Menaker : Manajemen TKI Mestinya Kayak Urus Sepak Bola

akurat logo
Denny Iswanto
Senin, 15 Mei 2017 20:14 WIB
Share
 
Menaker : Manajemen TKI Mestinya Kayak Urus Sepak Bola
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengungkapkan bahwa kualitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih kalah jauh dengan kualitas tenaga kerja Filipina.. Foto: Progresnews.info

AKURAT.CO, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengungkapkan bahwa kualitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih kalah jauh dengan kualitas tenaga kerja Filipina.

Menurut Hanif, di Hotel Millenium, Jakarta, Senin (15/5) kondisi TKI belum dikelola secara maksimal bila dibandingkan dengan sumber daya manusia Filipina yang bekerja di luar negeri lebih banyak dibandingkan Indonesia, yakni 1,8 juta per tahun sedangkan TKI hanya 400.000 per tahun.

"Dari segi remitansi, tenaga kerja Filipina yang bekerja di luar negeri bisa mengirimkan sebanyak Rp320 triliun per tahun sebagai devisa negaranya. Di lain pihak, remitansi dari TKI baru dikisaran Rp 119-120 triliun per tahun. masih jauh dibandingkan dengan Filipina," ujar dia.

Untuk menunjukkan pengelolaan TKI yang baik, Hanif membuat analogi seperti mengurus sepak bola.

"Kalau kita anggap sekadar permainan, ya jadinya begitu-begitu saja. Tetapi kalau dilihat sebagai industri sepak bola, situasinya menjadi lain," kata Hanif.

Dia menambahkan bahwa sepakbola apabila dikelola secara profesional maka bisa menghidupi pemain, menghidupi wasit, stakeholders, dan masyarakat juga akan senang menonton sepak bola, karena pengelolaannya seperti industri.

"Dalam perspektif lebih besar, saya ingin mendorong ke depan bagaimana ekonomi migrasi (TKI) ini menjadi perhatian kita. Kalau menjadi perhatian, maka kita butuh yang namanya sistem manajemen SDM," ungkap Hanif.

Menurut Hanif Indonesia hanya memiliki keunggulan komparatif saja, yaitu SDM yang melimpah karena bonus demografi. Namun, tidak diikuti oleh kualitas yang bagus seperti tenaga kerja Filipina yang bersertifikat dan berkeahlian.

Kemenaker berkomitmen membuat sistem manajemen SDM untuk meningkatkan kompetensi dengan memperbanyak balai pelatihan, sertifikasi, pelatihan bahasa dan keterampilan khusus yang dibutuhkan di luar negeri.

"Kalau kita bisa masuk ke sana ke sistem pembentukan SDM berkompeten, cepat atau lambat masalah SDM ini akan berubah menjadi keunggulan. Selama ini SDM hanya menjadi beban, karena pendidikan yang masih terbatas," tandas Menaker. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pergantian Setya Novanto Hanya Menunggu Waktu, Agar Tidak Ditinggal Pemilih

Sabtu, 25 November 2017 00:07 WIB

Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa ?pergantian Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar hanya menunggu waktu.


GMT Institute Beri Pelatihan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara

Jumat, 24 November 2017 23:54 WIB

GMT Institute sebagai lembaga yang khusus memberikan pelatihan praktis di bidang manajemen properti bagi pengembang.


Din Syamsuddin 'Tersanjung' Pengakuan Tokoh Buddha Tentang Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:48 WIB

Din Syamsuddin mengungkapkan kesaksian dua tokoh agama dari Jepang bahwa Pancasila bisa menjadi contoh bagi dunia.


Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.