Pemulihan Ekonomi Irak Pasca Menang Melawan ISIS Butuh USD88 Miliar

akurat logo
Leo Farhan
Rabu, 14 Februari 2018 07:10 WIB
Share
 
Pemulihan Ekonomi Irak Pasca Menang Melawan ISIS Butuh USD88 Miliar
Konferensi Rekonstruksi Iraq pasca perang melawan ISIS.. REUTERS

AKURAT.CO, Para investor dari berbagai negara berkumpul di Kuwait, Senin (12/2) membahas pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi Irak.

Negara tersebut mengalami konflik berkepanjangan, terutama dalam tiga tahun terakhir dengan ISIS. Kelompok militan tersebut menguasasi hampir sepertiga wilayah Irak.

"Membangun kembali Irak merupakan langkah untuk memulihkan stabilitas Irak. Hal itu juga akan memulihkan negara-negara di kawasan," ujar Salman al-Jumalli, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Irak dikutip dari Reuters.

Irak mulai dapat membangun negaranya kembali setelah menyatakan kemenangan melawan ISIS pada awal Desember 2017 lalu, setelah berhasil merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh ISIS sejak 2014.

Pejabat Irak menyatakan di tengah konferensi penggalangan dana internasional bahwa Pembangunan Irak pasca perang dengan ISIS menelan biaya lebih dari USD88 miliar. Pembangunan perumahan menjadi prioritas utama pemulihan ekonomi masyarakat.

"Sekitar USD23 miliar akan dikeluarkan untuk pembangunan jangka pendek dan lebih dari USD65 miliar dalam pembangunan jangka menengah," lanjut Qusay Adulfattah selaku dirjen kementerian perencanaan dan pembangunan Irak.

Tujuh Provinsi yang diserang oleh kelompok militan ISIS mengalami kerusakan parah dan menelan biaya sekitar USD46 miliar untuk membangun kembali 147.000 unit rumah yang rusak. Pasukan keamanan pun mendapatkan kerugian sekitar USD14 miliar dalam konflik tersebut.

Kerugian dalam perekonomian lainnya ditaksir lebih dari puluhan miliar yang hilang ketika konflik berlangsung.

Dalam pemulihan ekonomi, Irak menerbitkan sekitar 157 daftar proyek investasi untuk membangun sektor perekonomian. Salah satu proyek tersebut adalah pembangunan kembali Bandara Mosul dan diversifikasi ekonomi dari penjualan minyak mentah, pembangunan kembali ladang pertanian dan pengembangan industri transportasi.

Pembangunan infrastruktur dan fasilitas masyarakat juga menjadi proyek utama Irak untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi kaum muda. Prioritas ini juga mengakhiri migrasi besar-besaran penduduk dan kekerasan politik di Iraq.

Dalam pertemuan investor tersebut, Amerika Serikat yang pernah mendukung ISIS dan telah menduduki Irak dalam kurun waktu 2003-2011 menyatakan tidak berencana menyalurkan dananya dalam konferensi tersebut.

Wakil PBB yang merupakan Koordinator Kemanusiaan untuk Irak, Lise Grande, mengatakan bahwa apabila terdapat adanya kegagalan dalam pembangunan Irak, maka akan menimbulkan ketidakstabilan baru.

"Jika masyarakat internasional tidak membantu pemerintah Irak dalam menstabilkan negaranya, maka akan menjadi keuntungan bagi ISIS untuk dapat menyerang kembali," katanya seperti dilansir dari Reuters.

Kantor berita Kuwait, KUNA, melaporkan adanya NGO yang menjanjikan bantuan kemanusiaan untuk Irak sebesar USD300 juta di sebuah konferensi LSM dalam pertemuan investor tersebut.

Hal ini kemudian menjadi tekad Baghdad untuk menghapuskan masalah birokrasi yang sekiranya dapat menghambat masuknya investasi. Irak dikenal sebagai negara paling korup ke-10 di dunia menurut Transparency International.

Irak telah menderita puluhan tahun perang, baik pada masa perperangan dengan Iran maupun pasca penggulingan Saddam Husein oleh koalisi Amerika Serikat pada tahun 2003. Kemudian diikuti dengan pemberontakan serta konflik berkepanjangan dengan ISIS pada tahun 2014 hingga akhir 2017 lalu. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

BNPB: Baru Tujuh Orang Korban Longsor di Brebes yang Sudah Teridentifikasi

Minggu, 25 Februari 2018 16:40 WIB

Hingga H+4 kejadian atau Minggu, pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan 750 anggota tim pencarian dan penyelamatan (SAR).


Fakta Menarik MU Bentrok Chelsea: Ajang Balas Dendam Antonio Conte

Minggu, 25 Februari 2018 16:39 WIB

Di laga sebelumnya, Chelsea harus menelan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan dengan Manchester United.


Buku Nutrisi Anak Penderita Kanker Sudah Diterbitkan

Minggu, 25 Februari 2018 16:37 WIB

Supaya anak penderita kanker tak kekuarangan nutrisi.


Sekjen PDIP Sebut Cawapres Jokowi Akan Diumumkan Agustus 2018

Minggu, 25 Februari 2018 16:36 WIB

Semua nama-nama yang beredar akan didengarkan.


Zulhas Ucapkan Selamat kepada PDIP yang Usung Jokowi sebagai Capres

Minggu, 25 Februari 2018 16:33 WIB

PAN nanti tunggu tanggal main usung capres di Pilpres 2019.


[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nahkoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.


Gempa Kembali Guncang Tapanuli Utara

Minggu, 25 Februari 2018 16:06 WIB

Sehari sebelumnya, Senin (24/2), gempa mengguncang kabupaten ini dengan kekuatan 5,0 Skala Richter


Ratusan Anak Ikuti Lomba Matematika di Bantaran Sungai Bindu

Minggu, 25 Februari 2018 15:58 WIB

Ajang ini diikuti kurang lebih 615 peserta.