E-Commerce Mengancam Penjualan Konvensional?

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Senin, 17 Juli 2017 19:05 WIB
Share
 
E-Commerce Mengancam Penjualan Konvensional?
Perkembangan e-commerce atau penjualan berbasis online dirasa berdampak pada penurunan penjual offline, sehingga sempat menerbitkan kekhawatiran tersendiri bagi beberapa pengusaha konvensional.. Foto: Huffington Post

AKURAT.CO, Perkembangan e-commerce atau penjualan berbasis online dirasa berdampak pada penurunan penjual offline, sehingga sempat menerbitkan kekhawatiran tersendiri bagi beberapa pengusaha konvensional. Menanggapi hal tersebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tidak perlu mengkhawatirkan kondisi itu sebab di kota-kota yang tak terlalu besar, tingkat penjualan masih cukup stabil.

"Itu terjadi di beberapa kota besar, ada keluhan yang kita terima bahwa penjualannya (ritel) menurun, tapi kami juga mendapatkan informasi penjualan offline meningkat, di kota-kota yang agak kecil penurunan penjualan tidak terlalu tajam," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Senin (7/17).

Kendati demikian, ujar Mendag, pihaknya akan terus melakukan evaluasi jenis-jenis penjualan apa saja yang mengalami penurunan.

Menurutnya, tidak semua jenis penjualan mengalami penurunan, sebab ada beberapa komoditas yang penjualan masih dapat dikatakan relatif baik.

"Tapi memang tidak bisa kita ingkari ada beberapa komoditas yang menurun penjualannya," imbuhnya.

Terkait langkah pemerintah dalam mengahadapi menurunnya minat beli masyarakat, Mendag menuturkan, ia tak akan melakukan intervensi.

"Jangan dipaksakan, menurut saya konsumen juga sudah cerdas, itu yang pertama," tuturnya.

Adapun langkah yang bisa dilakukan Pemerintah adalah bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat secara menyeluruh, sebab dengan naiknya ekonomi nasional maka pada sendirinya akan meningkatkan daya beli masyarakat di Indonesia.

Disinggung apakah penjualan offline masih memiliki potensi, Mendag mengatakan, bahwa penjualan konvensional masih akan tetap diterima masyarakat. Hal ini disebabkan pada kebutuhan masyarakat yang masih perlu saling berinteraksi dalam transaksi jual beli.

"Masih. Karena mereka (masyarakat) juga membutuhkan tempat untuk hangout untuk ketemu, sosialisasi,"imbuhnya.

Ia melanjutkan, "Kalau kita lihat dibeberapa negara maju saja, yang lebih simple, yang penjualannya onlinenya maju lebih dulu. Mereka masih memiliki kebutuhan untuk keluar dari rumah, kebutuhan mereka untuk melihat fisiknya, barangnya, nah, itu masih,"

Hanya saja, Mendag mengingatkan, satu hal yang harus menjadi catatan bagi para pemilik pusat perbelanjaan yakni, perlunya inovasi sehingga tidak tergerus oleh perubahan zaman.

"Kita pernah menyaksikan beberapa pusat belanja, dan atau supermarket yang dulu pernah naik ke atas kemudian turun, siklusnya akan seperti itu mana kala kalau tidak melakukan perubahan atau inovasi," pungkas Mendag. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.


Jelang Kejurnas, Sejumlah Atlet Bulutangkis Punya Berbagai Kendala

Jumat, 24 November 2017 22:24 WIB

Salah satunya persiapan yang mepet


Penertiban PKL di Jakarta Rawan Maladministrasi, Sandi: Jika PNS Terlibat Tindak Tegas

Jumat, 24 November 2017 22:06 WIB

ORI menyebut beberapa wilayah di Jakarta rawan praktik maladministrasi dalam penataan dan penertiban pedagang kaki lima.


Reuni 212, Sandi: Katanya Saya Diundang

Jumat, 24 November 2017 21:48 WIB

Sandiaga Uno mengaku belum menerima undangan peringatan satu tahun aksi 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).