Ini Visi Agus, Calon Anggota yang Ingin Bawa BPK Sesuai UUD 1945

akurat logo
Siti Nurfaizah
Senin, 16 April 2018 18:40 WIB
Share
 
Ini Visi Agus, Calon Anggota yang Ingin Bawa BPK Sesuai UUD 1945
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). MONETER.CO.ID

AKURAT.CO, Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agus Joko Pramono yang sedang mengikuti fit and proper testimoni, memaparkan visi nya bahwa ia akan membawa BPK sebagai pendorong pencapaian tujuan negara yang sesuai dengan amanat UUD 1945.

"Ini tercermin dalam visi di BPK.
Bahwa sebagai amanat UUD 1945 maka negara mempunyai tujuan yang tercermin didalam tujuan dari masing-masing organisasi pemerintahan yang pada saat ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMN)," jelasnya saat mengikuti fit and proper test dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/4).

Untuk dapat mencapai visi tersebut, dia telah mengkaji ada beberapa tantangan dalam implementasi program-program pemerintah diantaranya kemandirian ekonomi, ketahanan energi, Jaminan Kesehatan Nasional yang belum efektif, pendidikan, dana desa, BUMN belum dikelola optimal dan Holding.

Selain itu, lanjutnya, tantangan lain yakni permasalahan cost recovery dan lifting, penerimaan pajak serta tata kelola pemerintahan yang masih lemah.

Menurutnya tantangan-tantangan tersebut memiliki beberapa penyebab diantaranya basis data yang bermasalah, basis data yang lemah, komitmen tata kelola yang rendah dan perencanaan yang rendah.

"Mengapa tantangan ini terjadi? Maka kira-kira yang kami lihat dari hasil-hasil pemeriksaan yang paling utama adalah masalah basis data nasional terkait dengan validitas akurasi dan kepemilikan," tuturnya.

Mengenai masalah basis data, Agus Joko Pramono yang juga pernah menjabat sebagai anggota BPK sejak tahun 2013 dan akan habis masa jabatannya pada 1 Agustus 2018 ini, telah melakuka pemeriksaan APBN tahun 2014 dimana asumsi APBN dibuat tidak berdasarkan teori perencanaan dan prediksi yang valid.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan pada APBD di tahun 2014. Dari asumsi-asumsi yang ada di APBN tersebut banyak sekali yang muncul dianggap dalam tanda kutip tidak didasarkan pada teori perencanaan dan prediksi yang valid," jelasnya.

Kemudian kaitan dengan koordinasi antara lembaga yang lemah karena masing-masing lembaga mengutamakan kewenangannya seperti antara Kemeterian Pertanian dan Kementerian Perdagangan terkait impor pangan.

"Kaitan dengan koordinasi antara lembaga banyak sekali permasalahan impor pangan, subsidi yang berdampak pada anggaran. Masing-masing lembaga mengutamakan kewengangannya yang pada titik tertentu justru melemahkan proses bisnis scera keseluruhan. Kami melihat ini antara Kementan dan Kemendag," tambahnya.

Lalu yang terakhir adanya komitmen yang rendah serta perencanaan yang lemah.

"Adanya komitmen yang rendah dalam tata kelola seperti kelebihan atau kekurangan pembayaran pengadaan barang dan jasa di suplier-suplier dan model perencanaan yg lemah terkait APBN," pungkasnya. []


Editor. Denny Iswanto

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Megawati Dukung Gerakan Nasional Mubaligh Bela Negara

Jumat, 27 April 2018 03:35 WIB

Megawati Soekarnoputri, sangat mendukung Gerakan Nasional Mubaligh Bela Negara yang akan digagas oleh DPP Ikhwanul Muballighin.


Indonesia Berpotensi Jadi Anggota Pasific Alliance

Jumat, 27 April 2018 03:30 WIB

Indonesia berpotensi menjadi negara anggota (associate member) blok perdagangan Pacific Alliance, yang digagas empat negara Amerika Latin.


Babak I: Sepuluh Pemain Atletico Tahan Imbang The Gunners

Jumat, 27 April 2018 03:10 WIB

Meski bermain dengan 11 pemain, Arsenal kontra Atletico masih sama kuat


Wilayah India Disambar 36.749 Petir dalam 13 Jam

Jumat, 27 April 2018 03:05 WIB

Negara bagian Andhra Pradesh, India, disambar 36.749 petir hanya dalam waktu 13 jam.


Gelar Try Out, PDIP Bantu Siswa Tak Grogi Hadapi Soal SBMPTN

Jumat, 27 April 2018 02:30 WIB

DPP PDI Perjuangan (PDIP) kembali menggelar Program 'Try Out' Nasional Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).


Susunan Pemain Arsenal Vs Atletico: Tim Tamu Minus Costa

Jumat, 27 April 2018 02:05 WIB

Arsene Wenger pasang Danny Welbeck, dan Alexandre Lacazette demi membobol gawang tim tamu yang dijaga Jan Oblak.


Kemendikbud: UU Nomor 5 Tahun 2017 Ciptakan Penguatan Ekosistem Kebudayaan

Jumat, 27 April 2018 02:05 WIB

UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan melibatkan masyarakat dalam memajukan kebudayaannya.


Petani Dukung Pasangan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim

Jumat, 27 April 2018 01:55 WIB

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jawa Timur mendukung pasangan Gus Ipul-Puti di Pilkda 2018.


Tak Ingin Sejarah Dimanipulasi, Pena 98 Gelar Acara Peringatan 20 Tahun Reformasi

Jumat, 27 April 2018 01:45 WIB

Pena 98 tidak mau kembali seperti zaman Orde Baru


Komdis PSSI Bersidang, Hargianto dan Basith Dilarang Main Dua Laga

Jumat, 27 April 2018 01:25 WIB

Kasus pemukulan gelandang Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto, terhadap Ahmad Subagja Basith menjadi perhatian Komdis PSSI.


Pangdam Tegaskan akan Usut Tuntas Prajurit TNI Terlibat Pengeboran Minyak Ilegal

Jumat, 27 April 2018 01:05 WIB

Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi dan tindakan tegas terhadap prajurit terlibat pengeboran minyak.


Gelar Pertemuan, PDIP Gandeng Ikhwanul Mubalighin Wujudkan Islam Nusantara

Jumat, 27 April 2018 00:30 WIB

Megawati menerima kunjungan dari Ketua Umum Ikhwanul Muballighin Mudjib Khudori beserta jajaran pengurusnya di Kantor DPP PDIP.


59 Jadi Korban Ledakan Sumur Minyak, Walhi: Negara Gagal Lindungi Warganya

Jumat, 27 April 2018 00:25 WIB

Walhi menilai, negara telah gagal dalam melindungi rakyat untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA).


Hilman Mattauch Mengaku Dimarahi Ajudan Novanto Karena Kecelakaan

Jumat, 27 April 2018 00:20 WIB

Hilman Mattauch mengaku dimarahi saat mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto masuk ruang perawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau(RSMPH).


Ketua DPR Bangga Wanita Indonesia Berperan Jadi Ibu Bangsa

Jumat, 27 April 2018 00:05 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bangga wanita Indonesia selalu berperan menjadi Ibu Bangsa yang menumbuhkembangkan semangat kebangsaan