Cak Imin: Pasar Tradisional Terancam Ritel Modern

akurat logo
Furkan
Minggu, 11 Juni 2017 09:38 WIB
Share
 
Cak Imin: Pasar Tradisional Terancam Ritel Modern
Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Pertimbangan Gerakan Tani Nasional. AKURAT.CO/Furkan

AKURAT.CO, Mantan Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar mengatakan pasar tradisional saat ini terancam ritel modern. Oleh karena itu, ekspansi pasar modern saatnya harus dihentikan sementara.

"Untuk memberikan kesempatan pasar tradisional berkembang," ujar Muhaimin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Gerakan Tani Nasional saat sidak di Pasar Agung Depok, Sabtu kemarin.

Menurut Muhaimin, pasar tradisional tidak hanya menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli. Namun memiliki nilai silaturahmi yang efektif antara pedagang dan pembeli.

"Ini yang kita harus jaga yaitu adanya interaksi yang terus menerus antara masyarakat di pasar tradisional," ungkap pria yang disapa Cak Imin ini.

Lanjutnya, selain menghentikan pasar modern, Muhaimin juga meminta agar fasilitas Pasar tradisional harus diperbaiki. Sebab antara pasar tradisional dengan modern sangat jauh berbeda fasilitasnya.

Dikatakan Muhaimin, selain fasilitas, para pedagang di Pasar tradisional juga harus terlindungi baik dari segi harga serta pasokan barang. "Kalau itu sudah dilakukan, maka konsumen juga terlindungi, nah ini yang harus kita jaga dengan baik," kata Muhaimin. []


Editor. Ainurrahman

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pergantian Setya Novanto Hanya Menunggu Waktu, Agar Tidak Ditinggal Pemilih

Sabtu, 25 November 2017 00:07 WIB

Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa ?pergantian Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar hanya menunggu waktu.


GMT Institute Beri Pelatihan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara

Jumat, 24 November 2017 23:54 WIB

GMT Institute sebagai lembaga yang khusus memberikan pelatihan praktis di bidang manajemen properti bagi pengembang.


Din Syamsuddin 'Tersanjung' Pengakuan Tokoh Buddha Tentang Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:48 WIB

Din Syamsuddin mengungkapkan kesaksian dua tokoh agama dari Jepang bahwa Pancasila bisa menjadi contoh bagi dunia.


Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.