BKPM Dorong Startup Indonesia Lakukan Temu Bisnis dengan Investor Australia

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Selasa, 13 Februari 2018 19:14 WIB
Share
 
BKPM Dorong Startup Indonesia Lakukan Temu Bisnis dengan Investor Australia
Gedung BKPM di Jalan Gatot Subroto Jakarta.. AKURAT.CO/Prabawati Sriningrum

AKURAT.CO, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui kantor perwakilan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney mendorong kemitraan "startup" atau perusahaan perintis asal Indonesia dengan investor Australia melalui kegiatan temu bisnis.

Dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (13/2), IIPC Sydney bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra dan Konsulat Jenderal RI di Sydney serta Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Sydney dan Atase Perdagangan menggelar kegiatan temu bisnis yang dihadiri sekitar 30 perusahaan calon investor dari Australia.

Dari forum temu bisnis tersebut, tercatat 23 "letter of intent" (LOI) ditandatangani oleh pelaku usaha "startup" Indonesia dengan investor Australia. Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu Kristiarto Legowo menyampaikan bahwa LOI tersebut merupakan refleksi dari potensi besar kemitraan dagang dan investasi kedua negara.

"Kami akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk secara nyata meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara," katanya.

Menurut Kristiarto, hubungan Indonesia dan Australia pada beberapa waktu terakhir ini sangat kuat, yang salah satunya ditandai dengan persahabatan antara kedua kepala pemerintah, serta para pejabat tinggi kedua negara.

Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM Pratito Soeharyo menambahkan program yang dilakukan oleh BKPM tersebut memiliki arti penting bagi untuk membangun kesepahaman bagi pelaku usaha kedua negara.

"Kalau pengusaha startups Indonesia bisa bermitra dengan investor Australia maka hasil kemitraan tersebut akan sangat positif sekali," paparnya. Pratito menilai potensi usaha rintisan atau "startup" di Indonesia sebenarnya sangat besar, namun perlu didorong untuk bermitra dengan investor skala besar sehingga dapat meningkatkan skala ekonomi usahanya.

"Ini yang coba kita lakukan bersama dengan berbagai pihak yang terlibat untuk bersama-sama berkomitmen mendorong kemitraan 'startup' Indonesia dengan jejaring bisnis global," lanjutnya. Lebih lanjut, Pejabat Promosi Investasi Sri Moertiningroem menambahkan keikutsertaan "startup" dalam forum tersebut terdiri atas beberapa sektor di antaranya sektor industri, makanan, minuman dan agribisnis, herbal dan aromaterapi, perhiasan, kerajinan tangan dan aksesoris, fesyen, tas dan jaket kulit.

Salah satu diaspora Indonesia, Suliyanti, yang menjadi pembicara dalam forum tersebut menceritakan kisah suksesnya membangun jejaring di Negeri Kangguru sejak hijrah ke Sydney pada 1981.

"Tiga alasan yang membuat hubungan dagang dan investasi Indonesia dan Australia tidak berkembang sebagaimana yang diinginkan adalah masalah kualitas, regulasi dan menemukan mitra yang cocok, urai pendiri Founder House of Indonesia itu.[]


Editor. Juaz

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional


Harga Daging Sapi Mulai Naik

Senin, 21 Mei 2018 15:01 WIB

Saat ini harga daging sapi naik lagi dari Rp112 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp115 ribu per kg


Soal Rilis 200 Nama Mubaligh, Menag: Bukan Seleksi, Bukan Akreditasi Apalagi Standarisasi

Senin, 21 Mei 2018 15:00 WIB

"Saya mohon maaf kepada nama yang dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada disana,"