Industri Prancis Hadapi Kelangkaan Tenaga Kerja Terampil

akurat logo
Wayan Adhi Mahardhika
Kamis, 15 Februari 2018 06:05 WIB
Share
 
Industri Prancis Hadapi Kelangkaan Tenaga Kerja Terampil
Plakat . REUTERS

AKURAT.CO, Sylvie Guinard seorang prancis tengah sumringah yang menjalankan usahanya sebagai produsen manufaktur mesin kemasan Thimonnier. Akan tetapi, di tengah berkembangnya bisnis, Guinard tidak cukup banyak mendapatkan tenaga kerja.

Guinard seperti dilansir dari Reuters, yang kini memiliki tenaga kerja sekitar 80 orang sudah kesulitan hingga berbulan-bulan mencari 10 insinyur dan teknisi yang dibutuhkan untuk mengejar pesanan yang terus melonjak sejak tahun lalu. Perusahaannya masih memiliki dua lowongan yang belum terisi sampai sekarang.

Situasi serupa yang menjadi kekecewaan Guinard kepada agen pemasok bahan baku produksinya.

"Pemasok kami tidak dapat menemukan pekerja yang bisa membuat dan menyediakan suku cadang untuk kita. Pemasok kami yang membuat kami kesulitan memenuhi semua pesanan saya," kata Guinard, yang perusahaannya terletak di dekat Lyon, dan telah mengekspor 85 persen mesin yang dibuatnya untuk industri kemasan.

Perusahhan Thimonnier dan masalah kekurangan tenaga kerja merupakan contoh besar mengenai keadaan industri manufaktur yang ada di prancis, tetapi sebaliknya negara barat lainnya seperti Jerman dan Amerika Serikat saat ekonomi mereka sedang bertumbuh, tenaga kerja mereka malah melebihi dari proses pertumbuhan bisnis tersebut.

Situasi kekurangan tenaga kerja ini menjadi perhatian di Prancis, karena hal ini juga menimpa terhadap sektor lainnya seperti industri konstruksi, teknik dan teknologi informasi.

Alasan masalah ini terjadi karena tingkat pengangguran yang tinggi sebesar 9,4 persen dan kurangnya pekerja yang sesuai dengan kebutuhan industri strategis. Prancis tidak dapat mencukupi banyak tenaga terampil yang dibutuhkan sektor industri.

Hal ini menunjukan bahwa, bahkan saat Prancis mengalami pertumbuhan terkuatnya dalam enam tahun terakhir, kurangnya pekerja terampil yang dibutuhkan menciptakan terhambahtnya produksi dan mengurangi peredaran produksi.

Sebuah survei yang dirilis kantor statistik INSEE menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga perusahaan manufaktur di Prancis, yang sejak tahun 1990 masih beroperasi penuh, sementara itu 40% perusahaan melaporkan kesulitan merekrut tenaga kerja yang dibutuhkan.

Sebagai tambahan, sebelum krisis keuangan global banyak tenaga kerja dalam bidang industri bekerja hanya pada satu perusahaan. Berbeda dengan yang terjadi di negara barat lainnya, banyak tenaga kerja menuntut upah dan beberapa perusahaan menarik usahanya karena faktor tersebut.

Menurut Guinard, defisit tenaga kerja ini disebabkan oleh banyak anak muda yang sudah tidak tertarik bekerja di sektor industri. Selain itu, Guinard juga menambahkan bahwa persaingan industri semakin ketat, tetapi hal ini tidak akan baik bagi prancis jika tenaga kerja yang di perlukan tidak terpenuhi. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Sterling Tak Bisa Bermain di Laga Kontra Arsenal

Minggu, 25 Februari 2018 16:50 WIB

Cedera yang dialami Raheem Sterling membuatnya tak bisa diturunka dalam laga kontra Arsenal malam hari nanti.


Manfaatkan Situasi Tawuran, Anwar Curi Sepeda Motor

Minggu, 25 Februari 2018 16:46 WIB

Motor tersebut dijual seharga Rp 2,3 Juta ke tetangganya


BNPB: Baru Tujuh Orang Korban Longsor di Brebes yang Sudah Teridentifikasi

Minggu, 25 Februari 2018 16:40 WIB

Hingga H+4 kejadian atau Minggu, pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan 750 anggota tim pencarian dan penyelamatan (SAR).


Fakta Menarik MU Bentrok Chelsea: Ajang Balas Dendam Antonio Conte

Minggu, 25 Februari 2018 16:39 WIB

Di laga sebelumnya, Chelsea harus menelan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan dengan Manchester United.


Buku Nutrisi Anak Penderita Kanker Sudah Diterbitkan

Minggu, 25 Februari 2018 16:37 WIB

Supaya anak penderita kanker tak kekuarangan nutrisi.


Sekjen PDIP Sebut Cawapres Jokowi Akan Diumumkan Agustus 2018

Minggu, 25 Februari 2018 16:36 WIB

Semua nama-nama yang beredar akan didengarkan.


Zulhas Ucapkan Selamat kepada PDIP yang Usung Jokowi sebagai Capres

Minggu, 25 Februari 2018 16:33 WIB

PAN nanti tunggu tanggal main usung capres di Pilpres 2019.


[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nakhoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.