Kemenkeu Berikan Penghargaan Laporan Keuangan 2016, Ini Daftar Penerimanya

akurat logo
Denny Iswanto
Kamis, 14 September 2017 16:13 WIB
Share
 
Kemenkeu Berikan Penghargaan Laporan Keuangan 2016, Ini Daftar Penerimanya
Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 bertajuk "Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Indonesia Sejahtera" di gedung Dhanapala Kemenkeu Jakarta, Kamis (14/9). . Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto.

AKURAT.CO, Kementerian Keuangan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian, Lembaga dan Daerah yang menerima status laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan 2016.

Penghargaan ini langsung diberikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kepada pejabat-pejabat yang institusinya telah berjuang keras untuk membuat anggaran dan laporan keuangannya kredibel, saat Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2017 di gedung Dhanapala Kemenkeu Jakarta, Kamis (14/9).

Berikut kementerian dan lembaga yang mendapatkan piagam penghargaan atas laporan keuangan tahun 2016: 

1. Kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang menerima penghargaan simbolis raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 tahun berturut-turut (2012-2016):

Kementerian Perdagangan
Mahkamah Agung
Provinsi D.I Yogyakarta
Kabupaten Ogam Komering Ilir
Kota Depok

2. Lembaga negara yang memperoleh WTP 5 kali berturut-turut (2012-2016):

Dewan Perwakilan Rakyat
Badan Pemeriksa Keuangan
Badan SAR Nasional
Badan Intelijen Negara
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 
Komisi Pemberantasan Korupsi
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Badan Tenaga Nuklir Nasional
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Badan Kepegawaian Negara
Mahkamah Konstitusi
Lembaga Administrasi Negara
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Sekretaris Kabinet
Dewan Ketahanan Nasional
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha
Komisi Yudisial

3. Pemerintah kabupaten yang memperoleh opini WTP 5 kali berturut-turut (2012-2016):

Kabupaten Boyolali
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Aceh Besar
Kabupaten Semarang
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banggai
Kabupaten Gowa
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Kabupaten Karimun
Kabupaten Bintan
Kabupaten Way Kanan
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Tojo Una Una
Kabupaten Lampung Barat

4. Kementerian yang memperoleh opini WTP 5 kali berturut-turut (2012-2016):

Kementerian Keuangan
Kementerian Perindustrian
Bappenas
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan
Kementerian Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan

5. Pemerintah provinsi yang memperoleh opini WTP 5 kali berturut-turut (2012-2016):

Provinsi Jawa Barat
Provinsi Kepulauan Riau
Provinsi Nusa Tenggara Barat

6. Pemerintah kabupaten yang memperoleh opini WTP 5 kali berturut-turut (2012-2016):

Kota Batam
Kota Bandar Lampung
Kota Denpasar
Kota Surakarta
Kota Banda Aceh
Kota Lubuk Linggau
Kota Metro
Kota Banjar
Kota Sabang. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Apartemen Cimanggis City Bisa Dicicil Rp2 Juta per Bulan

Sabtu, 18 November 2017 11:46 WIB

Besaran DP pun bisa berkurang melihat kemampuan dari calon pembeli dan mempertimbangkan hal lainnya.


Ribuan Warga Muhammadiyah Peringati Milad ke-105 di Surabaya

Sabtu, 18 November 2017 11:46 WIB

Peringatan milad Muhammadiyah di Tugu Pahlawan Surabaya diharapkan memberi spirit dalam pergerakan Muhammadiyah.


Disney Tugaskan Stephen Chbosky Menulis Film Prince Charming

Sabtu, 18 November 2017 11:41 WIB

Disney menugaskan Stephen Chbosky untuk menulis film baru 'Prince Charming'.


Aneh, Burung Misterius Hanya Menyerang Pesawat yang Ditumpangi Orang Kristen

Sabtu, 18 November 2017 11:40 WIB

Burung itu ingin menyerang langsung ke posisi pilot, dan berusaha membuat pesawat jatuh dan kecelakaan


Perubahan Cuaca yang Tidak Menentu Berpotensi Munculnya Wabah Penyakit Ini

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan beberapa macam penyakit.


Indonesia-Malaysia Gunakan Cara Scientific Tepis Tuduhan Uni Eropa Terkait Kelapa Sawit

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Indonesia dan Malaysia berinisiatif untuk mendirikan yang kita sebut councel of palm Oil Produsing Countries.


Billy Reid Hadirkan Sunglasses ala Zaman Klasik

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Brand ini mengeluarkan koleksi kacamata model terbaru yang menjanjikan penggunanya lebih percaya diri.


Buka Cabang Baru, Equity Finance Indonesia Bidik Pembiayaan Rp130 Miliar

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Selama ini pembiayaan di Bali, lebih banyak diserap oleh sektor pariwisata mengingat Pulau Dewata merupakan daerah tujuan wisata.


Bukti Mencengangkan, Mobil Listrik Ternyata Tidak Selalu Ramah Lingkungan

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Mobil listrik diklaim ramah lingkungan dan dianggap tidak mengeluarkan emisi penyebab polisi, Tapi...


Pemkab Gandeng Kementerian Kominfo Gelar Edukasi UMKM Go Online

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program pemerintah menuju 8 juta UMKM.


108 Pemuda asal Maluku Utara Lulus Seleksi Masuk TNI

Sabtu, 18 November 2017 11:28 WIB

Selama sepekan lebih para peserta mengikuti karantina yang dipusatkan di Kompi Khusus Yonif RK 732/Banau


Berbahaya! Jangan Merokok di Depan Anak-Anak!

Sabtu, 18 November 2017 11:27 WIB

Rokok merupakan penyebab utama kanker. Sangat penting bagi keluarga untuk bekerja sama menjauhkan anak dari rokok.


Misi Rahasia Zuma SpaceX Ditunda Peluncurannya

Sabtu, 18 November 2017 11:25 WIB

Zuma adalah misi yang sifat dan badan di baliknya sangat mesterius.


Reaksi Mahfud MD terkait Rencana Pengacara Setnov Tuntut KPK ke Pengadilan HAM

Sabtu, 18 November 2017 11:19 WIB

Mahfud MD menilai pengacara Setya Novanto tak mengetahui fungsi dan tugas pengadilan HAM Internasional.


Puluhan UMKM Ramaikan Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah

Sabtu, 18 November 2017 11:16 WIB

Dulu, Indonesia menjadi penghasil lada terbesar di dunia, tetapi sekarang Indonesia berada di urutan keempat.