OJK: Pertumbuhan Kredit Bisa 20 Persen karena Likuiditas Perbankan Berlebih

akurat logo
Denny Iswanto
Selasa, 01 Mei 2018 08:55 WIB
Share
 
OJK: Pertumbuhan Kredit Bisa 20 Persen karena Likuiditas Perbankan Berlebih
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) berpegangan tangan dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kedua kanan), diapit oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin SImpanan (LPS) Halim Alamsyah (kanan) setelah memberikan keterangan pers seusai pertemuan forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) triwulan I-2018 di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Senin (30/4). . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.

AKURAT.CO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim meskipun pendanaan bank atau Dana Pihak Ketiga (DPK) menurun pada Maret 2018, perbankan justeru memiliki likuiditas yang berlebih untuk mencapai target pertumbuhan kredit di tahun ini.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank atau salah satu instrumen pendanaan bank menurun menjadi 7,66 persen (tahun ke tahun/yoy) di Maret 2018 dari 8,44 persen (yoy) pada Februari 2018, padahal pertumbuhan kredit bank naik menjadi 8,5 persen (yoy) dari 8,2 persen (yoy).

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Senin malam (30/4), penurunan pertumbuhan DPK bank terjadi karena investor menyesuaikan alokasi pendanaannya ke instrumen lain.

"Ada rebalancing dari investor," kata Wimboh selaku Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam jumpa pers.

Namun, dia mengklaim, jumlah likuiditas perbankan saat ini masih mampu membuat perbankan untuk menumbuhkan penyaluran kredit sesuai target masing-masing bank.

Bahkan, kata Wimboh, likuiditas bank saat ini jika digunakan seluruhnya bisa mendorong pertumbuhan kredit perbankan hingga 20 persen (yoy). Padahal industri perbankan menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini hanya 12,22 persen (yoy) sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB).

"Likuiditas bahkan sampai over likuid untuk mendukung kredit 15-20 persen," ujar dia.

Wimboh juga mengklaim telah melakukan uji ketahanan terhadap bank menyusul tekanan eksternal akibat dana asing yang keluar dalam beberapa pekan terakhir dan membuat kurs rupiah menurun.

Hasilnya, kata dia, pelemahan nilai tukar yang pada pekan keempat April hampir menembus Rp14.000 per dolar AS tidak berdampak signifikan ke permodalan bank, kredit dan juga rasio kredit bermasalah bank.

Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan per Maret 2018 mencapai 22 persen (yoy). Hal itu jauh di tingkat CAR standar internasional di 18 persen. Bahkan, kata Wimboh, misalnya saja nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melebihi dari Rp14.000 per dolar AS, ketahanan perbankan domestik masih kuat.

"Bayangin Rasio Kecukupan Modal Inti (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank mencapai 22 persen, sebelumnya mencapai 23 persen," kata Wimboh. []


Editor. Sunardi Panjaitan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Begini Cara Kanada Ambil Peluang Investasi Ditengah Maraknya Korupsi di Brazil

Selasa, 22 Mei 2018 11:36 WIB

Anggaran yang dikeluarkan Brookfield Asset Management untuk akuisisi ditaksir mencapai USD10 miliar


Pakar: Pertemuan BJ Habibie dan Anwar Ibrahim Karena Persaudaraan yang Kuat

Selasa, 22 Mei 2018 11:31 WIB

Jadi, kata dia, kedatangan Anwar Ibrahim ke Indonesia juga karena tetangga dan Indonesia merupakan negara "the biggest moslem".


Meski Cedera, Neuer Punya Peluang Tampil di Piala Dunia

Selasa, 22 Mei 2018 11:28 WIB

Jerman akan berada satu grup dengan Korea Selatan, Meksiko, dan Swedia



Jokowi Tunjuk Indra Iskandar Sebagai Sekjen DPR

Selasa, 22 Mei 2018 11:25 WIB

Penunjukan Indra Iskandar berdasarkan surat keputusan Presiden Nomor: 49/ TPA Tahun 2018.


Ingin Masuk Data Center ke Tier 4, Ini Kendala BEI

Selasa, 22 Mei 2018 11:25 WIB

Tito: Pemindahan data center ini merupakan sebuah langkah proteksi dan memperkuat pertahanan pasar modal yang harus ditingkatkan kecepatan


Dinar Pastikan Kemenangan Indonesia atas Prancis

Selasa, 22 Mei 2018 11:21 WIB

Dua poin Indonesia sebelumnya disumbangkan Gregoria Mariska Tunjung dan Della Destiara Haris/Ni Ketut Mahadewi Istaran.


Dihadapan Komisi XI, Agus Akan Laporkan Capaiannya Selama Jadi Bos BI

Selasa, 22 Mei 2018 11:17 WIB

Agus Martowardojo ditunjuk secara resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Mei 2013


800 Warga Iran Sakit Setelah Makan Jamur Beracun

Selasa, 22 Mei 2018 11:15 WIB

Tujuh orang yang tewas akibat jamur itu berasal dari wilayah Kermanshah.


Portugal Tetapkan 23 Pemain untuk Tempur di PD 2018

Selasa, 22 Mei 2018 11:09 WIB

Youngster di Piala Eropa 2016 kini tak terpakai


Timbul Masalah, Din Syamsuddin Minta Rilis 200 Mubaligh Ditarik

Selasa, 22 Mei 2018 11:08 WIB

"Saya kira perlu ditarik saja, enggak perlu minta maaf, umat pasti sudah memaafkan,"


Rupiah Jeblok, Bisnis Otomotif Astra Tekor

Selasa, 22 Mei 2018 11:06 WIB

Meskipun sektor otomotif mengalami kerugian namun keuangan Astra tetap aman.


Di Depan Kabah, Pogba Doakan Umat Muslim di Seluruh Dunia

Selasa, 22 Mei 2018 10:57 WIB

Ini bukan pertama kalinya Pogba menunaikan ibadah umrah


AS: Kami Akan Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah Iran

Selasa, 22 Mei 2018 10:50 WIB

Dalam pidato pertama kebijakan luar negeri, Pompeo mengungkap “Rencana B” untuk melawan Iran.


Mendagri: Harkitnas dan 20 Tahun Reformasi, Indonesia Harus Semakin Kuat!

Selasa, 22 Mei 2018 10:43 WIB

Tjahjo mengatakan, berbeda dalam hal pendapat, kepentingan, ormas ataupun partai politik merupakan hal yang biasa saja dalam demokrasi.