleh Siti Maemunah, salah seorang perajin sekaligus pengusaha batik saat mengikuti ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan), yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.

Madura memiliki ciri khas batik tersendiri yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Kekhasan tersebut sangat mudah dikenali dengan adanya warna merah pada motif bunga, tangkai dan dedaunan.

"Yang mencirikan batik Madura itu dari warnanya. Hijau, merah, warnanya tegas dan mateng. Karena seperti karakter orang Madura yang tegas. Menunjukan satu karakter dengan warna, begitu itu orang Madura," kata Siti saat membuka percakapan dengan Akurat.co dalam Pameran Warisan akhir pekan lalu.

Tradisi kain batik di Madura boleh dikata memiliki akar rumput yang cukup kuat, karena kalangan masyarakat di daerah tersebut telah memiliki budaya membatik dan memakai kekayaan khazanah nusantara yang satu itu sejak jauh hari, dan tetap terpelihara dengan baik hingga saat ini.

Bahkan saat pakaian bernuansa batik belum sepopuler seperti sekarang, masyarakat Madura tetap memproduksi dan mengenakan batik, sebagai bagian dari adat dan budaya mereka sehari-hari.

Kini, saat kain batik telah memiliki tempat tersendiri di hati banyak orang, semakin memacu para perajin dan pengusaha Madura untuk memproduksi kain batik yang lebih variatif, namun tanpa meninggalkan pakem-pakem nenek moyang.

Mengibarkan bendera Pesona Batik Madura, wanita berusia 49 tahun itu sengaja membawa sekitar enam puluhan model batik yang diproduksinya. Dimana, diantara batik-batik itu terdapat batik andalan dan menjadi produk unggulan dari daerahnya tersebut, yakni batik gentongan.

Singkat ia menerangkan proses pembuatan batik gentongan, dimulai dari pemberian minyak dempel yang diolah dari buah camplong. Kain tersebut dicelupkan dan dijemur selama tiga kali sehari selama dua minggu.

Hal itu dilakukan, selain bertujuan agar gerakan pembatik mejadi lebih halus saat melukis, serat kain pun menjadi lebih rapat. Rampung proses minyak dempel, barulah dia menggambar motif kasar batik di atas kain.

Selanjutnya, proses perendaman warna, dilakukan dengan merendam kain pada gentong yang ditempatkan di ruang tertutup kedap cahaya. Pewarnaan yang dipakai untuk merendam kain batik merupakan pewarna alami seperti kulit mengkudu, buah jelawe, kulit pohon jati, kayu jambal, atau tawas.

Pengrajin akan mencelup-celupkan kain batik dalam gentong, mendiamkannya selama 24 jam, lantas mengulang proses itu berkali-kali dalam kisaran waktu enam hingga dua belas bulan lamanya.

Hal menarik lain yang dimiliki batik Gentongan namun tak terdapat pada kain batik dari daerah manapun, yaitu bahwa jenis batik ini dilukis pada kedua sisi kain, bagian sisi luar dan dalam.

Tak berhenti sampai di situ, teknik pewarnaan yang dilakukan dengan menggunakan malam, sengaja dibuat tidak menutup secara sempurna, sehingga membentuk retakan-retakan alami yang indah.

Hal inilah yang menyebabkan harga kain batik Gentongan perpotongnya bisa mencapai nilai jutaan rupiah. Sebab, dalam produksinya memang dibutuhkan dedikasi dan keuletan tingkat tinggi.

"Keunggulan batik ini juga karena ngga meninggal pakem-pakem yang sudah ada. Ya... Walau sudah ada inovasi hari ini. Artinya, motif dan warna ngikutin selera yang sekarang, tapi tetep, budaya dan pakem lama ngga ditinggalkan. Makannya gentongan itu bisa setahunan (produksinya). Kisaran harga bisa 3 juta. Tapi kalau pewarnaannya yang bagus punya, dan bahannya yang premium bisa sampai 20 juta," terang Siti.

Santer terdengar sebagai penghasil kerajinan batik dengan mutu jempolan, membuat produk batik Siti sempat mencuri perhatian beberapa negara tetangga. Jangan heran, bila ia pun sempat dipercaya sebagai duta batik dan dikirim ke luar negeri.

"Sejak 2004 kita ada misi budaya ke Jepang. Itali juga pernah. Lalu China, Thailand, cuma yang paling diterima itu di Jepang. Mereka mengapresiasi sekali batik Madura kita," katanya dengan semringah.

