Optimalisasi Operasional BUMN Garam di NTT, Menko Luhut Pastikan Tak Lagi Impor

akurat logo
Aji Nurmansyah
Kamis, 14 September 2017 13:20 WIB
Share
 
Optimalisasi Operasional BUMN Garam di NTT, Menko Luhut Pastikan Tak Lagi Impor
Kantor Produksi PT. Garam (Persero), Sumenep, Jawa Timur. . Foto: ptgaram.com

AKURAT.CO, Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang yang dikelilingi lautan. Namun ironis Indonesia harus impor garam lantaran kekurangan porsi garam dalam negeri. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa Pemerintah sedang berusaha menyelesaikan permasalahan garam yang berlarut-larut.

"Masalah garam ini bertahun-tahun tidak selesai, karena memang dibiarkan tidak selesai. Garam ini ada 2 macam garam konsumsi dan garam industri garam konsumsi pengelolaannya tidak bagus. Kita bikin berapa hektare sehingga bisa produksi lagi. Saya sudah lapor secara bertahap kepada Presiden. Semua sekarang berjalan," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Maritim kemarin (13/9).

Pemerintah fokus memperluas areal pengelolaan garam tersebut. Beberapa daerah dijadikan sentra produksi garam nasional. Jika garam konsumsi di kelola dengan baik dan terstruktur, ia yakin produksi garam akan kembali melimpah. Luhut memprediksi dalam 2 tahun mendatang pemerintah berusaha tidak lagi mengimpor garam. 

"Kita lihat dalam dua tahun. Ke depankita tidak perlu lagi imporgaram konsumsi berlebihan. Pengelolaannya tidak efisien," tambahnya. ‎

Sebagai solusi dari kasus kelangkaan garam tersebut. Pemerintah mengembangkan sekitar 400 hektare lahan yang sedang digarap oleh PT Garam, lahan baru tersebut berada di daerah Nusa Tenggara Timur dan sudah mulai berproduksi. Kendati demikian PT Garam masih memiliki pekerjaan rumah untuk kembali mengembangkan sekitar 255 hektare ladang Garam baru.

Tak hanya membuka kawasan produksi ladang garam baru. Pemerintah juga berusaha membangun sistem untuk mengantisipasi kelangkaan garam produksi dalam negeri. Pasalnya target pemerintah bahwa dalam dua tahun mendatang tidak ada lagi impor garam. 

Pemerintah akan membuat koperasi garam yang rencananya akan dikerjakan oleh rakyat. Pemerintah berupaya menyiapkan sistemnya termasuk pengairan terhadap koperasi garam tersebut. Dan masyarakat berusaha memproduksi garam dan akan dibeli oleh pemerintah melalui koperasi tersebut. Disisi lain masyarakat akan diberikan pendampingan bagaimana memproduksi garam yang berkualitas

"Kita buat koperasi, rakyat yang kerjakan, airnya disiapkan pemerintah. Kita sudah lihat contohnya di Madura, NTT, Rantepao, Janeponto jadi dengan begini semua bisa berjalan," tutup dia.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pergantian Setya Novanto Hanya Menunggu Waktu, Agar Tidak Ditinggal Pemilih

Sabtu, 25 November 2017 00:07 WIB

Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa ?pergantian Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar hanya menunggu waktu.


GMT Institute Beri Pelatihan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara

Jumat, 24 November 2017 23:54 WIB

GMT Institute sebagai lembaga yang khusus memberikan pelatihan praktis di bidang manajemen properti bagi pengembang.


Din Syamsuddin 'Tersanjung' Pengakuan Tokoh Buddha Tentang Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:48 WIB

Din Syamsuddin mengungkapkan kesaksian dua tokoh agama dari Jepang bahwa Pancasila bisa menjadi contoh bagi dunia.


Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.