PHE Catat Kinerja Produksi dan Keuangan Positif Sepanjang 2017

akurat logo
Atikah Umiyani
Selasa, 13 Februari 2018 17:25 WIB
Share
 
PHE Catat Kinerja Produksi dan Keuangan Positif Sepanjang 2017
Petugas mengecek tangki timbun di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (14/10).. ANTARAFOTO

AKURAT.CO, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak dan gas bumi, mencatatkan kinerja operasi produksi yang positif sepanjang 2017 dibandingkan 2016.

Hal itu terbuktikan dengan naiknya produksi minyak menjadi 69.300 barel per hari (BPH) dari proyeksi 64.500 BPH pada 2017. Pencapaian produksi ini juga lebih baik jika dibanding 2016 yang hanya sebesar 62.588 BPH.

Sementara itu, untuk produksi gas PHE pada 2017 turun menjadi 723,5 MMScfd (standar kaki kubik per hari) dari target 768,5 juta MMScfd.

Produksi gas PHE pada 2017 naik tipis dibandingkan realisasi 2016 yang tercatat hanya 722 MMScfd.

"PHE ONWJ (Offshore North West Java) masih memberi kontribusi terbesar, disusul PHE WMO (West Madura Offshore), JOB Pertamina Tomori, dan Coridor,” ujar Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R. Gunung Sardjono Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Selasa (13/2).

Tahun 2018, PHE memproyeksikan produksi minyak sebesar 70.407 BPH dan gas 771,07 MMSCfd. Sementara lifting minyak ditargetkan 68.080 BPH dan gas 589 MMScfd.

Gunung mengatakan, kinerja positif sektor produksi PHE ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja finansial. Terbukti dari capaian pendapatan serta laba bersih yang mengalami kenaikan masing-masing 30 persen dibanding periode tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha PHE sepanjang 2017 (audited) mencapai USD1,99 miliar. Realisasi pendapatan ini naik dibandingkan realisasi 2016 yang hanya USD1,5 miliar. Sedangkan laba bersih 2017 sebesar USD259,88 juta, naik dibandingkan 2016 yang hanya USD191 juta.

Menurut Gunung, pencapaian pendapatan usaha tahun lalu 112% dari target dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) sebesar USD1,778 miliar atau 106% dari target revisi RKAP yang tercatat USD1,89 miliar.

“Untuk 2018, kami memproyeksikan pendapatan usaha USD1,97 miliar,” ujarnya.

Adapun laba bersih perseroan tahun lalu tercatat 165% dari RKAP sebesar USD151,78 juta dan 148% dari RKAP revisi sebesar USD170 juta. Sedangkan target laba bersih tahun ini diproyeksikan USD211,2 juta.

Gunung juga menjelaskan, anggaran biaya operasi (ABO) dan anggaran biaya investasi (ABI) perseroan tahun lalu juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, ABO PHE mencapai USD858,29 juta, naik dibandingkan realisasi 2016 sebesar USD649,58 juta. Adapun ABI tercatat USD488,11 juta, lebih tinggi dibandingkan ABI 2016 yang mencapai USD300,31 juta.

"Untuk tahun ini, ABO kami proyeksikan USD1,07 miliar dan ABI sebesar USD53,54 juta,” tutupnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pengakuan Bocah Polos yang Perutnya Dipasangi Bom Bunuh Diri

Senin, 21 Mei 2018 15:38 WIB

Bocah bernama Uday terlihat polos. Dia mengikuti semua arahan tentara yang hendak menyelamatkan nyawanya.


Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional


Harga Daging Sapi Mulai Naik

Senin, 21 Mei 2018 15:01 WIB

Saat ini harga daging sapi naik lagi dari Rp112 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp115 ribu per kg