Sementara itu, sudah berkiprah di bisnis batik sejak 1996, saat ini perajin yang telah dipekerjakan Siti berjumlah sekitar 180 orang. Adapun mengenai pemasaran, Pesona Batik Madura tak hanya memiliki workshop di Jawa Timur, namun juga sudah membuka outlet di Jakarta, tepatnya di daerah Pejompongan dan Grand Indonesia.

Terkait kendala dalam melanggengkan usaha keluarga turun temurunnya itu, ia mengungkapkan, dewasa ini kerap terkendala masalah pemasaran produk. Diakuinya, hal itu lantaran pihaknya yang masih mengandalkan sistem penjualan konvensional, dan masih dalam tahap perencanaan memanfaatkan sistem pemasaran daring melalui media sosial.

"Kita pingin mulai jual online ya mas. Karena sekarang semua serba online. Kayanya bakal kalah kalau kita nggak ngikutin," kata dia.

Disinggung peran pemerintah, dirinya menilai, sejauh ini pemerintah khususnya Pemda sudah sangat mendukung industri batik di daerahnya. Salah satu keseriusan mereka dapat dilihat dari pembentukan koperasi yang dikhususkan bagi para perajin batik dan masih tetap konsisten beroperasi hingga saat ini.

"Harapannya ya pingin gimana batik bisa membludak lagi. Apalagi ini sudah masuk UNESCO. Kedepan harus lebih maju dan lebih banyak lagi variasi yang muncul, tanpa melupakan pakem nenek moyang tentunya," tukas Siti menutup.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

4 Pasang Kontestan Pilkada Kota Bogor Lolos Uji Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 11:45 WIB

Semua para calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.



Soal Video Mesum Mirip Marion Jola, Ini Komentar Maia Estianty

Rabu, 17 Januari 2018 11:44 WIB

Maia Estianty mengaku sudah mengetahui isu video mesum mirip kontestan Indonesian Idol bernama Marion Jola


Ronaldinho Ingin Akhiri Karier dengan Tur Keliling Dunia

Rabu, 17 Januari 2018 11:43 WIB

Ronaldo salah satu ikon sepakbola dunia


Kebijakannya Dikritik DPRD, Sandiaga Pilih Dengarkan Saran Menteri Rini

Rabu, 17 Januari 2018 11:42 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pagar itu dicabut karena terlihat tidak bagus.


Nekat Jambret di Tempat Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 11:41 WIB

Polisi sigap mendengar teriakan dua siswa yang akan dijambret.


Sandiaga Ngaku Bakal Tunaikan Semua Kontrak Politiknya

Rabu, 17 Januari 2018 11:32 WIB

Keberadaan becak adalah kontrak politik gubernur sebelumnya.


Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Mengaku Stres

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Amanda mengaku trauma untuk keluar rumah.


Selama Dini Hari Tadi, 19 Kali Guguran Warnai Gunung Sinabung

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Sementara itu, aktifitas kegempaan juga masih terus berlangsung. Tercatat gempa terjadi sebanyak 37 kali sepanjang subuh.


Tiga Hari Hilang, Saat Ditemukan Purnawiraman TNI Ini Luka di Kepala

Rabu, 17 Januari 2018 11:20 WIB

Ia ditemukan Polisi di kawasan Jalur Bus TransJakarta di Tanjung Priok.


Soal Perceraiannya, Ahok Hingga Kini Belum Dapat Panggilan dari PN Jakut

Rabu, 17 Januari 2018 11:11 WIB

Josefina tetap menunggu surat pemanggilan tersebut. Bahkan hal ini sudah dilaporkan ke kliennya pada Jumat (12/1) lalu.


Kaesang Pangarep Buktikan Kakaknya Mirip Personel Meteor Garden

Rabu, 17 Januari 2018 11:10 WIB

Kaesang Pangarep posting foto Gibran Rakabuming Raka yang buat warganet ngakak.


Anggaran FORMI Surabaya 2018 Capai Rp1,1 Miliar

Rabu, 17 Januari 2018 11:08 WIB

Anggaran FORMI yang dianggarkan dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai Rp1,1 miliar.


Dominasi Laga, Persija Justru Terima Kekecewaan dari Tim Malaysia

Rabu, 17 Januari 2018 11:04 WIB

Gol ke gawang Persija justru dicetak oleh sang mantan


Yeay... Bulan April, Bus Wisata akan Hadir di Kota Banjarbaru

Rabu, 17 Januari 2018 11:02 WIB

Peluncuran dua unit bus wisata itu direncanakan bertepatan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2018.