Pemerintah Klaim Sudah Turunkan Angka Ketimpangan

akurat logo
Denny Iswanto
Selasa, 13 Februari 2018 16:30 WIB
Share
 
Pemerintah Klaim Sudah Turunkan Angka Ketimpangan
Pemerintah berhasil menurunkan angka ketimpangan high risk dari 4,1 menjadi 0,4 menjadi moderat. Klaim tersebut diungkap Arif Budimanta saat menejelaskan upaya pengkajian yang akan dilakukan terhadap paket kebijakan ekonomi pemerintah.. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pd/18

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menjelaskan bahwa pemerintah melalui koordinasi KEIN dan beberapa lembaga pengkajian sedang menyiapkan kajian. Kajian tersebut akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Pasalnya Arif mengaku goals dari kajian itu adalah bagaimana menumbuhkan perekonomian Indonesia. Sebab menurut dia Presiden menghendaki pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh lebih baik mencapai ankag 6,0% atau kalau mampu bisa mencapai 7,0%.

Namun beda keinginan beda realita di lapangan. Karena itu KEIN diminta untuk mempersiapkan kajian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan. Sebab dimana pemerintah ingin melakukan pemerataan dengan tagline Indonesia centris dan membangun ekonomi dari pinggir.

Menanggapi soal ketimpangan khususnya antara Pulau Jawa dan Luar Jawa menurut dia pemerintah sudah berhasil menurunkan tingkat ketimpangan yang tinggi. Dengan jalan membuka akses melalui pembangunan infrastruktur, Bansos hingga program padat karya.

"Kalau ketimpangan yang baik itu dibawah 0,3 ya artinya 0,29. Nah pak Jokowi kan berhasil menurunkan tingkat ketimpangan secara perlahan dari yang levelnya di atas. di bawah 0,3 itu rendah ya. Nah 0,3 sampai 0,4 itu moderat," ujar Arif Budimanta di Jakarta, Selasa (13/2).

Lebih jauh dia menejelaskan bahwa pemerintah berhasil menurunkan angka ketimpangan high risk dari 4,1 menjadi 0,4 menjadi moderat. Klaim tersebut diungkap Arif Budimanta saat menejelaskan upaya pengkajian yang akan dilakukan terhadap paket kebijakan ekonomi pemerintah.

"0,4 itu high ya. Jadi selama ini pemerintahan pertahun sudah diturunkan dari high ke moderat. Kita pernah 4,1 kan nah sekarang sudah dibawah 0,4 nah itu harusnya sudah baik," tambah dia.

Meski sudah berhasil menurunkan angka ketimpangan yang tinggi. Menjadi moderat. Namun hal itu masih belum maksimal sebabnya menurut Arif idealnya angka ketimpangan yang ideal itu harus bisa di 0,3. Atau paling tidak bisa mendekati angka 0,31 atau 0,32 sebagaimana yang terjadi di negara-negara maju.

"Kita bisa ideal menuju yang dibawah 0,3 atau mendekati lah. Atau mendekati lah 0,31 atau 0,32 sepeti di negara walfare state. Kenapa rendah mereka di Skandinavia karena model pengelolaan ekonominya berbasis koperasi," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional


Harga Daging Sapi Mulai Naik

Senin, 21 Mei 2018 15:01 WIB

Saat ini harga daging sapi naik lagi dari Rp112 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp115 ribu per kg


Soal Rilis 200 Nama Mubaligh, Menag: Bukan Seleksi, Bukan Akreditasi Apalagi Standarisasi

Senin, 21 Mei 2018 15:00 WIB

"Saya mohon maaf kepada nama yang dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada disana,"