Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Reklamasi Pulau C dan D di Teluk Jakarta

akurat logo
Aji Nurmansyah
Kamis, 14 September 2017 11:10 WIB
Share
 
Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Reklamasi Pulau C dan D di Teluk Jakarta
Ilustrasi Foto udara pulau C pada reklamasi di Teluk Jakarta. . Foto: timesindonesia.co.id

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa proses reklamasi di Teluk Jakarta akan dilanjutkan. Pasalnya setelah lama berlarut-larut tanpa kejelasan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan pihak terkait sudah‎ memastikan Proses reklamasi sudah diselesaikan terutam di Pulau C dan Pulau D. Sementara untuk pulau G masih dalam tahap finalisasi.
 
"Reklamasi pulau  C dan D sudah selesai semua persyaratan dari pengembang di 11 titik yang disyaratkan Kementerian LHK, sudah di penuhi, jadi tidak ada alasan lagi kita berlama-lama, yang pulang G minggu depan akan difinalisasi," ujar Menko Luhut , kamerin (13/9).

Menurut dia, dengan keluarnya keputusan akan dilanjutkan nya reklamasi itu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dipastikan akan mendapatkan dana senilai Rp77,8triliun. Menko mengaku pemerintah akan menggunakan uang tersebut untuk membangun Giant Sea Wall (Tanggul Raksasa di teluk Jakarta). Pasalnya pembangunan tangg‎ul raksasa tersebut tidak bisa ditunda lagi. Sebab jika tidak akan berakibat pada tenggelamnya Jakarta.

"Pemda akan dapat 15 persen dari reklamasi itu.Dan nilainya itu hampir Rp77,8 triliun. Uangnya akan digunakan untuk membangun Giant Sea Wall itu tidak bisa di tunda lagi. Semua kajian-kajian lain atau orang yang memberikan komentar di luar kita akomodas,  kita ajak diskusi, tidak ada yang ditutupi,‎" tambahnya. 

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaludin menjelaskan bahwa semua persyaratan untuk melanjutkan proses pembangunan reklamasi sudah dipenuhi oleh pengembang. Saat ini Pulau C dan D sudah disetujui dan sedang menunggu keputusan terakhir dari pemerintah pusat. Sementara untuk Pulau G masih dalam tahap finalisasi. 

"Topik nya bukan reklamasi topik nya mengintegrasikan National Capital Integrated Coastal Development. Masalah penurunan tanah reklamasi dan lain-lain itu yang perlu di lindungi‎, perlu meningkatkan aspek lahan yang ada. Dan untuk masalah hukumnya sudah clear. Pulau C dan D sudah selesai. Pulau G sedang rapat semua syarat teknis sudah diselesaikan oleh dinas lingkungan hidup DKI," tambahnya saat ditemui di tempat yang sama. 

Sementara itu, untuk isu nelayan yang terzdolimi lantaran adanya pembangunan reklamasi teluk Jakarta tersebut. Ridwan menegaskan nelayan akan dibuatkan alurnya sehingga proses pembangunan reklamasi tetap memberikan akses pagi para nelayan untuk bisa keluar masuk dan melakukan operasionalisasi penangkapan ikan tanpa terganggu. 
 
"Bagaimana nasib nelayan sudah dibuat kan alurnya sehingga bisa keluar masuk. Jadi tidak ada yang terdzolimi," tutup dia. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Apartemen Cimanggis City Bisa Dicicil Rp2 Juta per Bulan

Sabtu, 18 November 2017 11:46 WIB

Besaran DP pun bisa berkurang melihat kemampuan dari calon pembeli dan mempertimbangkan hal lainnya.


Ribuan Warga Muhammadiyah Peringati Milad ke-105 di Surabaya

Sabtu, 18 November 2017 11:46 WIB

Peringatan milad Muhammadiyah di Tugu Pahlawan Surabaya diharapkan memberi spirit dalam pergerakan Muhammadiyah.


Disney Tugaskan Stephen Chbosky Menulis Film Prince Charming

Sabtu, 18 November 2017 11:41 WIB

Disney menugaskan Stephen Chbosky untuk menulis film baru 'Prince Charming'.


Aneh, Burung Misterius Hanya Menyerang Pesawat yang Ditumpangi Orang Kristen

Sabtu, 18 November 2017 11:40 WIB

Burung itu ingin menyerang langsung ke posisi pilot, dan berusaha membuat pesawat jatuh dan kecelakaan


Perubahan Cuaca yang Tidak Menentu Berpotensi Munculnya Wabah Penyakit Ini

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan beberapa macam penyakit.


Indonesia-Malaysia Gunakan Cara Scientific Tepis Tuduhan Uni Eropa Terkait Kelapa Sawit

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Indonesia dan Malaysia berinisiatif untuk mendirikan yang kita sebut councel of palm Oil Produsing Countries.


Billy Reid Hadirkan Sunglasses ala Zaman Klasik

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Brand ini mengeluarkan koleksi kacamata model terbaru yang menjanjikan penggunanya lebih percaya diri.


Buka Cabang Baru, Equity Finance Indonesia Bidik Pembiayaan Rp130 Miliar

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Selama ini pembiayaan di Bali, lebih banyak diserap oleh sektor pariwisata mengingat Pulau Dewata merupakan daerah tujuan wisata.


Bukti Mencengangkan, Mobil Listrik Ternyata Tidak Selalu Ramah Lingkungan

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Mobil listrik diklaim ramah lingkungan dan dianggap tidak mengeluarkan emisi penyebab polisi, Tapi...


Pemkab Gandeng Kementerian Kominfo Gelar Edukasi UMKM Go Online

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program pemerintah menuju 8 juta UMKM.


108 Pemuda asal Maluku Utara Lulus Seleksi Masuk TNI

Sabtu, 18 November 2017 11:28 WIB

Selama sepekan lebih para peserta mengikuti karantina yang dipusatkan di Kompi Khusus Yonif RK 732/Banau


Berbahaya! Jangan Merokok di Depan Anak-Anak!

Sabtu, 18 November 2017 11:27 WIB

Rokok merupakan penyebab utama kanker. Sangat penting bagi keluarga untuk bekerja sama menjauhkan anak dari rokok.


Misi Rahasia Zuma SpaceX Ditunda Peluncurannya

Sabtu, 18 November 2017 11:25 WIB

Zuma adalah misi yang sifat dan badan di baliknya sangat mesterius.


Reaksi Mahfud MD terkait Rencana Pengacara Setnov Tuntut KPK ke Pengadilan HAM

Sabtu, 18 November 2017 11:19 WIB

Mahfud MD menilai pengacara Setya Novanto tak mengetahui fungsi dan tugas pengadilan HAM Internasional.


Puluhan UMKM Ramaikan Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah

Sabtu, 18 November 2017 11:16 WIB

Dulu, Indonesia menjadi penghasil lada terbesar di dunia, tetapi sekarang Indonesia berada di urutan keempat.