Makin Bertambah, KSSK Tetapkan Ada 15 Bank Berisiko Sistemik

akurat logo
Denny Iswanto
Selasa, 01 Mei 2018 09:37 WIB
Share
 
Makin Bertambah, KSSK Tetapkan Ada 15 Bank Berisiko Sistemik
Konferensi Pers Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait Stabilitas Sistem Keuangan pada Triwulan I-2018, tampak hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (kedua dari kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kanan) dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah (kanan), di Jakarta, Senin (30/4).. AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada triwulan I-2018 menambah jumlah bank berisiko sistemik dari 11 menjadi 15 karena peningkatan jumlah aset, jangkauan hubungan dengan industri keuangan lain, dan kompleksitas produk bank tersebut.

"15 bank sistemik ini harus memenuhi tambahan modal (capital surcharge) secara bertahap, dan harus buat 'recovery plan'. sebagaimana yang sudah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan," kata Anggota KSSK Wimboh Santoso di Jakarta, Senin malam (30/4).

Bank yang disebut berdampak sistemik merupakan bank yang jika mengalami gangguan likuiditas atau kolaps akan berdampak ke perbankan lain, bahkan berpotensi menimbulkan krisis di sektor keuangan. KSSK enggan merinci entitas 15 bank tersebut.

KSSK menetapkan bank yang berdampak sistemik ini setiap enam bulan sekali. Artinya, status bank berdampak sistemik tidak permanen, tergantung apakah bank pada periode tertentu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh OJK. Kriteria itu berdasarkan jumlah aset yang dimiliki, kompleksitas produk yang beragam dengan besaran konglomerasi keuangan yang menaungi bank tersebut.

Menurut Wimboh yang juga Ketua Dewan Komisioner OJK, hingga Maret 2018, industri perbankan cukup kuat meskipun tekanan keluaranya arus modal asing semakin kencang. Pelemahan rupiah sepanjang Januari hingga Maret 2018 tidak berdampak signifikan ke kredit maupun permodalan bank.

Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan per Maret 2018 mencapai 22 persen (yoy), Besaran CAR industri bank tersebut, kata Wimboh, menandakan industri bank masih memiliki fundamental yang kuat.

Pertumbuhan kredit perbakan di Maret 2018 sebesar 8,5 persen (yoy). Kredit perbankan bertumbuh lebih tinggi dibanding Februari yang 8,2 persen (yoy).

Namun, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank tercatat menurun menjadi 7,66 persen (yoy) di Maret 2018 dari 8,44 persen (yoy) pada Maret 2018. Wimboh mengakui penurunan DPK karena penyesuaian pendanaan yang disalurkan investor.

"Memang ada 'rebalancing' investor. Sejauh ini likuiditas perbankan masih cukup untuk memenuhi target pertumbuhan kredit," ujar Wimboh. []


Editor. Sunardi Panjaitan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Begini Cara Kanada Ambil Peluang Investasi Ditengah Maraknya Korupsi di Brazil

Selasa, 22 Mei 2018 11:36 WIB

Anggaran yang dikeluarkan Brookfield Asset Management untuk akuisisi ditaksir mencapai USD10 miliar


Pakar: Pertemuan BJ Habibie dan Anwar Ibrahim Karena Persaudaraan yang Kuat

Selasa, 22 Mei 2018 11:31 WIB

Jadi, kata dia, kedatangan Anwar Ibrahim ke Indonesia juga karena tetangga dan Indonesia merupakan negara "the biggest moslem".


Meski Cedera, Neuer Punya Peluang Tampil di Piala Dunia

Selasa, 22 Mei 2018 11:28 WIB

Jerman akan berada satu grup dengan Korea Selatan, Meksiko, dan Swedia



Jokowi Tunjuk Indra Iskandar Sebagai Sekjen DPR

Selasa, 22 Mei 2018 11:25 WIB

Penunjukan Indra Iskandar berdasarkan surat keputusan Presiden Nomor: 49/ TPA Tahun 2018.


Ingin Masuk Data Center ke Tier 4, Ini Kendala BEI

Selasa, 22 Mei 2018 11:25 WIB

Tito: Pemindahan data center ini merupakan sebuah langkah proteksi dan memperkuat pertahanan pasar modal yang harus ditingkatkan kecepatan


Dinar Pastikan Kemenangan Indonesia atas Prancis

Selasa, 22 Mei 2018 11:21 WIB

Dua poin Indonesia sebelumnya disumbangkan Gregoria Mariska Tunjung dan Della Destiara Haris/Ni Ketut Mahadewi Istaran.


Dihadapan Komisi XI, Agus Akan Laporkan Capaiannya Selama Jadi Bos BI

Selasa, 22 Mei 2018 11:17 WIB

Agus Martowardojo ditunjuk secara resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Mei 2013


800 Warga Iran Sakit Setelah Makan Jamur Beracun

Selasa, 22 Mei 2018 11:15 WIB

Tujuh orang yang tewas akibat jamur itu berasal dari wilayah Kermanshah.


Portugal Tetapkan 23 Pemain untuk Tempur di PD 2018

Selasa, 22 Mei 2018 11:09 WIB

Youngster di Piala Eropa 2016 kini tak terpakai


Timbul Masalah, Din Syamsuddin Minta Rilis 200 Mubaligh Ditarik

Selasa, 22 Mei 2018 11:08 WIB

"Saya kira perlu ditarik saja, enggak perlu minta maaf, umat pasti sudah memaafkan,"


Rupiah Jeblok, Bisnis Otomotif Astra Tekor

Selasa, 22 Mei 2018 11:06 WIB

Meskipun sektor otomotif mengalami kerugian namun keuangan Astra tetap aman.


Di Depan Kabah, Pogba Doakan Umat Muslim di Seluruh Dunia

Selasa, 22 Mei 2018 10:57 WIB

Ini bukan pertama kalinya Pogba menunaikan ibadah umrah


AS: Kami Akan Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah Iran

Selasa, 22 Mei 2018 10:50 WIB

Dalam pidato pertama kebijakan luar negeri, Pompeo mengungkap “Rencana B” untuk melawan Iran.


Mendagri: Harkitnas dan 20 Tahun Reformasi, Indonesia Harus Semakin Kuat!

Selasa, 22 Mei 2018 10:43 WIB

Tjahjo mengatakan, berbeda dalam hal pendapat, kepentingan, ormas ataupun partai politik merupakan hal yang biasa saja dalam demokrasi.