Infrastruktur Tonga Luluhlantak, Australia dan Selandia Baru Kirimkan Bantuan

akurat logo
Rivki Surya Maulana
Selasa, 13 Februari 2018 16:15 WIB
Share
 
Infrastruktur Tonga Luluhlantak, Australia dan Selandia Baru Kirimkan Bantuan
Dampak badai Gita di Nuku'alofa, Tonga, Selasa (13/2). Gambar ini diperoleh dari media sosial Facebook Noazky Langi /via REUTERS. Facebook Noazky Langi /via REUTERS

AKURAT.CO, Australia dan Selandia Baru hari ini, Selasa (13/2) menyumbangkan sekitar USD820.000 kepada kerajaan Tonga yang terletak di kawasan Pasifik. Bantuan tersebut dilakukan untuk membantu Tonga setelah diterjang badai Gita pada akhir pekan kemarin.

Penasihat pemerintah Australia Graham Kenna memperkirakan sekitar 40 persen rumah di ibu kota Tonga mengalami kerusakan, banyak diantara dengan atap yang rusak tertiup angin.

Selandia Baru menyumbangkan bantuan senilai NZ$750.000 (US$545.000), disamping mengirimkan sebuah pesawat Hercules NZ Air Force untuk menerbangkan pasokan bantuan darurat.

Sementara itu Australia menyumbangkan bantuan senilai AUS$350.000 (US$275.000) dalam bentuk hunian, dapur dan peralatan hunian. Selain itu, Australia melalui menteri luar negerinya mengatakan akan mengirimkan personil Angkatan Pertahanan Australia untuk membantu upaya pembersihan daerah yang diterjang badai.

Pembersihan Tonga pasca bencana dimulai pada Selasa dini hari tadi waktu setempat, karena ekor topan masih di atas ibu kota, Nuku'alofa.

"Satu dari dua tiang listrik rubuh dan kabel-kabel listrik menyebar tak beraturan," kata Kenna di Kantor nasional manajemen gawat darurat Tonga sebagaimana dilansir dari Reuters.

Sejumlah infrastruktur juga belum dapat digunakan, seperti pasokan air dan radio.

"Pemerintah mematikannya sejak awal sebelum badai datang, mengetahui bahwa kabel listrik akan meledak," kata Kenna lagi.

Dilaporkan saat ini ada sekitar 5.700 orang mencari tempat bernaung di pusat pengungsian semalaman. Jumlah korban badai yang meninggalkan rumahnya diperkirakan bakal bertambah.

Kenna juga menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada laporan jumlah korban jiwa yang dapat dikonfirmasi dari badai Kategori 4 yang membawa angin dengan kecepatan sekitar 200 km (125 mil) per jam. Namun, ada banyak korban luka, beberapa di antaranya luka serius.

"Banyak rumah tua, terutama beberapa rumah warisan tua, rusak parah atau hancur, yang sangat menyedihkan, rumah-rumah tersebut memiliki nilai sejarah. Rumah-rumah tersebut pernah melewati badai sebelumnya, tapi ini adalah topan terbesar yang dialami pulau ini paling tidak selama 60 tahun terakhir," tuturnya.

Sebagai informasi, Topan tersebut menuju ke pulau-pulau selatan Fiji pada hari Selasa (13/2), dengan beberapa prakiraan melaporkan mengingkatnya kekuatan badai menuju katagori 5. Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama memperingatkan warga untuk memperhatikan peringatan dan bersiaga, meskipun badai tersebut diperkirakan akan melewati daerah berpenduduk padat.

Badai Gita telah meluluhlantakkan kepulauan Samoa dan Samoa Amerika serikat, sekitar 900 km (560 mil) menuju arah timur laut, akhir pekan lalu, membanjiri ibukota Samoa, Apia. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pengakuan Bocah Polos yang Perutnya Dipasangi Bom Bunuh Diri

Senin, 21 Mei 2018 15:38 WIB

Bocah bernama Uday terlihat polos. Dia mengikuti semua arahan tentara yang hendak menyelamatkan nyawanya.


Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional


Harga Daging Sapi Mulai Naik

Senin, 21 Mei 2018 15:01 WIB

Saat ini harga daging sapi naik lagi dari Rp112 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp115 ribu per kg