Nilai Ekonomi Arsitektur

Pixellate Farm, Mendekatkan Isu Pangan Mengapresiasi Petani

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Kamis, 01 Februari 2018 05:13 WIB
Share
 
Pixellate Farm, Mendekatkan Isu Pangan Mengapresiasi Petani
Alfian Reza Almadjid, berupaya mengkaribkan kembali masyarakat pada lahan pertanian dengan merancang bangun ruang bertajuk Pixellate Farm.. AKURAT.CO/ISTIMEWA/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Sejatinya Indonesia merupakan negara agraris. Di mana sektor pertanian menjadi unsur penting dalam kehidupan masyarakatnya. Namun ironi, seiring perkembangan zaman budaya bertani seakan kian tergerus modernisasi.

Disulap menjadi rumah-rumah dan bangunan, dewasa ini lahan pertanian seolah jadi barang langka khususnya di wilayah perkotaan. Jangan heran bila kemudian produktivitas hasil tani menukik tajam.

Tak berhenti sampai di situ, kesadaran masyarakat akan isu pangan juga kian lindap. Pun penghargaan pada petani seakan telah lenyap. Tak pelak bila kini bercita-cita menjadi petani adalah impian yang nyaris tak mungkin ditemukan di kepala generasi milenia.

Setidaknya hal itulah yang dirasakan Alfian Reza Almadjid, hingga akhirnya tergugah untuk berupaya mengkaribkan kembali masyarakat pada lahan pertanian dengan merancang bangun ruang bertajuk Pixellate Farm.

"Saya tinggal di Jogja. Saat kecil banyak sawah. Tapi makin kesini makin dikit sawahnya karena mulai berubah menjadi rumah-rumah. Itu yang pingin saya angkat. Bagaimana pertanian dikembalikan lagi. Sekarang anak-anak kecil, terutama di kota-kota ngga benar-benar tau seperti apa itu sawah dan pertanian," ujarnya saat berbincang dengan AKURAT.CO pekan lalu.

Mahasiswa jebolan Universitas Gajah Mada itu menuturkan, selain mencoba mendekatkan kembali orang-orang, khususnya masyarakat urban pada kegiatan bertani. Konsep taman pertanian rancangannya merupakan fasilitas yang nantinya bisa memberi kontribusi terhadap produksi pangan nasional.

"Harusnya orang kota itu urban farming ya. Tapi belum bisa terealisasi karena kesadaran akan pertanian masih rendah sekali... Makanya saya bikin ada interaksi, saya bikin agrikultur park. Jadi taman pertanian di perkotaan," kata dia menjelaskan.

Lebih lanjut pemuda kelahiran 15 Maret 1995 itu memaparkan, Pixellate Farm merupakan taman pertanian yang ditrasformasikan sebagai sekumpulan pixel, di mana masing-masing pixel dapat diatur baik jenis tanaman maupun fungsi bangunannya.

"Saya bikin kotak-kotak itu biar fleksibel. Jadi satu kotak itu diisi satu jenis tanaman... Dan nggak cuma bertani, nanti juga disediakan tempat bagaimana cara berternak juga," imbuhnya.

Kemudian, untuk bisa menarik minat masyarakat urban agar mau bertani, atau setidaknya peduli terhadap pertanian, pada wahana tersebut bakal dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang yang cenderung digemari oleh mereka.

"Saya bikinnya diperkotaan, biar orang urban dengan gampang nemuin di sana. Di taman pertanian itu juga nanti ada grosir store, ada museum, dan restoran. Jadi kaya sawah mix use. Kalau bawa ide sawah biasa ke kota dari segi harga dan fungsinya nggak masuk," terang Fian.

Adapun site yang dipilih dalam pengaplikasian desain arsitekturnya adalah lahan bekas bangunan kampus terdampak gempa, yang memiliki total luasan area sekitar 4,8 hektare. Namun lahan yang digunakan khusus persawahan hanya sekitar 3 hektare.

