Kasus Bayi Debora

Kematian Debora Harus Jadi Komitmen Perbaikan Layanan Rumah Sakit

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Senin, 11 September 2017 14:09 WIB
Share
 
Kematian Debora Harus Jadi Komitmen Perbaikan Layanan Rumah Sakit
Bayi Tiara Debora yang meninggal karena kelalaian RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat.. Foto: Facebook/Birgaldo Sinaga

AKURAT.CO, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan atas musibah yang meninggalnya bayi Tiara Deborah Simanjorang (4 bulan) di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

"Ini harus menjadi pintu masuk untuk perbaikan layanan kesehatan secara komprehensif. Dan akan memanggil pihak rumah sakit pada hari Rabu (13/9)," kata Ketua KPAI, Susanto di Jakarta, Senin (11/9).

Saat ini, KPAI sedang mendalami kasus ini dengan menggali informasi secara imbang. Dalam waktu dekat KPAI akan menggali informasi dari pimpinan Rumah Sakit Mitra Keluarga, klarifikasi secara utuh terkait sistem dan layanan yang dilakukan, kata Susanto seperti dikutip darinkantor berita Antara.

"Meminta Kementerian Kesehatan segera melakukan investigasi terkait kasus ini dan KPAI siap menjadi bagian dari tim tersebut," kata Susanto.

Pemerintah agar melakukan langkah langkah perbaikan terkait sistem layanan kesehatan ramah anak, pembinaan secara berkala, kontrol layanan yang kontinyu dan pemastian semua rumah sakit merealisasikan Undang-Undang, katanya.

"Karena menurut pasal 2 Undang-Undang No. 44/2009 menyatakan rumah sakit diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan," kata Susanto.

Sementara pasal 3 menyatakan rumah sakit bertujuan memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien.

Di lain pihak, pasal 29 ayat 1 e menyatakan setiap rumah sakit mempunyai kewajiban menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu dan miskin.

Kemudian pasal 32 huruf c menyatakan setiap pasien mempunyai hak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi.

"Meminta evaluasi sistem jaminan dan layanan kesehatan di DKI Jakarta, agar berorientasi perlindungan anak, termasuk memastikan semua anak dari keluarga terkendala ekonomi dapat tetap terlayani dengan baik," kata Susanto.

Hal tersebut mengingat DKI Jakarta dari sisi anggaran cukup besar dan selayaknya menjadi barometer percontohan layanan kesehatan yang ramah anak, katanya.

Ia meminta pemerintah yang ditembuskan surat ke Presiden untuk melakukan revisi terhadap Perpres No. 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional, karena secara substantif belum sepenuhnya berperspektif perlindungan anak. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Billy Reid Hadirkan Sunglasses ala Zaman Klasik

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Brand ini mengeluarkan koleksi kacamata model terbaru yang menjanjikan penggunanya lebih percaya diri.


Buka Cabang Baru, Equity Finance Indonesia Bidik Pembiayaan Rp130 Miliar

Sabtu, 18 November 2017 11:33 WIB

Selama ini pembiayaan di Bali, lebih banyak diserap oleh sektor pariwisata mengingat Pulau Dewata merupakan daerah tujuan wisata.


Bukti Mencengangkan, Mobil Listrik Ternyata Tidak Selalu Ramah Lingkungan

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Mobil listrik diklaim ramah lingkungan dan dianggap tidak mengeluarkan emisi penyebab polisi, Tapi...


Pemkab Gandeng Kementerian Kominfo Gelar Edukasi UMKM Go Online

Sabtu, 18 November 2017 11:32 WIB

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan program pemerintah menuju 8 juta UMKM.


108 Pemuda asal Maluku Utara Lulus Seleksi Masuk TNI

Sabtu, 18 November 2017 11:28 WIB

Selama sepekan lebih para peserta mengikuti karantina yang dipusatkan di Kompi Khusus Yonif RK 732/Banau


Berbahaya! Jangan Merokok di Depan Anak-Anak!

Sabtu, 18 November 2017 11:27 WIB

Rokok merupakan penyebab utama kanker. Sangat penting bagi keluarga untuk bekerja sama menjauhkan anak dari rokok.


Misi Rahasia Zuma SpaceX Ditunda Peluncurannya

Sabtu, 18 November 2017 11:25 WIB

Zuma adalah misi yang sifat dan badan di baliknya sangat mesterius.


Reaksi Mahfud MD terkait Rencana Pengacara Setnov Tuntut KPK ke Pengadilan HAM

Sabtu, 18 November 2017 11:19 WIB

Mahfud MD menilai pengacara Setya Novanto tak mengetahui fungsi dan tugas pengadilan HAM Internasional.


Puluhan UMKM Ramaikan Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah

Sabtu, 18 November 2017 11:16 WIB

Dulu, Indonesia menjadi penghasil lada terbesar di dunia, tetapi sekarang Indonesia berada di urutan keempat.


Kini Anda Bisa Simpan dan Bagikan Stories di Instagram

Sabtu, 18 November 2017 11:12 WIB

Fitur-fitur ini akan tersedia bagi seluruh pengguna Instagram dalam beberapa minggu mendatang.


Dituduh Pindah Agama, Ini Jawaban Rina Nose

Sabtu, 18 November 2017 11:11 WIB

Rina Nose angkat bicara terhadap tuduhan yang dianggapnya sudah melewati batas.


Heboh, Burung Misterius Serang Pesawat British Airways Hingga Mendarat Darurat

Sabtu, 18 November 2017 11:09 WIB

Pendeta Kristen menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan 'Setan dalam Bentuk Burung'


Rapper Gary Sambut Anak Pertama Lewat Cara Ini

Sabtu, 18 November 2017 11:05 WIB

Kabar bahagia datang dari Rapper asal Korea Selatan Gary dan sang istri baru saja menyambut anak pertamanya.


UU Penjaminan Belum Punya Aturan Pelaksanaan, Urgensi Agar UMKM Bisa Maju

Sabtu, 18 November 2017 11:01 WIB

UU Penjaminan belum memiliki aturan hukum yang selevel dengan aturan yang digunakan oleh lembaga keuangan lainnya.


Fadly Nurzal Nilai KAHMI Perlu Penguatan Kaderisasi

Sabtu, 18 November 2017 11:00 WIB

Fadly Nurzal menilai independensi HMI perlu ditegakkan.