Pertumbuhan Ekonomi China Mulai Khawatir Tersandera Hutang

akurat logo
Leo Farhan
Kamis, 15 Februari 2018 07:30 WIB
Share
 
Pertumbuhan Ekonomi China Mulai Khawatir Tersandera Hutang
Gedung bank sentral China atau People's Bank of China (PBOC). ISTIMEWA/flicker.com/bfishadow

AKURAT.CO, Bank Sentral China mencatat peningkatan kredit sektor perbankan hingga di posisi 8,4%. Angka ini mengalami kenaikan tipis 0,02% jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan kredit pada Desember sebesar 8,2%.

Sementara itu pinjaman bersih di bulan Januari menyentuh rekor 2,9 triliyun Yuan atau setara dengan USD458,3 miliar. Kenaikan ini melebihi ekspetasi para analis dan pengamat ekonomi mengacu pada data Desember silam yang hanya sebesar 584,4 miliar.

Data yang dikutip dari Bank Sentral China, Senin (12/2), menunjukan bahwa kredit mengalami kenaikan yang tajam, baik pada kredit konsumsi maupun kredit korporasi.

“Bank berharap dapat memberikan pinjaman lebih awal untuk mendapatkan keuntungan di awal pula...sehingga investasi swasta dan investasi manufaktur dapat bergerak. Ada peningkatan permintaan secara bersama-sama,” ujar Nie Wen, Ekonom dari Hwaobao Trust di Shanghai, dilansir dari Reuters Rabu (14/2).

Nie Wen juga mengatakan bahwa ada indikasi perlambatan ekonomi pada kuartal pertama, namun perlambatan ini tidak akan tajam.

Otoritas Keuangan China terus memantau laju likuiditas perbankan untuk menghindari adanya hambatan pada sektor perekonomian mereka, mengingat negeri tirai bambu kini berada di posisi kedua sebagai negara dengan kekuatan perekonomian terbesar.

Untuk menghindari perlambatan itu, Otoritas Keuangan China telah mengingatkan bank-bank di China mengendalikan pemberian pinjaman baru, mengingat lonjakan kredit mencapai rekor baru sepanjang Januari kemarin.

Secara keseluruhan, kuatnya kredit dan arus perdagangan di China masih berada di posisi aman, sehingga pertumbuhan PDB pada tahun ini hanya akan menurun sekitar 6,5%, berada di bawah prediksi tahun lalu sebesar 6,9%.

Para analis dan pakar ekonomi memperingatkan kepada investor, bahwa situasi perekonomian China saat ini belum mendapatkan gambaran lebih jelas hingga Maret kedepan. Data di bulan Januari dan Februari akan dipotong masa liburan tahun baru China (imlek) yang panjang.

Lonjakan permintaan kredit pada Januari lalu mencapai 13,2%, naik lebih tinggi dari 12,5% pada Desember tahun lalu. Lonjakan permintaan kredit ini didukung adanya pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pasar properti yang stabil, sehingga beberapa bank terpaksa mengalihkan pinjaman mereka untuk menyeimbangkan lonjakan yang ada.

Sejak 2017, China telah menerbitkan regulasi untuk membujuk lembaga keuangan agar mengendalikan pemberian pinjaman untuk mengurangi risiko pada sistem keuangan mereka, salah satunya adalah dengan menargetkan jumlah peminjaman antar bank, hingga sertifikasi deposito sebagai jaminan agar pinjaman dapat dicairkan.

Selain itu, People's Bank of China (PBOC) juga telah berhasil menaikkan suku bunga kredit pada Desember lalu. Suku bunga ini diperkirakan akan terus meningkat, seiring perubahan regulasi yang akan diterapkan untuk mengurangi risiko pada sistem keuangan mereka.

Upaya China pada perubahan regulasi ini membuahkan hasil, jumlah pengeluaran pinjaman bank (Wealth Management Product) pada tahun 2017 sekitar 1,7%, dari angka di tahun 2016 pada posisi 24%.

Awal pekan ini, China mulai merancang peraturan baru tersebut, yakni ketentuan dalam penerbitan obligasi. Hal ini memberikan tekanan yang lebih besar kepada pemerintah daerah yang terus-menerus memupuk hutang. Tujuannya adalah agar mereka mendapatkan keuangan sesuai permintaan.

Namun, para analis berpendapat bahwa China perlu melakukan reformasi struktural mengenai pengendalian hutang korporasi yang terus membengkak, IMF dan lainnya pun memperingatkan akan adanya risiko krisis keuangan dikemudian hari.

Sementara itu, instrumen kredit Total Social Financial (TSC) China pada ukuran kredit dan likuiditas ekonomi meningkat menjadi 3,06 trilun Yuan pada Desember. TSF juga melingkupi pembiayaan di luar neraca dan sistem peminjaman yang ada di bank konvensional, seperti pinjaman korporasi dan penjualan obligasi. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Sterling Tak Bisa Bermain di Laga Kontra Arsenal

Minggu, 25 Februari 2018 16:50 WIB

Cedera yang dialami Raheem Sterling membuatnya tak bisa diturunka dalam laga kontra Arsenal malam hari nanti.


Manfaatkan Situasi Tawuran, Anwar Curi Sepeda Motor

Minggu, 25 Februari 2018 16:46 WIB

Motor tersebut dijual seharga Rp 2,3 Juta ke tetangganya


BNPB: Baru Tujuh Orang Korban Longsor di Brebes yang Sudah Teridentifikasi

Minggu, 25 Februari 2018 16:40 WIB

Hingga H+4 kejadian atau Minggu, pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan 750 anggota tim pencarian dan penyelamatan (SAR).


Fakta Menarik MU Bentrok Chelsea: Ajang Balas Dendam Antonio Conte

Minggu, 25 Februari 2018 16:39 WIB

Di laga sebelumnya, Chelsea harus menelan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan dengan Manchester United.


Buku Nutrisi Anak Penderita Kanker Sudah Diterbitkan

Minggu, 25 Februari 2018 16:37 WIB

Supaya anak penderita kanker tak kekuarangan nutrisi.


Sekjen PDIP Sebut Cawapres Jokowi Akan Diumumkan Agustus 2018

Minggu, 25 Februari 2018 16:36 WIB

Semua nama-nama yang beredar akan didengarkan.


Zulhas Ucapkan Selamat kepada PDIP yang Usung Jokowi sebagai Capres

Minggu, 25 Februari 2018 16:33 WIB

PAN nanti tunggu tanggal main usung capres di Pilpres 2019.


[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nakhoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.