Nasib Kredit Ketat Buat Konglomerat Tirai Bambu

akurat logo
Rivki Surya Maulana
Rabu, 14 Februari 2018 21:44 WIB
Share
 
Nasib Kredit Ketat Buat Konglomerat Tirai Bambu
Gedung Wanda Plaza Dalian Wanda Group digambarkan di Beijing, China, 17 Mei 2016.. REUTERS

AKURAT.CO, Setahun lalu, tiba-tiba China mengubah kebijakan kredit kepada para konglomerat nasionalnya dalam bersaing di tingkat global. Pengetatan kebijakan tersebut ditempuh melalui ketentuan permodalan dan aturan kredit perbankan.

Dampak dari perubahan ketentuan yang terlihat hingga kini adalah perusahaan swasta mulai melepas aset.

Dikutip dari Reuters, Dalian Wanda Group baru-baru ini berencana melepas kepemilikan saham senilai USD1,24 pada Perusahan Film Wanda kepada Grup Alibaba dan Cultural Investent Holding ltd.

Perusahaan Film Wanda adalah perusahan yang dimototri pemerintah Beijing. Sebelumnya korporasi juga mengumumkan penjualan saham senilai USD5,4 milliar dari sektor properti ke investor luar yang dipimpin oleh Tencent Holding ltd.

Bulan lalu, HNA mengadakan pertemuan luar biasa dengan kreditur bank besar mereka. Pihak manajemen HNA mengungkapkan, perusahaan berpotensi mengalami kerugian USD2,4 milliar dalam kuartal pertama 2018.

Masalah likuditas yang dihadapi HNA juga termasuk terlambatnya pembayaran gadai untuk pesawat terbang sebesar 1,7 milliar yuan atau senilai USD268,55 juta.

Bagi Grup HNA, perusahaan penerbangan yang melebarkan sayapnya ke sektor logistik, pariwisata dan pelayanan keuangan telah menghabiskan USD50 juta.

Beberapa pekan terakhir, perusahaan tersebut telah mengumumkan keputusannnya untuk meningkatan pendapatan dengan menjual properti di Australia dan mempekerjakan bankir untuk menjual saham mayoritas mereka di NH Hotel Grup SA dari Spanyol.

Konglomerat lainnya seperti Fosun internasional dan Anbang Insurance Grup juga mengalami hal yang sama dalam membangun kembali bisnisnya dari kehancuran dan bagaimana mereka mengurangi hutang.

"Beberapa perusahaan China mengakusisi terlalu banyak aset luar negeri dan kini memiliki utang sangat banyak," ujar Willy Shih, seorang profesor Harvard Business School yang menulis artikel mengenai Dalian Wanda Group.

Dia menambahkan, bahwa perusahaan China kini tengah kebingungan dalam mencari solusi atas iklim bisnis di negaranya.

Dalam situasi seperti ini, konglomerasi bisnis seperti HNA, Wanda dan Anbang memilih menutup diri dari kejaran media dan keterbukaan terhadap publik, sekalipun untuk kepentingan yang bersifat akademik.

Pemerintah China terus melanjutkan upaya mengendalikan sektor keuangan. Kepemimpinan Xi Jinping tetap akan mengambil jalan dengan menindak tegas perusahaan yang menggunakan hutang dan permodalan jangka pendek untuk membeli aset di luar negri, terutama dalam sektor non strategis seperti olahraga dan properti.

Sejak awal tahun 2018, prioritas utama perbankan China terus menekan para debitur konglomeratnya untuk mengurangi hutang perusahaan. Komisi Regulator Bank China (KBRC) juga menuturkan akan membersihkan perusahan induk dan menghapus institusi dengan risiko yang tinggi.

KBRC telah menargetkan Wanda, HNA, Fosun dan Anbang menghentikan transaksi globalnya yang mencoba menjual aset-asetnya.

Konglomerasi swasta lainnya juga saat ini tengah berada di bawah tekanan untuk mejual saham, termasuk di antaranya Tommorow Group, dengan bunga 30% pada lebih dari 30 intitusi finansial domestik. Meski dalam hal ini, KBRC tidak berkomentar secara langsung.

"Kejelasan sejak awal merupakan cara yang baik untuk menjelaskan apa yang terjadi di China," ujar Hernan Cristerna, selaku global co-head dari M&A di JP Morgan Chase & Co.

Sebagai informasi, saat ini ada 14 persen aset Dalian Wanda yang dijual ke dalam unit investasi real estate kepada grup investor termasuk Tencet, Sunac China Holding, dan JD.com inc.

Penjualan real estate yang berkedudukan di London dan Sydney itu dilakukan bersamaan dengan penarikan investasi sebesar USD9 miliar yang kebanyakan ditanam pada bisnis hotel dan taman hiburan.

Pekan lalu, kerjasama juga diharapkan untuk membuka jalan dalam penyusunan kembali unit properti komersial Wanda.

Menurut beberapa analis, sebagaimana dilansir dari Reuters, dapat membantu Wanda mengembangkan strategi online-offline.

"Kunci untuk perubahan bagi Wanda grup adalah perubahan properti komersial Wanda dari organisasi yang berkutat di aset besar, dialihkan pada aset yang lebih kecil," ujar Wang Jialin.

