Sepanjang Pekan Lalu, Laju Rupiah Mampu Kembali Menguat

akurat logo
Romys Binekasri
Minggu, 10 September 2017 09:21 WIB
Share
 
Sepanjang Pekan Lalu, Laju Rupiah Mampu Kembali Menguat
Illustrasi : Mata uang rupiah dan dolar AS. Star berita.com

AKURAT.CO, Pergerakan nilai tukar rupiah di pekan kemarin mampu kembali menguat meski dibarengi dengan pergerakan euro yang cenderung menguat seiring langkah European Central Bank (ECB) yang berencana mengetatkan kebijakan moneternya.

Adapun nilai tukar Rupiah menguat 1,05 persen di atas pekan sebelumnya yang naik 0,067 persen.

Menurut Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, di pekan kemarin, laju Rupiah sempat melemah ke level 13.345 atau lebih baik dari sebelumnya di 13.357. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 13.200 di atas level high sebelumnya di 13.305. Laju Rupiah di pekan kemarin bergerak di atas target support (batas bawah) 13.365 dan resistance (batas atas) 13.295.

"Pergerakan Rupiah masih belum dapat beranjak dari zona merahnya di awal pekan seiring masih menjauhi sejumlah mata uang berisiko termasuk Rupiah," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/9).

Reza menjelaskan, adanya percobaan kembali peluncuran rudal balistik Korea Utara membuat permintaan atas aset-aset safe haven kembali meningkat seperti JPY dan SwissFranc. Di sisi lain, EUR pu menguat memanfaatkan melemahnya USD dan mengantisipasi pertemuan ECB.

Reza menyebut, adanya rilis deflasi tampaknya tidak cukup kuat mengangkat Rupiah seperti saat dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha dimana tampaknya Rupiah tidak banyak meresponnya. Sementara Berkurangnya dominasi EUR dan Swissfranc membuat permintaan akan sejumlah mata uang non safe haven mengalami peningkatan, termasuk Rupiah.

Meskipun demikan, Rupiah turut terbantukan dengan adanya berita penyelenggaraan International Conference dan Call for Paper (ICCAP) 2017 yang dinilai mampu memperkuat jaringan antara pemerintah, akademisi dan pelaku bisnis khususnya di sektor perdagangan.

"Dengan harapan semakin diterimanya barang-barang yang dihasilkan di Indonesia oleh global pada akhirnya dapat memperkuat nilai tukar Rupiah," tuturnya.

? Meski pergerakan USD kembali mengalami pelemahan terhadap JPY dan SwissFranc seiring dengan kembali meningkatnya kekhawatiran akan tensi geopolitik di Semenanjung Korea dan imbas pernyataan The Fed dimana laju inflasi AS masih tertahan namun, tidak cukup membantu laju Rupiah untuk bertahan positif.

? Komentar menteri keuangan Sri Mulyani yang menyampaikan perlunya mewaspadai risiko global yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian nasional dan pencapaian target pembangunan pada 2018, meski sebagai hal positif untuk berjaga-jaga namun, tidak cukup direspon positif pelaku pasar yang menilai Rupiah akan kembali rentan tertekan.

? "Secara tidak terduga, laju Rupiah mampu berbalik menguat cukup tinggi. Kenaikan inipun terjadi di tengah meningkatnya permintaan atas mata uang safe haven, EUR dan CAD, karena pelaku pasar mengkhawatirkan peningkatan plafon utang AS setelah beberapa petinggi partai Demokrat mendukung peningkatan plafon utang yang diajukan Presiden Trump," tuturnya.

Adanya rilis PwC yang memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang menjadi 5 besar dan pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang mengatakan defisit anggaran pada periode akhir Agustus 2017 telah mencapai 1,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp224,3 triliun lebih rendah dari tahun lalu cukup membantu Rupiah berbalik menguat. ?


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Anji Ungkap Bidadari yang Membawanya Menang AMI Awards 2017

Sabtu, 18 November 2017 09:16 WIB

Bentuk kebahagiaan dari kemenangannya di AMI Awards itu dicurahkan Anji melalui akun instagram pribadinya.


Kemajuan Reformasi Pajak Tak Jelas, Dolar AS Melemah

Sabtu, 18 November 2017 09:15 WIB

Dolar AS tertekan karena para investor masih khawatir bahwa rencana reformasi perpajakan tersebut tidak dapat dicapai


Kebakaran Melanda Kawasan Kalianyar Jakarta Barat

Sabtu, 18 November 2017 09:11 WIB

Kebakaran terjadi tepatnya di depan stasiun pos Duri yang tengah dibangun


Pemilik Restoran Ini dapat 'Hadiah' Dari SongSongCouple

Sabtu, 18 November 2017 09:10 WIB

Seorang pemilik restoran kedatangan Song Hye Kyo dan Song Joong Ki di restorannya dan ia pun mendapatkan.........kira-kira dapat apa yaa?


5 Makanan Ini Bikin Hangat di Musim Hujan

Sabtu, 18 November 2017 09:05 WIB

Kira-kira makanan apa saja yaaa yang bisa menghangatkan tubuh saat musim hujan? Yuk intip kulinernya.


Reformasi Perpajakan AS Masih Dibahas, Bursa Saham Wall Street Tertekan

Sabtu, 18 November 2017 09:04 WIB

rancangan undang-undang reformasi pajak AS tekan bursa saham Wall Street


8 Wanita Tuding Eks Presiden AS George HW Bush Lakukan Pelecehan

Sabtu, 18 November 2017 08:59 WIB

Para wanita yang mengaku menjadi korban pelecehan Bush senior memiliki kemiripan kasus.


Memasuki Hari Kelima, Banjir Pedalaman Sungai Lahei Terus Meluas

Sabtu, 18 November 2017 08:55 WIB

Untuk sementara nilai kerugian dan korban harta benda masih belum diketahui


Bursa Saham Spanyol Anjlok

Sabtu, 18 November 2017 08:43 WIB

Sebanyak 31 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mencatat kerugian


Saham-Saham Inggris Berakhir Melemah

Sabtu, 18 November 2017 08:37 WIB

perusahaan air Inggris United Utilities Group mencatat kerugian paling besar (top loser)


KPU: 14 Parpol Belum Penuhi Syarat Administrasi

Sabtu, 18 November 2017 08:35 WIB

KPU memberikan tenggang waktu kepada 14 parpol untuk melengkapi kekurangan tersebut.


Saham-Saham Jerman Terjun Payung

Sabtu, 18 November 2017 08:33 WIB

Perusahaan perawatan kesehatan Eropa, Fresenius SE, mengalami kerugian paling besar (top loser)


Bursa Saham Prancis Parkir di Zona Merah

Sabtu, 18 November 2017 08:29 WIB

Produsen kendaraan Prancis Peugeot jatuh 2,79 persen, merupakan pencetak penurunan terbesar (top loser)


Ke Pasar Pakai Daster, Sarwendah Tuai Pujian

Sabtu, 18 November 2017 08:23 WIB

Gunakan daster, Sarwendah dipuji warganet


Warga Papua Serahkan Senjata Dan Ratusan Butir Amunisi Kepada Aparat

Sabtu, 18 November 2017 07:43 WIB

Danrem 172/PWY mengapresiasi tindakan tokoh masyarakat Distrik Muaratami Papua yang menyerahkan tujuh pucuk senjata dan 170-an amunisi