MAI Bantah Minta Bagian Divestasi Saham Freeport

akurat logo
Aji Nurmansyah
Rabu, 13 September 2017 14:59 WIB
Share
 
MAI Bantah Minta Bagian Divestasi Saham Freeport
PT Freeport Indonesia . Foto: Foto: bizjournals.com

AKURAT.CO, Ketua Umum Masyarakat Adat Independen (MAI) Papua membantah keras adanya isu bahwa organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya minta bagian dari saham Freeport. Pasalnya ada beberapa oknum yang diduga mengaku wakil suku adat meminta bagian dari saham Freeport.

"Pasca perundingan dimana beberapa oknum mengklaim sebagai wakil suku untuk meminta saham, untuk itu kami perlu tegaskan beberapa tidak benar," ujar Ketua MAI Servina Magal melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (13/9). 

Pasca dicapainya kesepakatan antara Pemerintah dan Freeport dimana Freeport bersedia memenuhi kewajibannya yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Antara lain Freeport meninggalkan rezim kontrak karya (KK) dan beralih dengan menjalankan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Selain itu Freeport bersedia melakukan divestasi saham mencapai 51 persen. Pembangunan smelter hingga tahun 2022 dan Perpanjangan kontrak 2x10 tahun hingga 2041. 

Kesepakatan yang dicapai tersebut, ditanggapi dengan rasa suka cita oleh Masyarakat Adat Independen (MAI) Papua. Pasalnya MAI menganggap hal itu merupakan keberhasilan pemerintah untuk membuat Freeport yang salam ini bercokol tanpa terkontrol dengan baik. Mau mematuh prosedur dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. 

"Kami menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri ESDM, Jonan. Dimana dalam kurun waktu 6 bulan memaksakan perusahaan agar patuh pada prosedur yang berlaku di Indonesia," tambahnya. 

Menurut dia‎, MAI hanya minta nasib rakyat Papua diperhatikan. Dibentuk sejak Maret 2017, Masyarakat Adat Independen tak lain adalah wadah korban freeport yang terdiri dari Suku Amungme dan Kamoro. Kami yang mengalami dampak di sekitar areal pertambangan selama freeport beroperasi. Kami ingin bersuara agar nasib kami diperhatikan

Melihat dinamika pasca perundingan final, dimana beberapa oknum mengklaim sebagai wakil suku untuk meminta saham, untuk itu kami perlu tegaskan beberapa hal:

1. Bahwa mereka yang mengatasnamakan masyarakat suku di sekitar Mimika murni para elit lokal, bukan masyarakat yang menderita seperti kami. Maka itu kami menolak seluruh permintaan saham yang mengatasnama masyarakat adat.

2. Kami tidak pernah menyampaikan bagi saham sebab itu merupakan ranah urusan pemerintahan. Yang kami perlukan adalah adanya keberpihakan negara pada ruang hidup yang telah rusak dan tercemar

3. Jika Freeport melanggar kesepakatan maka tambang harus ditutup 

4. Perlu audit secara menyeluruh selama proses divestasi

Melalui keterangan tertulisnya ini juga, pihak MAI mengundang secara terbuka Presiden RI Joko Widodo bersama menteri ESDM Jonan agar turun ke Timika bertemu secara khusus dengan korban freeport masyarakat adat pemilik hak ulayat. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Disney Tugaskan Stephen Chbosky Menulis Film Prince Charming

Sabtu, 18 November 2017 11:41 WIB

Disney menugaskan Stephen Chbosky untuk menulis film baru 'Prince Charming'.


Aneh, Burung Misterius Hanya Menyerang Pesawat yang Ditumpangi Orang Kristen

Sabtu, 18 November 2017 11:40 WIB

Burung itu ingin menyerang langsung ke posisi pilot, dan berusaha membuat pesawat jatuh dan kecelakaan


Perubahan Cuaca yang Tidak Menentu Berpotensi Munculnya Wabah Penyakit Ini

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan beberapa macam penyakit.


Indonesia-Malaysia Gunakan Cara Scientific Tepis Tuduhan Uni Eropa Terkait Kelapa Sawit

Sabtu, 18 November 2017 11:39 WIB

Indonesia dan Malaysia berinisiatif untuk mendirikan yang kita sebut councel of palm Oil Produsing Countries.


Billy Reid Hadirkan Sunglasses ala Zaman Klasik

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Brand ini mengeluarkan koleksi kacamata model terbaru yang menjanjikan penggunanya lebih percaya diri.


Buka Cabang Baru, Equity Finance Indonesia Bidik Pembiayaan Rp130 Miliar

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Selama ini pembiayaan di Bali, lebih banyak diserap oleh sektor pariwisata mengingat Pulau Dewata merupakan daerah tujuan wisata.


Bukti Mencengangkan, Mobil Listrik Ternyata Tidak Selalu Ramah Lingkungan

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Mobil listrik diklaim ramah lingkungan dan dianggap tidak mengeluarkan emisi penyebab polisi, Tapi...


Pemkab Gandeng Kementerian Kominfo Gelar Edukasi UMKM Go Online

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program pemerintah menuju 8 juta UMKM.


108 Pemuda asal Maluku Utara Lulus Seleksi Masuk TNI

Sabtu, 18 November 2017 11:28 WIB

Selama sepekan lebih para peserta mengikuti karantina yang dipusatkan di Kompi Khusus Yonif RK 732/Banau


Berbahaya! Jangan Merokok di Depan Anak-Anak!

Sabtu, 18 November 2017 11:27 WIB

Rokok merupakan penyebab utama kanker. Sangat penting bagi keluarga untuk bekerja sama menjauhkan anak dari rokok.


Misi Rahasia Zuma SpaceX Ditunda Peluncurannya

Sabtu, 18 November 2017 11:25 WIB

Zuma adalah misi yang sifat dan badan di baliknya sangat mesterius.


Reaksi Mahfud MD terkait Rencana Pengacara Setnov Tuntut KPK ke Pengadilan HAM

Sabtu, 18 November 2017 11:19 WIB

Mahfud MD menilai pengacara Setya Novanto tak mengetahui fungsi dan tugas pengadilan HAM Internasional.


Puluhan UMKM Ramaikan Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah

Sabtu, 18 November 2017 11:16 WIB

Dulu, Indonesia menjadi penghasil lada terbesar di dunia, tetapi sekarang Indonesia berada di urutan keempat.


Kini Anda Bisa Simpan dan Bagikan Stories di Instagram

Sabtu, 18 November 2017 11:12 WIB

Fitur-fitur ini akan tersedia bagi seluruh pengguna Instagram dalam beberapa minggu mendatang.


Dituduh Pindah Agama, Ini Jawaban Rina Nose

Sabtu, 18 November 2017 11:11 WIB

Rina Nose angkat bicara terhadap tuduhan yang dianggapnya sudah melewati batas.