Lemahnya Pengawasan, Banyak Proyek Infrastruktur Pemerintah Bermasalah

akurat logo
Aji Nurmansyah
Selasa, 13 Februari 2018 13:36 WIB
Share
 
 Lemahnya Pengawasan, Banyak Proyek Infrastruktur Pemerintah Bermasalah
Bantalan (ginger) tol proyek Depok-Antasari yang roboh di kawasan Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (3/1). Satu hari setelah roboh, pihak pengembang proyek melakukan penutupan bagian yang roboh dengan terpal biru. Meski tidak memakan korban jiwa, satu truk tanah terlihat rusak parah. Kepala dan bodi truk itu penyok lantaran tertimpa girder yang terbuat dari beton.. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Kontsruksi Indonesia (BPP Gapensi), H. Andi Rukman Karumpa mengatakan bahwa proyek Infrastruktur tidak boleh lepas dari audit. Baik itu audit perencanaan, audit biaya dan benefit recovery. Dan uji daya tahan Infrastruktur.

Andi menjelaskan bahwa Bank Dunia sudah merekomendasikan, dalam Laporan Evaluasi Infrastruktur Global 2017, bahwa setiap proyek infrastruktur diwajibkan melakukan audit konstruksi rutin atau reguler.

"Apalagi, infrastruktur pada negara-negara miskin dan berkembang di dunia ketiga yang dicirikan dengan minimnya teknologi dan pemahaman baik atas berbagai potensi bencana alam yang ada,” ujar Andi di Jakarta, (13/2).

Menurut dia audit konstruksi juga mesti rutin dilakukan. Terlebih lagi berbagai proyek dan bangunan bertingkat berada di wilayah ring of fire yang memiliki peluang bencana alam yang sangat tinggi.

”Kita lihat kemarin ada gempa lagi di Jakarta. Sedangkan audit bangunan-bangunan di Jakarta sangat minim,” tanah dia.

Minimnya audit yang dilakukan itu terlihat dari beberapa proyek pemerintah di dunia konstruksi Indonesia masih banyak yang bermasalah. Belum lama ini crane proyek double-double track kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur ambruk saat petugas tengah menaikkan bantalan rel. Kecelakaan kerja di proyek konstruksi beberapa kali terjadi dalam waktu yang berdekatan.

Sebelumnya, hal sejenis terjadi pada Selasa 17 Oktober 2017 lalu, dimana ada tiang bagian dari proyek konstruksi menimpa rumah warga di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Bagian konstruksi berwarna biru itu roboh dan menimpa rumah 2 lantai tersebut.

Kemudian pada 3 November 2017 lalu, sebuah beton pagar proyek MRT di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan (Jaksel) terjatuh saat proses pengangkatan. Pada Desember 2017 lalu juga sempat terjadi kecelakaan konstruksi di proyek Tol Pemalang-Batang. Dalam sebuah video yang viral di media sosial perpesanan, tampak sebuah girder ambruk ketika hendak dipasangkan.

Padahal menurut dia atensi pemerintah dalam membangun infrastruktur patut di apresiasi. Sebab hampir empat tahun Jokowi-JK mampu membangun hampir 15 kali panjang infrastruktur yang dibangun pada era pemerintahan sebelumnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pengakuan Bocah Polos yang Perutnya Dipasangi Bom Bunuh Diri

Senin, 21 Mei 2018 15:38 WIB

Bocah bernama Uday terlihat polos. Dia mengikuti semua arahan tentara yang hendak menyelamatkan nyawanya.


Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai Di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.


Perayaan Scudetto Juventus Sulut Amarah Napoli

Senin, 21 Mei 2018 15:14 WIB

Juventus meraih gelar juara tujuh kali beruntun


Lima Tentara Libya Meninggal Kena Ranjau Darat

Senin, 21 Mei 2018 15:13 WIB

Tentara Libya menuduh kelompok bersenjata tersebut setia kepada Al-Qaeda.


Arab Saudi Bebaskan 690 Warga Ethiopia dari Penjara

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

MoFA mengatakan sekitar 690 warga diberi fasilitas transportasi gratis dari Arab Saudi ke Ethiopia.


Pertamina Ambil Alih Pengelolaan WK Ogan Komering

Senin, 21 Mei 2018 15:05 WIB

Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan langkah strategis perusahaan dalam amankan pasokan produksi migas nasional