Dirut Pertamina Dicopot

Pembangkangan Bos Pertamina dan Politik Holding BUMN Migas

akurat logo
Aji Nurmansyah
Sabtu, 21 April 2018 06:55 WIB
Share
 
Pembangkangan Bos Pertamina dan Politik Holding BUMN Migas
FOKUS: Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik Dicopot. AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Secara mendadak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno secara melengserkan bos Pertamina Elia Massa Manik dari kursi Direktur Utama Pertamina.

Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa pergantian tersebut merupakan rangkaian dari tahapan holding BUMN Migas dan kondisi tumpahan minyak di Balikpapan.

Tak hanya itu isu kelangkaan BBM dan kegaduhan yang disebabkan kenaikan harga BBM belum lama ini juga dikhawatirkan menganggu keuangan PT Pertamina.

"Jadi ini memang rangkaian keseluruhan tahapan setelah holding, memperkuat dan mempercepat implementasi holding. Kedua, dengan perkembangan kondisi terakhir baik itu ada kejadian kecelakaan di pipa Balikpapan, kelangkaan BBM. Komisaris sudah melakukan kajian implementasi yang sangat komprehensif selama satu bulan penuh bersama direksi dan sudah dilaporkan ke kementerian," ujar Fajar di Jakarta (20/4).

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng (kiri) dan Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait perombakan pada Susunan Direksi Pertamina, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4). FOTO: HUMAS DAN PROTOKOL KEMENTERIAN BUMN

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radhi menilai terdapat beberapa kesalahan yang menurut dia semacam pembangkang yang di lakukan Elia Massa Manik.

Meski tidak menyebut secara detail namun ia sepakat bawah penolakan internal pertamina terhadap upaya pembentukan Holding BUMN Migas menjadi pertaruhan jabatan Elia Massa Manik.

"Elia Massa pantas diganti, selain mengeluh melulu, cenderung membangkang dalam menjalankan BBM penugasan. Buntutnya dari ketidakpatuhan bos Pertamina itu berdampak pada kelangkaan BBM dan kenaikan harga Pertalite, cukup membahayakan yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kegaduhan serta memicu inflasi," ujar Fahmi Radhi dihubungi AKURAT.CO, Jumat (20/4).

Senada dengan itu pengamat Institute for Economic of Development and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa dengan kenaikan harga minyak dunia yang terus meroket serta Pertamina dibebani dengan BBM penugasan, membuat pemerintah memutuskan untuk melengserkan sang direktur utama.

"Dari Januari-Februari 2018 Pertamina menanggung potential loss Rp3,9 triliun. Angka ini dikhawatirkan menganggu kinerja keuangan Pertamina kedepannya. Isu potential loss tersebut tentu tidak disukai oleh pemerintah yang ingin agar program populis BBM subsidi tidak naik hingga 2019 dan BBM satu harga terus berjalan terlebih di tahun politik,” jelas Bhima.

Tak hanya itu, penugasan pemerintah terkait dengan 8 WK (wilayah kerja) terminasi yang sangat lamban penanganan oleh Pertamina. Dilain sisi menurut Bhima ekplorasi terus menerus mengalami penurunan. Pasalnya periode 2014-2017 silam terjadi penurunan ekplorasi Wilayah Kerja Migas.

"Pertamina fokus untuk eksplorasi minyak mentah dan kurangi defisit Neraca migas tahun 2017 yang mencapai 8,5 miliar USD (data BPS). Sementara jumlah wilayah kerja eksplorasi secara nasional dalam periode 2014-2017 terus mengalami penurunan sebesar 68 WK," tambahnya.

Saat ini setidaknya kebutuhan dari populasi hampir 260 juta penduduk Indonesia memerlukan sedikitnya 1,7 juta barel minyak perhari. Sementara produksi Pertamina hanya mampu memenuhi 800.000 barel. Sisanya masih diandalkan dari impor minyak.

Ia khawatir jika pada tahun 2025 justru produksi minyak Pertamina akan terus mengalami penurunan. Karena itu, secara mendadak Pemerintah melalui keputusan Menteri BUMN merombak direksi Pertamina.

"Jika kondisi ini tidak berubah, lifting minyak pada tahun 2025 akan turun menjadi 505 ribu barel per hari dari kondisi saat ini 775 ribu barel per hari. Kinerja eksplorasi yang terus memburuk jadi alasan pencopotan direksi," tambah dia.

Disisi lain, Managing Director Lembaga Management FEB UI, Toto Pranoto mengatakan bahwa isu perkembangan Holding BUMN Migas yang masih berlarut-larut.

Ia menilai Holding BUMN Migas merupakan sebuah keniscayaan. Namun ditangan Elia terkesan lamban sementara holding migas harus ditangani tim yang solid demi memberikan dampak positif terhadap publik.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik tertunduk (kedua kanan) saat mengikuti rapat kerja dengan komisi VII terkait upaya penanganan tumpahan minyak Teluk Balikpapan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (16/4). FOTO : AKURAT.CO/SOPIAN

"Pergantian Direksi Pertamina yang terlalu sering dalam 2 tahun terakhir ini bisa memberikan sinyal yang tidak terlalu positif ke publik. Apalagi Pertamina juga membawahi PGN yang berstatus Tbk," ungkap Toto di hubungi terpisah.

