Geliat Ekonomi Syariah

Teknologi Finansial Syariah Mampu Gali Potensi Ekonomi Indonesia

akurat logo
Denny Iswanto
Jumat, 10 November 2017 17:18 WIB
Share
 
Teknologi Finansial Syariah Mampu Gali Potensi Ekonomi Indonesia
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, saat membuka seminar bertajuk ‘Growing Demand for Fintech in Islamic Finance and Its Challenges’, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Shari’a Economic Forum 2017, hari ini JUmat (10/11), di Surabaya. . AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) gencar mengangkat pembahasan mengenai potensi teknologi finansial dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Peluang pengembangan Teknologi finansial (Tekfin) syariah memang dianggap cukup besar, seperti terlihat dari fenomena kemunculan Tekfin syariah yang telah terjadi di berbagai belahan dunia.

"Indonesia pun memiliki peluang penerapaan Tekfin syariah yang besar, yang dapat membawa berbagai manfaat," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, saat membuka seminar bertajuk ‘Growing Demand for Fintech in Islamic Finance and Its Challenges’, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Shari’a Economic Forum 2017, hari ini (10/11), di Surabaya.

Seiring berkembangnya teknologi informasi, teknologi finansial berkembang pesat di seluruh dunia, kata Sugeng, Tekfin muncul dalam berbagai bentuk dan skema, termasuk Tekfin syariah yang mulai berkembang.

"Beberapa negara, seperti Dubai, Kanada, Singapura dan Malaysia, telah memiliki Tekfin syariah dalam berbagai bentuk, antara lain yang berfokus pada pemberian pinjaman," ungkapnya.

Dia pun mengatakan, baik pengembangan teknologi finansial maupun pengembangan ekonomi syariah merupakan hal yang menjadi perhatian Indonesia saat ini.

"Bank Indonesia memandang bahwa penerapan teknologi finansial dalam skema syariah tetap perlu mengacu pada focus pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia," tuturnya.

Dalam hal ini, beberapa hal perlu menjadi perhatian, yaitu penguatan aspek kelembagaan infrastruktur Tekfin syariah, penerapan Tekfin secara efisien dan tepat guna, serta sosialisasi dari para pelaku Tekfin ke lembaga-lembaga keuangan syariah di Indonesia serta peningkatan pemahaman masyarakat pada umumnya.

"Dari sisi aplikasinya, banyak bidang usaha yang berpotensi untuk disentuh Tekfin syariah, misalnya kemandirian pesantren berbasis teknologi. Dengan banyaknya produk-produk berkualitas yang dihasilkan oleh berbagai pesantren, Tekfin syariah dapat menyediakan platform kerja sama saling suplai hasil produk antar pesantren," papar Sugeng.

Di bidang lain pun, ia menjelaskan bahwa seperti wisata halal, potensi kehadiran Tekfin untuk memfasilitasi layanan pembayaran atau pemasaran juga sangat besar.

"Dalam menggali potensi Tekfin berbasis syariah di Indonesia, usaha seluruh pihak harus dikerahkan," ucapnya.

Menurut Sugeng, rambu-rambu syariah di area Tekfin, mulai dari akad, syarat, rukun, hukum, administrasi pajak, akuntansi, hingga audit, perlu diyakini dan dijaga dengan baik.

"Oleh karenanya, para akademisi, pakar fiqih, regulator, praktisi keuangan, dan pelaku start-up perlu duduk bersama dan bersinergi untuk terus melakukan kajian, pengembangan serta pengawasan terhadap aplikasi Fintech berbasis syariah, khususnya di Indonesia," pungkas Sugeng. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Benchmark BUMN Menapaki Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.