Soal Pemukiman di Tepi Barat, AS Nyatakan Tidak Ada Diskusi Aneksasi dengan Israel

akurat logo
Syani Zuraida
Rabu, 14 Februari 2018 08:05 WIB
Share
 
Soal Pemukiman di Tepi Barat, AS Nyatakan Tidak Ada Diskusi Aneksasi dengan Israel
Potret rumah-rumah di Shvut Rachel, sebuah pemukiman Yahudi Tepi Barat yang dekat dengan pemukiman Yahudi di Shilo, dekat Ramallah pada 6 Oktober 2016.. REUTERS

AKURAT.CO, Amerika Serikat (AS) membantah pernyataan Israel terkait pelaksanaan diskusi antar kedua negara mengenai kemungkinan Israel untuk menganeksasi wilayah Tepi Barat. Hal ini merupakan perselisahan yang jarang terjadi antara AS dan Israel, mengingat AS adalah aliansi utama Israel.

“Demi menegakkan kedaulatan Israel, saya sedang berdiskusi dengan AS terkait kemungkinan pendudukan wilayah tepi Barat,” Kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilansir dari Reuters.

Juru bicara Partai Likud yang merupakan partai politik sayap kanan Israel, tidak menyebutkan secara spesifik kapan rencana aneksasi akan dilaksanakan dalam diskusi dengan AS. Menurutnya, Netanyahu hanya menginstruksikan untuk melakukan koordinasi dengan AS apabila terdapat perubahan terkait status permukiman di Tepi Barat.

Namun, pada Senin (12/2) waktu setempat, Gedung Putih menyangkal adanya diskusi dengan pihak Israel. Pejabat Senior Israel bahkan mengatakan Netanyahu belum membuat proposal khusus mengenai aneksasi kepada Pemerintah AS.

Juru Bicara Gedung Putih Josh Raffel mengatakan, kabar yang tersebar tentang adanya diskusi antara AS dan Israel mengenai rencana aneksasi Tepi Barat adalah kebohongan.

"Presiden Trump kini fokus pada rencana perdamaian Israel-Palestina,” katanya.

Pernyataan tersebut kemudian disusul respon Perdana Menteri Israel yang menarik pernyataannya mengenai dialog aneksasi. Netanyahu mengklarifikasi, pihaknya hanya mengingatkan AS terkait rancangan undang-undang tentang aneksasi yang diusulkan di parlemen.

“Israel mengingatkan Pemerintah AS mengenai beberapa rancangan undang-undang yang telah diserahkan di Knesset, lalu AS menyatakan posisinya yang mendukung usaha perdamaian,” demikian ungkap seseorang dari kantor Perdana Menteri Israel.

Pengamat politik Israel berpendapat, pernyataan Netanyahu hanyalah sebuah langkah untuk memenangkan dukungan sayap kanan dalam kabinetnya. Pernyataan tersebut merupakan usaha Netanyahu untuk meredam kemarahan di kalangan internal Partai Likud terhadap keputusannya menolak sebuah rancangan undang-undang yang diusulkan beberapa politisi sayap kanan untuk mencaplok wilayah permukiman Tepi Barat.

Tersebarnya kabar aneksasi Tepi Barat kemudian menyulut kemarahan rakyat Palestina, juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rdainah mengungkapkan, usaha aneksasi hanya akan menghancurkan upaya perdamaian Israel-Palestina.

“Tidak ada satu negara pun yang berhak mendiskusikan aneksasi tanah Palestina,” jelasnya.

Pernyataan Rdainah didukung masyarakat internasional yang menolak pendudukan Israel di Tepi Barat.

Sebagai usaha AS dalam menciptakan perdamaian di Tepi Barat, Trump melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

“Kini saatnya kita bekerja sama agar tercipta kesepakatan damai Israel-Palestina,” ungkapnya.

Pemerintahan Trump terlihat kurang kritis dan tegas dibandingkan Pemerintahan Presiden Obama terkait kebijakan permukiman Israel. Namun, sebuah wawancara yang diterbitkan dalam Israel Hayom-media pro Netanyahu, Presiden Trump dikabarkan mendesak Israel untuk mengambil langkah hati-hati dalam masalah ini.

“Permukiman adalah sesuatu yang rumit, sehingga menyulitkan terciptanya perdamaian, jadi menurut saya Israel harus sangat berhati-hati dengan masalah permukiman,” jelas Trump dikutip dari Reuters.

Trump juga menyatakan keraguannya mengenai komitmen Palestina dan Israel untuk berdamai.

“Kita akan lihat apa yang terjadi sekarang, saya pikir Palestina tidak ingin berdamai. Dan saya juga tidak yakin Israel mau berdamai,” tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

BNPB: Baru Tujuh Orang Korban Longsor di Brebes yang Sudah Teridentifikasi

Minggu, 25 Februari 2018 16:40 WIB

Hingga H+4 kejadian atau Minggu, pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan 750 anggota tim pencarian dan penyelamatan (SAR).


Fakta Menarik MU Bentrok Chelsea: Ajang Balas Dendam Antonio Conte

Minggu, 25 Februari 2018 16:39 WIB

Di laga sebelumnya, Chelsea harus menelan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan dengan Manchester United.


Buku Nutrisi Anak Penderita Kanker Sudah Diterbitkan

Minggu, 25 Februari 2018 16:37 WIB

Supaya anak penderita kanker tak kekuarangan nutrisi.


Sekjen PDIP Sebut Cawapres Jokowi Akan Diumumkan Agustus 2018

Minggu, 25 Februari 2018 16:36 WIB

Semua nama-nama yang beredar akan didengarkan.


Zulhas Ucapkan Selamat kepada PDIP yang Usung Jokowi sebagai Capres

Minggu, 25 Februari 2018 16:33 WIB

PAN nanti tunggu tanggal main usung capres di Pilpres 2019.


[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nahkoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.


Gempa Kembali Guncang Tapanuli Utara

Minggu, 25 Februari 2018 16:06 WIB

Sehari sebelumnya, Senin (24/2), gempa mengguncang kabupaten ini dengan kekuatan 5,0 Skala Richter


Ratusan Anak Ikuti Lomba Matematika di Bantaran Sungai Bindu

Minggu, 25 Februari 2018 15:58 WIB

Ajang ini diikuti kurang lebih 615 peserta.