Artinya, kata Wang, lebih banyak kerja sama, lebih sedikit aset yang dimiliki sendiri, dan penurunan signifikan dalam hutang korporasi.

Fosun intersanional yang membayar USD1,1 miliar untuk membeli Club Med dan membeli saham di perusahaan kosmetik seperti AHAVA dari Israel.

Fosun juga tengah melakukan strategi rebranding. Hal ini dilakukan untuk memperkuat neraca, mengurangi hutang dan menyeimbangkan akusisi dengan penjualan aset. Dikabarkan juga, Fosun tengah mengambil strategi memecah risiko anak perusahaan dengan cara listing di pasar modal.

Ide go public itu akan dilakukan pada bisnis pariwisata. Meski Fosun tidak mengatakan hal itu secara terbuka, namun dengan bahasa lain kepada sejumlah media internasional, mereka mengatakan "akan selalu mendukung anak perusahaan" dalam mencari dukungan publik pada "situasi dan waktu yang tepat".

Pada Januari lalu, lembaga pemeringkat Moody's meningkatkan rating kredit Fosun ke Ba2, dengan penjelasan bahwa perusahaan dapat menjaga rasio hutang.

Salah satu Bankir Asia mengatakan bahwa perubahan strategi oleh banyak perusahaan swasta China terjadi secara tiba-tiba. Namun, hal itulah yang kini diperukan oleh sebuah konglomerasi.

"Orang-orang ini menganggap diri mereka sebagai bagian terpisah dari perusahaan. Mentalitas merubah bisnis menjadi dua atau tiga perusahaan, benar-benar kita perhatikan dengan perhitungan yang masuk akal," ujar sang bankir. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

BNPB: Empat Orang Hilang Akibat Tanah Longsor di Brebes Ditemukan Selamat

Senin, 26 Februari 2018 04:39 WIB

Korban selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang adalah Daswa, Tarsinah dan Kuswanto, ketiganya warga Desa Pasir Panjang, dan Ajid.


BPBD: Penyebab Terjadinya Tanah Longsor di Kuningan Akibat Hujan Deras

Senin, 26 Februari 2018 04:16 WIB

Longsor yang terjadi salah satunya akibat intensitas hujan yang tinggi.



Hadiri Penandatanganan, Bakamla RI Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Senin, 26 Februari 2018 03:51 WIB

Rapat koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi itu digelar untuk mensosialisasikan upaya pencegahan.


Babak I: Alot, Roma dan Milan Masih Imbang Tanpa Gol

Senin, 26 Februari 2018 03:44 WIB

Berdasarkan statistik, AC Milan bahkan gagal menciptakan satu pun tendangan ke arah gawang Roma.


Kompany Terpilih Sebagai Man of the Match

Senin, 26 Februari 2018 03:31 WIB

"(Kemenangan) ini setara dengan setiap menit kerja keras memulihkan cedera," ucap Vincent Kompany.


BNPB Nyatakan Status Gunung Sinabung di Level Awas

Senin, 26 Februari 2018 03:26 WIB

Sekitar 2,5 jam sebelum itu, BNPB mengamati adanya asap putih tebal dengan tinggi 100-300 meter dari puncak Sinabung.


Nasihat Sule Kepada Iki: Panjang Umur, Sehat Selalu, Jauhi Narkoba!

Senin, 26 Februari 2018 03:10 WIB

Sule tidak ingin anaknya yang kini baru merintis di dunia hiburan masuk dalam jebakan Narkoba.


Gara-gara Deodorant Jatuh di Sungai, Dua Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

Senin, 26 Februari 2018 03:01 WIB

Diduga mereka tidak bisa berenang, dan kemungkinan mereka tidak tahu di lokasi itu ada palung.


Hadapi Roma, Gattuso Pertahankan 'The Winning Team'

Senin, 26 Februari 2018 02:21 WIB

AS Roma butuh tambahan tiga poin untuk kembali ke peringkat ketiga usai digusur oleh Lazio dan Inter Milan.


Black Panther Siap Jadi Film Keempat yang Raih 100 juta Dollar AS di Pekan Kedua

Senin, 26 Februari 2018 02:10 WIB

Debut Black Panther dimulai dengan memecahkan rekor penayangan perdana di akhir pekan di box office dan terus berlanjut.


Warga Sukabumi Digegerkan Benda Kardus yang Diduga Bom

Senin, 26 Februari 2018 02:05 WIB

Setelah dibongkar kardus berbentuk kotak yang tersimpan di depan rumah warga, ternyata sampah.


Tumbangkan Atlet Tuan Rumah, Karen Kachanov Rebut Gelar Kedua

Senin, 26 Februari 2018 01:38 WIB

"Saya hanya perlu tetap bekerja dan tetap bergerak," kata Karen Kachanov.


Panglima TNI: Kemandirian Industri Pertahanan Dalam Negeri untuk Penuhi Kebutuhan Alutsista TNI

Senin, 26 Februari 2018 01:34 WIB

Akademisi merupakan sumber daya intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat diterapkan dalam industri pertahanan.


Benamkan Arsenal, Man City Gondol Trofi Piala Liga

Senin, 26 Februari 2018 01:33 WIB

Manchester City menjuarai Piala Liga Inggris setelah di final menang telak 3-0 atas Arsenal.