Ini Alasan PLN Kurangi Target RUPTL 2018-2027

akurat logo
Aji Nurmansyah
Selasa, 13 Maret 2018 20:59 WIB
Share
 
 Ini Alasan PLN Kurangi Target RUPTL 2018-2027
Pemerintah mengumumkan terkait dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027. Berdasarkan RUPTL tahun lalu 2017-2026 total rencana pembangunan pembangkit mencapai 78.000 MW.. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemerintah mengumumkan terkait dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027. Berdasarkan RUPTL tahun lalu 2017-2026 total rencana pembangunan pembangkit mencapai 78.000 MW.

Namun untuk tahun 2018-2027 pemerintah menurunkan target rencana pembangunan pembangkit dari RUPTL tahun sebelumnya. Sebab ditahun ini pemerintah hanya menargetkan 56.024 MW.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM Ignasius Jonan beralasan bahwa. Hal itu dilakukan untuk mengurangi biaya produksi tarif listrik. Pasalnya menurut Menteri Jonan demand terhadap energi listrik tidak sebanyak tahun sebelumnya.

"Gini, kenapa dikurangi. Sebenernya gini, pas bikin 2017 itu kita mengikuti program yang kita yakin bahwa kebutuhannya itu lebih tinggi daripada sekarang. Sekarang kita lihat pertumbuhan listrik 7%. Kalau melonjak ya kita ubah. Tapi kita juga mensyaratkan capacity factornya tinggi. Sekarang bisa 85%. Jadi, supaya apa? Supaya biaya pokok produksi per kwh bisa turun. Kapasitas faktornya naik, biaya ditekan," Papar Jonan di Jakarta, Selasa (13/3).

Lantas apa saja yang dikurangi oleh PT PLN, yang dikurangi antara lain. PLTU berkurang 5.000 MW, PLTG dan PLTGU berkurang 10.000 MW, PLTA berkurang 1.000 MW. PLTP berkurang 1.000 MW.

Dari sekian yang dikurangi, hanya EBT lain ditarget bertambah dari 1.200 MW menjadi 2.000 MW. EBT lainnya yang dimaksud meliputi energi bayu, solar pv, bio massa, bio gas.

"Ini yang kita lihat, bahwa yang lebih realistis dari kemampuan untuk membangun ini semua. Kalau 10 tahun 65.000 MW. Ya setahun 6.000 MW atau 5.000 MW okelah," tambah Jonan.

Senada dengan itu, Direktur Perencanaan Korporate PT PLN (Persero, Syofvi Felienty Roekman menjelaskan bahwa kebutuhan akan tenaga listrik menurun, di samping pertumbuhan ekonomi menurun.

"Kalau dalam RUPTL 2017-2026 kan proyeksi pertumbuhan listrik sebesar 8% (8,3%) kalau yang sekarang kan turun jadi 6,8% (6,86%). Itu juga karena penurunan asumsi pertumbuhan ekonomi? Karena pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Sebagai informasi begini RUPTL 2018-2027 yang disetujui pemerintah:
1. Proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan:6,86%
2. Total rencana pembangunan pembangkit: 56.024 MW
3. Target bauran energi pembangkit akhir tahun 2025: batubara 54,4%, EBT 23,0%, gas 22,2%, BBM 0,4%
4. Total rencana pembangunan jaringan transmisi: 63.855 kms
5. Total rencana pembangunan gardu induk: 151.424 MVA
6. Total rencana pembangunan jaringan distribusi: 526.390 kms
7. Total rencana pembangunan gardu distribusi: 50.216 MVA. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Cerita Artidjo Alkostar Pernah Dikirimi Cek untuk Suap

Jumat, 25 Mei 2018 13:43 WIB

Nominal suap maupun bentuknya pun variatif.


Jaga Rumah yang Ditinggal Mudik, Satpol PP DKI Bakal Rutin Lakukan Patroli

Jumat, 25 Mei 2018 13:33 WIB

Satpol PP akan bekerjasama dengan Polri dan TNI serta masyarakat untuk mengamankan rumah yang ditinggal mudik penghuninya.


Setelah Thailand, Timnas U-23 Bakal Jajal Kekuatan Korea Selatan

Jumat, 25 Mei 2018 13:28 WIB

Timnas Indonesia U-23 berencana menjajal kekuatan Korea Selatan.


Bekas Karyawan Curi Brankas Bos Berisi Uang Rp48 Juta

Jumat, 25 Mei 2018 13:26 WIB

Uang hasil curiannya digunakan untuk foya-foya.


Kemenkop Beri Pelatihan Manajemen Bisnis Bagi Koperasi dan UKM

Jumat, 25 Mei 2018 13:24 WIB

Kementerian Koperasi dan UKM adakan pelatihan manajemen bisnis bagi Koperasi dan UKM agar siap berkompetensi


Aman Abdurrahman Nilai Kasusnya Bernuansa Politik

Jumat, 25 Mei 2018 13:23 WIB

"Intinya adalah ada nuansa politik bermain, adanya kecemasan pemerintah."


Cari Uang Tambahan Buat Lebaran, Pak Ogah Nyambi Jadi Jambret

Jumat, 25 Mei 2018 13:17 WIB

Pelaku dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.


Pendukung Liverpool Jadi Korban Penyerangan Gerombolan Orang Tak Dikenal

Jumat, 25 Mei 2018 13:16 WIB

Sejumlah pendukung Liverpool menjadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal.


Bukan Bom, Ini Sumber Ledakan yang Bikin Sidang Aman Abdurahman Sempat Diskors

Jumat, 25 Mei 2018 13:12 WIB

Sumber ledakan berasal dari drum bekas bahan kimia cairan pengeras semen.


Kasus Video ABG Ancam Jokowi, Mardani: Ini Hate Speech Terparah yang Pernah Ada

Jumat, 25 Mei 2018 13:11 WIB

Menurutnya, hukum harus ditegakkan dan pendekatan hukum harus diperlakukan sejenis.


Temani Pemudik, Honda Gelar 114 Titik Bengkel Siaga di Seluruh Indonesia

Jumat, 25 Mei 2018 13:05 WIB

Bengkel Siaga Honda dirancang untuk temani konsumen Honda selama melakukan perjalanan mudik.


Terdengar Dua Ledakan, Pledoi Aman Abdurrahman Sempat di Skors

Jumat, 25 Mei 2018 13:03 WIB

suara ledakan bukan berasal dari bom atau aksi teror, tapi hanya dari tong berisi cairan kimia yang meledak karena kelalaian pekerja proyek.


Kuasa Hukum Minta Majelis Hakim Bebaskan Aman Abdurrahman

Jumat, 25 Mei 2018 13:01 WIB

"Maka mohon keadilan yang seadil-adilnya dan hukuman yang seringan-ringannya,"


Marcus Gideon Bicara Tentang Ketengilan Kevin Sanjaya

Jumat, 25 Mei 2018 12:53 WIB

Marcus tidak akan melarang Kevin untuk melakukan aksi-aksi nyeleneh lagi pada pertandingan-pertandingan berikutnya.


IHSG Terus Meroket Hingga Siang

Jumat, 25 Mei 2018 12:49 WIB

Top gainers meliputi saham; Campina Ice Cream Industry, Inti Agri Resources dan Kalbe Farma