Batik Warisan Nusantara

Batik Pekalongan yang Banyak Coletan

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Selasa, 28 November 2017 09:31 WIB
Share
 
Batik Pekalongan yang Banyak Coletan
Rina Harni, Perajin batik yang turut meramaikan Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang digelar di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017.. AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Turut meramaikan ajang Pameran Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) yang dihelat di Jakarta Convention Center selama 23-26 November 2017, Rina Harni membawa serta ratusan motif batik asal daerahnya, Pekalongan.

Sebegitu banyak model yang telah terlahir, membuat batik Pekalongan memiliki motif dan corak teramat beragam hingga tak ada yang benar-benar serupa antara satu dengan lainnya.

Wanita 40 tahun itu menuturkan, ciri Kekhasan batik daerahnya dipengaruhi oleh berbagai bangsa seperti Tiongkok, Arab, Asia, dan Melayu. Serta tak terlepas dari masa pendudukan Belanda dan Jepang pada zaman lampau sehingga mewarnai dinamika desain dan pola serta tata warna seni batik di Pekalongan.

"Yang mencirikan (batik) khas Pekalongan itu dari warnanya. Kalau Solo-Jogja itu kan coklat, biru-putih, tapi kalau batik Pekalongan itu banyak coletan. Ada birunya, ada merahnya, kuningnya, ada hijaunya, karena kan motif pesisir ya, macem-macem, mirip-mirip Cirebon tapi Pekalongan sendiri ada unsur Chinesenya, ada unsur Cirebonan juga," katanya saat disambangi tim AKURAT.CO, akhir pekan kemarin.

Ia menambahkan, batik dari daerahnya juga biasanya didominasi motif buketan. Kekhasan batik yang kebanyakan dibuat oleh masyarakat pesisir utara pulau Jawa itu kian kentara lantaran dalam sehelai kain batik Pekalongan bisa memiliki 8 corak warna yang berani, dengan kombinasi yang dinamis.

Terkait proses pembuatan, dalam sekali produksi batik Pekalongan biasa dikerjakan secara bersama-sama. Selain lebih efesien, hal itu disiasati Rina agar proses pengerjaannya bisa lebih efektif.

"Proses pembuatan tergantung mas, kalau sarung selendang bapak ibu bisa sampai setahun. Kalau misalnya untuk kemeja pola itu bisa 4 sampai 6 bulan, karena ini kan batik tulis ya... Kalau batik cap sih paling sebulan setengah bulan cukup. Makannya kita ngerjainnya juga sama-sama biasanya," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam upaya menekan biaya produksi dan demi memanfaatkan bahan baku yang tak terpakai lagi, dirinya kerap menggunakan bekas malam atau lilin yang tersisa dalam proses mencanting, sebagai salah satu bahan pewarna batik miliknya.

Adapun soal harga jual, perajin dan pengusaha yang juga memiliki kantor dan toko berbendera Harni Batik di daerah BSD Serpong tersebut biasa membanderol produknya dengan harga Rp300 ribuan untuk batik cap. Sementara untuk batik tulis bisa berkisar di antara Rp4 hingga Rp20 jutaan.

Dirinya beralasan, bukan saja memiliki motif rumit dan memerlukan waktu yang lama dalam proses pembuatan, harga batiknya bisa mencapai puluhan juta rupiah disebabkan karena kain yang digunakan dalam produksi memakai bahan sutra kualitas premium.

Saat ini, tak hanya terjaja di pasar dalam negeri, penjualan Harni Batik juga sudah merambah pasar ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang.

"Kalau batik yang lukis, bukan batik tulis lho mas, tapi yang lukis, pernah juga sampai ke Spanyol," tuturnya.

Disinggung terkait kendala yang ditemui sepanjang berkutat dalam melanggengkan usaha batiknya, ia mengungkapkan kerap terganjal soal bahan baku. Belakangan ini kain sutra yang diimpornya dari China kian sulit ditemukan dan quantitinya semakin mengalami penurunan yang tajam.

