Lesunya Sektor Ritel, E-Commerce Keniscayaan yang Harus Diikuti?

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Senin, 17 Juli 2017 22:10 WIB
Share
 
Lesunya Sektor Ritel, E-Commerce Keniscayaan yang Harus Diikuti?
Menanggapi kondisi pusat perbelanjaan yang cenderung terpantau sepi belakangan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menuturkan, ada beberapa penyebab yang bisa ditilik dari keadaan tersebut, diantaranya yakni karena berubahnya perilaku konsumen di Indonesia.. Foto: YourStory.com

AKURAT.CO, Menanggapi kondisi pusat perbelanjaan yang cenderung terpantau sepi belakangan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menuturkan, ada beberapa penyebab yang bisa ditilik dari keadaan tersebut, diantaranya yakni karena berubahnya perilaku konsumen di Indonesia.

"Pertama, Perilaku konsumen berubah. Konsumen sekarang ingin berbelanja secukupnya kemudian nanti berbelanja sisanya lewat toko terdekat dengan tempat tinggal maupun kantor," kata Roy, Senin (17/7).

Kedua, ia melanjutkan, usia produktivitas masyarakat Indonesia yang sekarang jauh lebih besar dari usia mapan. Usia produktivitas yang tak seimbang dengan penyerapan tenaga kerja formil membuat masyarakat usia produktivitas tidak mendapatkan pendapatan layak konsumsi. Hal itu membuat sektor industri ritel mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir.

Terkait apakah keberadaan bisnis e-commerce merupakan salah satu pemicu sepinya ritel, ia menilai bahwa penjualan online merupakan salah satu alternatif pembelanjaan yang saat ini memang cukup berkembang. Kendati demikian, ia menyakini bisnis berbasis internet itu belum menggerus semua jenis penjualan offline.

"Online memang kita akui sudah merupakan bagian dari generasi baru, generasi muda... Kita ketahui beberapa peritel sudah ikut terjun online untuk memperdagangkan barangnya dengan online. Ini merupakan suatu globalisasi atau keniscayaan yang harus berubah dan harus diikuti," imbuhnya.

Menurutnya, meski tak bisa ditampik keberadaan perniagaan berbasis internet atau online menimbulkan dampak terhadap penjualan di toko fisik atau ritel, namun bisa dikategorikan imbasnya belum terlalu signifikan.

"Penurunan tapi belum signifikan. Kalau tahun lalu under sekitar 1 persen di bawah, tahun ini sekitar hampir 2 persen," tutur Roy.

Sementara untuk pertumbuhan, hingga di penghujung tahun 2017, dirinya memproyeksikan pertumbuhan ritel akan berada dikisaran angka 8-9 persen.

"Masih single digit, bisa antara 8-9 persen sama seperti tahun lalu. Minimal sama seperti tahun lalu 9 persen," pungkas Roy menutup. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

GMT Institute Beri Pelatihan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara

Jumat, 24 November 2017 23:54 WIB

GMT Institute sebagai lembaga yang khusus memberikan pelatihan praktis di bidang manajemen properti bagi pengembang.


Din Syamsuddin 'Tersanjung' Pengakuan Tokoh Buddha Tentang Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:48 WIB

Din Syamsuddin mengungkapkan kesaksian dua tokoh agama dari Jepang bahwa Pancasila bisa menjadi contoh bagi dunia.


Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.


Jelang Kejurnas, Sejumlah Atlet Bulutangkis Punya Berbagai Kendala

Jumat, 24 November 2017 22:24 WIB

Salah satunya persiapan yang mepet