Obligasi Diserang Merahnya Rupiah dan Imbal Hasil AS

akurat logo
Prabawati Sriningrum
Selasa, 17 April 2018 08:19 WIB
Share
 
Obligasi Diserang Merahnya Rupiah dan Imbal Hasil AS
Ilustrasi - Obligasi Global. AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Pergerakan laju Rupiah yang kembali melemah memberikan sentimen negatif pada laju pasar obligasi yang kembali mengalami pelemahan. Pelaku pasar masih melakukan aksi jualnya dalam menanggapi sentimen yang ada.

Disisi lain, adanya potensi kenaikan imbal hasil obligasi AS seiring dengan rilis meningkatnya data ritel AS turut menahan pergerakan pasar obligasi dalam negeri.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 0,93 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 2,71 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 2,06 bps.

Adapun laju pasar obligasi cenderung kembali melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 98,42% memiliki imbal hasil 5,99% atau naik 0,04 bps dari sebelumnya di harga 98,60% memiliki imbal hasil 5,95%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 102,50% memiliki imbal hasil 7,26% atau naik 0,05 bps dari sehari sebelumnya di harga 103,01% memiliki imbal hasil 7,21%.

Sementara pada Senin (16/4), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,19 bps di level 118,221 dari sebelumnya di level 118,44.

Kemudian rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,05 bps di level 109,36 dari sebelumnya di level 109,41.

Selanjutnya, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,63% dari sebelumnya di level 6,59% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,84% dari sebelumnya di level 2,83% sehingga spread di level kisaran 378,9 bps lebih tinggi dari sebelumnya 376 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali bergerak turun. Dimana obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,22%-8,32%.

Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,00%-9,02%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,00%-10,02%, dan pada rating BBB di kisaran 12,92%-12,98%.

"Pergerakan pasar obligasi masih diliputi pelemahan seiring masih tertahannya laju Rupiah di zona merah," ujar Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (17/4).

Di sisi lain, pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali meningkat dapat kembali memicu pelemahan. Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat terbatas agar sejumlah seri obligasi dapat kembali menemukan momentum kenaikannya.

"Cermati dan waspadai masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi dapat kembali melemah," pungkasnya.[]


Editor. Denny Iswanto

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Jasad Dosen Palestina Tiba di Gaza

Jumat, 27 April 2018 04:05 WIB

Jasad dosen Palestina Fadi al-Batsh yang tewas ditembak di Malaysia telah kembali ke Jalur Gaza


Megawati Dukung Gerakan Nasional Mubaligh Bela Negara

Jumat, 27 April 2018 03:35 WIB

Megawati Soekarnoputri, sangat mendukung Gerakan Nasional Mubaligh Bela Negara yang akan digagas oleh DPP Ikhwanul Muballighin.


Indonesia Berpotensi Jadi Anggota Pasific Alliance

Jumat, 27 April 2018 03:30 WIB

Indonesia berpotensi menjadi negara anggota (associate member) blok perdagangan Pacific Alliance, yang digagas empat negara Amerika Latin.


Babak I: Sepuluh Pemain Atletico Tahan Imbang The Gunners

Jumat, 27 April 2018 03:10 WIB

Meski bermain dengan 11 pemain, Arsenal kontra Atletico masih sama kuat


Wilayah India Disambar 36.749 Petir dalam 13 Jam

Jumat, 27 April 2018 03:05 WIB

Negara bagian Andhra Pradesh, India, disambar 36.749 petir hanya dalam waktu 13 jam.


Gelar Try Out, PDIP Bantu Siswa Tak Grogi Hadapi Soal SBMPTN

Jumat, 27 April 2018 02:30 WIB

DPP PDI Perjuangan (PDIP) kembali menggelar Program 'Try Out' Nasional Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).


Susunan Pemain Arsenal Vs Atletico: Tim Tamu Minus Costa

Jumat, 27 April 2018 02:05 WIB

Arsene Wenger pasang Danny Welbeck, dan Alexandre Lacazette demi membobol gawang tim tamu yang dijaga Jan Oblak.


Kemendikbud: UU Nomor 5 Tahun 2017 Ciptakan Penguatan Ekosistem Kebudayaan

Jumat, 27 April 2018 02:05 WIB

UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan melibatkan masyarakat dalam memajukan kebudayaannya.


Petani Dukung Pasangan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim

Jumat, 27 April 2018 01:55 WIB

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jawa Timur mendukung pasangan Gus Ipul-Puti di Pilkda 2018.


Tak Ingin Sejarah Dimanipulasi, Pena 98 Gelar Acara Peringatan 20 Tahun Reformasi

Jumat, 27 April 2018 01:45 WIB

Pena 98 tidak mau kembali seperti zaman Orde Baru


Komdis PSSI Bersidang, Hargianto dan Basith Dilarang Main Dua Laga

Jumat, 27 April 2018 01:25 WIB

Kasus pemukulan gelandang Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto, terhadap Ahmad Subagja Basith menjadi perhatian Komdis PSSI.


Pangdam Tegaskan akan Usut Tuntas Prajurit TNI Terlibat Pengeboran Minyak Ilegal

Jumat, 27 April 2018 01:05 WIB

Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi dan tindakan tegas terhadap prajurit terlibat pengeboran minyak.


Gelar Pertemuan, PDIP Gandeng Ikhwanul Mubalighin Wujudkan Islam Nusantara

Jumat, 27 April 2018 00:30 WIB

Megawati menerima kunjungan dari Ketua Umum Ikhwanul Muballighin Mudjib Khudori beserta jajaran pengurusnya di Kantor DPP PDIP.


59 Jadi Korban Ledakan Sumur Minyak, Walhi: Negara Gagal Lindungi Warganya

Jumat, 27 April 2018 00:25 WIB

Walhi menilai, negara telah gagal dalam melindungi rakyat untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA).


Hilman Mattauch Mengaku Dimarahi Ajudan Novanto Karena Kecelakaan

Jumat, 27 April 2018 00:20 WIB

Hilman Mattauch mengaku dimarahi saat mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto masuk ruang perawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau(RSMPH).