Hambatan berikutnya, yakni terkait permodalan yang sulit untuk didapat. Dikatakan Rina, syarat perbankan yang hanya mau menerima jaminan rumah atau bangunan dan tak bisa menjaminkan tanah saja dalam mengajukan pinjaman dirasa cukup memberatkan. Selain itu bunga yang dipatok masih terbilang sangat tinggi, yakni mencapai 9 persen.

Pada kesempatan itu ia menuturkan, kendati banyak perusahaan yang saat ini gencar memberi bantuan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, tapi ia berharap pemerintah bisa turut serta dalam menggenjot industri batik dalam pemasarannya.

Ia juga menekankan, agar pemerintah mulai fokus memperhatikan produksi batik asli lokal, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memangkas peredaran batik printing yang amat merugikan para perajin batik tulis dan cap.

"Harapannya batik tulis dan cap ini lebih diperhatikan, mengurangi banyaknya batik print, dimulai dari pemerintah. Pemerintah kalau bikin seragam jangan batik print mulu. Mereka heboh-heboh genjot batik cap tapi mereka sendiri pakai batik print. Terus, batik print yang (impor) dari China itu mulai bisa di cut," tandas Rina kemudian.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

4 Pasang Kontestan Pilkada Kota Bogor Lolos Uji Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 11:45 WIB

Semua para calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.



Soal Video Mesum Mirip Marion Jola, Ini Komentar Maia Estianty

Rabu, 17 Januari 2018 11:44 WIB

Maia Estianty mengaku sudah mengetahui isu video mesum mirip kontestan Indonesian Idol bernama Marion Jola


Ronaldinho Ingin Akhiri Karier dengan Tur Keliling Dunia

Rabu, 17 Januari 2018 11:43 WIB

Ronaldo salah satu ikon sepakbola dunia


Kebijakannya Dikritik DPRD, Sandiaga Pilih Dengarkan Saran Menteri Rini

Rabu, 17 Januari 2018 11:42 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pagar itu dicabut karena terlihat tidak bagus.


Nekat Jambret di Tempat Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 11:41 WIB

Polisi sigap mendengar teriakan dua siswa yang akan dijambret.


Sandiaga Ngaku Bakal Tunaikan Semua Kontrak Politiknya

Rabu, 17 Januari 2018 11:32 WIB

Keberadaan becak adalah kontrak politik gubernur sebelumnya.


Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Mengaku Stres

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Amanda mengaku trauma untuk keluar rumah.


Selama Dini Hari Tadi, 19 Kali Guguran Warnai Gunung Sinabung

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Sementara itu, aktifitas kegempaan juga masih terus berlangsung. Tercatat gempa terjadi sebanyak 37 kali sepanjang subuh.


Tiga Hari Hilang, Saat Ditemukan Purnawiraman TNI Ini Luka di Kepala

Rabu, 17 Januari 2018 11:20 WIB

Ia ditemukan Polisi di kawasan Jalur Bus TransJakarta di Tanjung Priok.


Soal Perceraiannya, Ahok Hingga Kini Belum Dapat Panggilan dari PN Jakut

Rabu, 17 Januari 2018 11:11 WIB

Josefina tetap menunggu surat pemanggilan tersebut. Bahkan hal ini sudah dilaporkan ke kliennya pada Jumat (12/1) lalu.


Kaesang Pangarep Buktikan Kakaknya Mirip Personel Meteor Garden

Rabu, 17 Januari 2018 11:10 WIB

Kaesang Pangarep posting foto Gibran Rakabuming Raka yang buat warganet ngakak.


Anggaran FORMI Surabaya 2018 Capai Rp1,1 Miliar

Rabu, 17 Januari 2018 11:08 WIB

Anggaran FORMI yang dianggarkan dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai Rp1,1 miliar.


Dominasi Laga, Persija Justru Terima Kekecewaan dari Tim Malaysia

Rabu, 17 Januari 2018 11:04 WIB

Gol ke gawang Persija justru dicetak oleh sang mantan


Yeay... Bulan April, Bus Wisata akan Hadir di Kota Banjarbaru

Rabu, 17 Januari 2018 11:02 WIB

Peluncuran dua unit bus wisata itu direncanakan bertepatan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2018.