Upah Buruh Naik, Tapi Tak Mampu Kejar Laju Inflasi

akurat logo
Denny Iswanto
Senin, 17 Juli 2017 21:50 WIB
Share
 
Upah Buruh Naik, Tapi Tak Mampu Kejar Laju Inflasi
Sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) dari sebelas depot Pertamina melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (4/7). Massa yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) itu menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya meminta pembayaran upah lembur, membayarkan iuran BPJS, dan menolak PP 78 tentang alih daya (outsourcing).. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd/17

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni 2017 naik tipis 0,26% menjadi Rp49.912 dari Rp49.782 pada bulan Mei 2017. Sedangkan upah riil juga naik 0,04% dari sebelumnya Rp37.380 menjadi Rp37.396.

"Perubahan upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (17/7).

Perubahan daya beli ini, untuk buruh seperti buruh tani dan buruh informal perkotaan yaitu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di mana semakin tinggi upah riil maka semakin tinggi daya beli upah buruh, atau sebaliknya.

"Untuk perkembangan upah buruh informal perkotaan, upah nominal buruh bangunan tukang bukan mandor per hari naik 0,02% dari Rp83.958 menjadi Rp83.975 per hari, sedangkan upah riil turun dibanding Mei 2017 menjadi Rp64.736 dari sebelumnya Rp65.170 per hari," paparnya.

Selain itu, upah nominal buruh potong rambut wanita per kepala tercatat naik 0,83% dari sebelumnya Rp25.438 per kepala menjadi Rp25.649 per kepala, sedangkan upah riil Juni 2017 naik 0,14% dari Rp19.745 menjadi Rp19.772 per kepala.

"BPS mencatat rata-rata upah nominal Juni 2017 untuk pembantu rumah tangga naik 0,17% dari Rp374.453 menjadi Rp375.090 per bulan, sementara upah riil turun 0,52% dari Rp290.657 menjadi Rp289.153 per bulan," tutur Kecuk, panggilan akrab kepala BPS.

Upah buruh yang seakan-akan naik secara nominal sedangkan secara riil justru mengalami penurunan ini, ditengarai Kecuk karena laju inflasi yang lebih cepat daripada kenaikan upah sehingga nilai upah selalu tergerus.

"Apalagi ada kenaikan harga pada komoditas beras yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun dikarenakan terhambatnya proses distribusi Beras Sejahtera (Rastra)," tukas Suhariyanto. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.


Jelang Kejurnas, Sejumlah Atlet Bulutangkis Punya Berbagai Kendala

Jumat, 24 November 2017 22:24 WIB

Salah satunya persiapan yang mepet


Penertiban PKL di Jakarta Rawan Maladministrasi, Sandi: Jika PNS Terlibat Tindak Tegas

Jumat, 24 November 2017 22:06 WIB

ORI menyebut beberapa wilayah di Jakarta rawan praktik maladministrasi dalam penataan dan penertiban pedagang kaki lima.


Reuni 212, Sandi: Katanya Saya Diundang

Jumat, 24 November 2017 21:48 WIB

Sandiaga Uno mengaku belum menerima undangan peringatan satu tahun aksi 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).