Menurut dia Holding BUMN Migas harus memiliki sistem tata kelola yang baik. Holding harus memiliki keleluasaan dan otonomi dalam mengontrol corporate actions-nya namun tetap di kontrol dewan komisaris.

"Di masa depan perlu penajaman prioritas supaya organisasi Pertamina lebih kuat dan kredibel, diisi oleh figur-figur profesional dan memiliki visi jangka panjang yang kuat," katanya.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng menjelaskan bahwa perombakan direksi karena adanya kebutuhan dan penanganan kinerja intensif dari internal Pertamina. Sebab diharapkan dengan beban tugas dan tanggungjawab yang begitu besar tidak menanggung keuangan Pertamina depan.

"Ini terkait juga dengan pengamatan dan penilaian dekom (dewan komisaris) bahwa Pertamina harus segera melakukan kajian dampak dari perubahan biaya dan kenaikan harga yang terakhir, sekaligus dikaitkan dengan kenaikan harga minyak mentah yang memengaruhi biaya pertamina," kata Tanri.

Pemerintah menurut dia harus menjaga kinerja Pertamina demi mewujudkan distribusi energi berkeadilan dan berkelanjutan. Sehingga kinerja Pertamina yang terus membaik akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan pertamina.

"Ini perlu penanganan yang intensif, karena memengaruhi kinerja keuangan Pertamina," pungkasnya.[]


Editor. Sunardi Panjaitan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Timbul Masalah, Din Syamsuddin Minta Rilis 200 Mubaligh Ditarik

Selasa, 22 Mei 2018 11:08 WIB

"Saya kira perlu ditarik saja, enggak perlu minta maaf, umat pasti sudah memaafkan,"


Rupiah Jeblok, Bisnis Otomotif Astra Tekor

Selasa, 22 Mei 2018 11:06 WIB

Meskipun sektor otomotif mengalami kerugian namun keuangan Astra tetap aman.


Di Depan Kabah, Pogba Doakan Umat Muslim di Seluruh Dunia

Selasa, 22 Mei 2018 10:57 WIB

Ini bukan pertama kalinya Pogba menunaikan ibadah umrah


AS: Kami Akan Terapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah Iran

Selasa, 22 Mei 2018 10:50 WIB

Dalam pidato pertama kebijakan luar negeri, Pompeo mengungkap “Rencana B” untuk melawan Iran.


Mendagri: Harkitnas dan 20 Tahun Reformasi, Indonesia Harus Semakin Kuat!

Selasa, 22 Mei 2018 10:43 WIB

Tjahjo mengatakan, berbeda dalam hal pendapat, kepentingan, ormas ataupun partai politik merupakan hal yang biasa saja dalam demokrasi.


Tak Kunjung Sembuh, Novel Kembali Dibawa Ke Singapura

Selasa, 22 Mei 2018 10:38 WIB

KPK harap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan bisa diselesaikan dengan baik.


Timnas Argentina Tanpa Top Skor Liga Italia di Piala Dunia

Selasa, 22 Mei 2018 10:37 WIB

Total ada lima penyerang yang dibawa ke Rusia


Astra Sayangkan Langkah Gubernur BI yang Ragu-Ragu Intervensi Rupiah

Selasa, 22 Mei 2018 10:31 WIB

Pongki meminta BI untuk melakukan langkah-langkah efektif untuk pulihkan keperkasaan rupiah agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan


Bertemu Sandiaga Uno, AHY: Pertemuan Kompetitor di Pilgub DKI

Selasa, 22 Mei 2018 10:30 WIB

AHY membeberkan hasil pertemuannya dengan Sandiaga Uno Jumat (18/5) malam lalu.


Menpora: Kebijakan Jokowi Beri Harapan Baru Semua Cabor

Selasa, 22 Mei 2018 10:26 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan kepercayaan kepada tiap cabor untuk mengelola keuangan secara langsung


Asyik Nyabu, Polisi Ciduk Dua Pria Ini

Selasa, 22 Mei 2018 10:23 WIB

"Kami menangkap keduanya saat sedang mengonsumsi sabu."


BJ Habibie Sebut, Proses Reformasi Kini Sudah Sesuai Rencana, Namun...

Selasa, 22 Mei 2018 10:23 WIB

Elemen pembangunan peradaban Indonesia lainnya adalah agama, karena dengan agama masyarakat akan dapat hidup lebih beradab.


Gak Mungkin Cuma 200 Orang, Yenny Minta Kemenag Segera Perluas Daftar Rekomendasi Mubaligh

Selasa, 22 Mei 2018 10:12 WIB

"Sebisa mungkin segera perluas daftanya, karena ngak mungkin mubaligh yang bagus di Indonesia hanya 200 orang."


Hasto: 20 Tahun Reformasi, Momen Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Selasa, 22 Mei 2018 10:09 WIB

Terorisme sebagai ideologi kegelapan harus dihadapi dengan Narasi Rasa Cinta Tanah Air.


Cita-cita Mulia Tyson Fury Jika Pensiun dari Dunia Tinju

Selasa, 22 Mei 2018 10:06 WIB

Terakhir dia naik ring ketika menaklukkan Vladimir Klitschko, pada November 2015