Sebut Kebijakan Jokowi Sesat, Faisal Basri: Harusnya Infrastruktur Fintech Dibangun

akurat logo
Denny Iswanto
Rabu, 13 September 2017 17:00 WIB
Share
 
Sebut Kebijakan Jokowi Sesat, Faisal Basri: Harusnya Infrastruktur Fintech Dibangun
Ilustrasi Financial Technology (Fintech). . Foto: comparelend.com

AKURAT.CO, Pengamat Ekonomi Senior Faisal Basri mengungkapkan cara agar perekonomian Indonesia bisa bangkit kembali yakni dengan pengembangan bisnis berbasis digital atau Fintech dan E-commerce.

"Yang bisa membuka kotak Pandora perekonomian Indonesia ya Fintech yang bisa mengakselerasi. Sayangnya kita masih sangat tertinggal. Tapi syukur ya meskipun terlambat tapi kita sudah memikirkan ini kembali dan akan meningkat cepat," ujarnya saat ditemui di Menara BCA Jakarta, Rabu (13/9).

Faisal Basri mengungkapkan data bahwa dari 63 negara Indonesia berada pada peringkat 59 menurut IMD world digital competitiveness ranking dalam sisi Fintech atau bisnis digital. Sangat tertinggal apalagi dengan Malaysia bahkan Singapura.

"Masa kita satu tingkat sedikit diatas Venezuela, negara yang sedang heboh ekonominya, skor Indonesia masih 44 di bidang Fintech ini. Kalau di pelajaran kuliah sudah pasti saya kasih nilai 'D'. Malaysia saja sudah di angka 79 nilainya, ya B minus lah. Apalagi Singapura yang nilainya sudah 100," paparnya.

Faisal Basri juga melihat data pertumbuhan kualitas Fintech dari 2013 sampai 2017 tidak ada perbaikan. Trend digital indonesia tak mengalami percepatan.

"Saya sudah capek deh kalau pejabat hanya ngomong saja. Saya kritik ke kantor Kominfo pak Rudiantara. Lelang frekuensi tak transparan bahkan ada perusahaan yang dapat tanpa lelang. Pas satelit rusak, kena kita semua. Bagaimana kita semua bisa bersaing di industri digital ini," kritik dia.

Tugas negara, menurut dirinya bukan mengatur teman-teman pengusaha karena semakin diatur malah semakin repot tapi backup dari segi Infrastruktur.

"Agak sesat pak Jokowi ini. Jangan jalan tol melulu, jadi bicara kemana-mana tapi infrastruktur di udara tidak diatur. Mungkin karena UUD 45 tidak menyatakan itu karena bunyinya, Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikelola oleh Negara, jadi yang udara lupa padahal potensinya sangat besar," tambah Faisal Basri.

Tapi dari kekurangan Indonesia dalam segi bisnis digital ini ternyata Faisal Basri mengungkapkan sisi agility pengusaha muda sangat tinggi.

"Pelaku dan pengusaha muda itu ternyata lincah. Pelakunya siap nih sampai saya merinding melihat datanya. Ada harapan ternyata. Data ini transparan dan akurat karena selalu diperbarui tidak seperti data kemiskinan dll. Sektor yang paling berkembang pesat adalah informasi dan komunikasi ini harus di fokusi oleh Pemerintah karena sharenya masih kecil ke PDB padahal pertumbuhannya luar biasa," kata Faisal.

Dia menegaskan bahwa Pemerintah dan seluruh pengusaha Fintech di Indonesia harus berhati-hati, karena bila tidak cepat-cepat maka pangsa pasar di Indonesia akan dikuasai oleh asing. 

"Facebook diam-diam sudah datang ke petani-petani dengan medianya dan menawarkan produknya dengan tujuan ingin mensejahterakan petani. Ini sudah masuk ke pasar yang semua orang tidak pernah memperkirakannya loh. Makanya Alibaba juga mau masuk kesini karena melihat potensi pasar Indonesia yang begitu besar," tandasnya. []

 


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Disney Tugaskan Stephen Chbosky Menulis Film Prince Charming

Sabtu, 18 November 2017 11:41 WIB

Disney menugaskan Stephen Chbosky untuk menulis film baru 'Prince Charming'.


Aneh, Burung Misterius Hanya Menyerang Pesawat yang Ditumpangi Orang Kristen

Sabtu, 18 November 2017 11:40 WIB

Burung itu ingin menyerang langsung ke posisi pilot, dan berusaha membuat pesawat jatuh dan kecelakaan


Perubahan Cuaca yang Tidak Menentu Berpotensi Munculnya Wabah Penyakit Ini

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan beberapa macam penyakit.


Indonesia-Malaysia Gunakan Cara Scientific Tepis Tuduhan Uni Eropa Terkait Kelapa Sawit

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Indonesia dan Malaysia berinisiatif untuk mendirikan yang kita sebut councel of palm Oil Produsing Countries.


Billy Reid Hadirkan Sunglasses ala Zaman Klasik

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Brand ini mengeluarkan koleksi kacamata model terbaru yang menjanjikan penggunanya lebih percaya diri.


Buka Cabang Baru, Equity Finance Indonesia Bidik Pembiayaan Rp130 Miliar

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Selama ini pembiayaan di Bali, lebih banyak diserap oleh sektor pariwisata mengingat Pulau Dewata merupakan daerah tujuan wisata.


Bukti Mencengangkan, Mobil Listrik Ternyata Tidak Selalu Ramah Lingkungan

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Mobil listrik diklaim ramah lingkungan dan dianggap tidak mengeluarkan emisi penyebab polisi, Tapi...


Pemkab Gandeng Kementerian Kominfo Gelar Edukasi UMKM Go Online

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program pemerintah menuju 8 juta UMKM.


108 Pemuda asal Maluku Utara Lulus Seleksi Masuk TNI

Sabtu, 18 November 2017 11:28 WIB

Selama sepekan lebih para peserta mengikuti karantina yang dipusatkan di Kompi Khusus Yonif RK 732/Banau


Berbahaya! Jangan Merokok di Depan Anak-Anak!

Sabtu, 18 November 2017 11:27 WIB

Rokok merupakan penyebab utama kanker. Sangat penting bagi keluarga untuk bekerja sama menjauhkan anak dari rokok.


Misi Rahasia Zuma SpaceX Ditunda Peluncurannya

Sabtu, 18 November 2017 11:25 WIB

Zuma adalah misi yang sifat dan badan di baliknya sangat mesterius.


Reaksi Mahfud MD terkait Rencana Pengacara Setnov Tuntut KPK ke Pengadilan HAM

Sabtu, 18 November 2017 11:19 WIB

Mahfud MD menilai pengacara Setya Novanto tak mengetahui fungsi dan tugas pengadilan HAM Internasional.


Puluhan UMKM Ramaikan Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah

Sabtu, 18 November 2017 11:16 WIB

Dulu, Indonesia menjadi penghasil lada terbesar di dunia, tetapi sekarang Indonesia berada di urutan keempat.


Kini Anda Bisa Simpan dan Bagikan Stories di Instagram

Sabtu, 18 November 2017 11:12 WIB

Fitur-fitur ini akan tersedia bagi seluruh pengguna Instagram dalam beberapa minggu mendatang.


Dituduh Pindah Agama, Ini Jawaban Rina Nose

Sabtu, 18 November 2017 11:11 WIB

Rina Nose angkat bicara terhadap tuduhan yang dianggapnya sudah melewati batas.