"Tapi ini baru tahap pertama. Karena saat ini upayanya bagaimana dulu mendekatkan masyarakat dengan lahan pertanian. makannya dibangun juga tempat-tempat rekreasi," tambah anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Mencoba mengingatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu pertanian dan pangan dengan konsep yang matang, serta berorientasi pada bangun ruang yang berkelanjutan, tak heran jika akhirnya desain arsitetur Pixellate Farm didapuk sebagai Jawara dalam ajang kompetisi Asia Young Designer Award (AYDA) 2017 yang diinisiasi oleh Nippon Paint.

Melalui gagasan isu urban farming tersebut, mengantarkan Alfian Reza Almadjid hingga akhirnya dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Gold Award Kategori Arsitektur, sekaligus nantinya mewakili Indonesia dalam ajang AYDA tingkat ASIA Tenggara.

Sebelum menutup percakapan dengan AKURAT.CO, pemuda yang sempat diganjar juara 1 bersama timnya, pada sayembara Lahan Parkir Bawah Tanah yang diselenggarakan oleh IAI dan Pemkot Makassar itu juga menyampaikan harapan, bahwa di masa mendatang ia berharap akan ada lebih banyak lagi anak muda yang berani menampilkan karya otentik dan tak terpaku pada gaya lama, namun begitu tetap menjaga nilai lokal Indonesia.

"Harus ada solusi dan desain-desain baru yang inovatif. Kaya negara lain yang maju arsitekturnya tapi ngga lupa pada lokalitasnya," tandas Fian menutup.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Arungi MotoGP, Syahrin Mengaku Sulit Berpuasa

Senin, 21 Mei 2018 16:13 WIB

MotoGP lebih menuntut banyak energi dari dirinya


Vin Diesel Bergabung dalam Proyek Film 'Muscle'

Senin, 21 Mei 2018 16:13 WIB

Vin dan Samantha Vincent akan bertindak sebagai produser dibawah One Race Films.


Abdee Slank Ternyata Tak Pernah Simpan Buku Nikah Sejak Awal Menikah

Senin, 21 Mei 2018 16:11 WIB

Sidang cerai Abdee Slank diundur karena buku nikah belum ditemukan.


Cedera, Raonic Ucapkan Selamat Tinggal pada Prancis Terbuka

Senin, 21 Mei 2018 16:11 WIB

"Terima kasih atas dukungannya, dan sampai jumpa di (lapangan) rumput," kata Milos Raonic.


Okupansi Hotel di Gili Trawangan Tetap Stabil Selama Ramadan

Senin, 21 Mei 2018 16:09 WIB

Menpar mengapresiasi hal ini.


Mentan Copot 1.295 Pegawai Karena Tak Penuhi Target

Senin, 21 Mei 2018 16:01 WIB

Menteri Amran tegaskan tidak akan berhenti mencopot para pegawainya yang kinerja nya tidak sesuai harapan.


Petrucci Yakin Ducati Pilih Antara Dirinya atau Miller

Senin, 21 Mei 2018 15:59 WIB

Faktor gaji jadi pertimbangan Ducati memilih di antara dua pembalap ini


Ramadan Jadi Ajang Promosi Kuliner Lokal Bengkulu

Senin, 21 Mei 2018 15:58 WIB

Bengkulu punya deretan kudapan lezat yang hanya ada saat Ramadan.


Batal di Monas, Salat Tarawih Akbar Diselenggarakan di Istiqlal

Senin, 21 Mei 2018 15:57 WIB

"Para ulama sudah menyampaikan bahwa lebih banyak manfaat untuk salat (tarawih) di masjid."


Menlu RI Ajak Negara G20 Lawan Terorisme dan Radikalisme

Senin, 21 Mei 2018 15:54 WIB

"G20 harus menunjukkan kepemimpinan dan berkontribusi kongkrit dalam melawan terorisme untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia"


Viral Sobekan Al Quran Berserakan di Gunawarman, Bamsoet: Itu Upaya Adu Domba

Senin, 21 Mei 2018 15:51 WIB

Bambang Soesatyo menilai bahwa sobekan kertas Alquran hanya upaya adu domba antar sesama umat muslim


Aji Santoso: Saya Tak Mau Komentari Kontroversi Gol Assis

Senin, 21 Mei 2018 15:51 WIB

"Kecuali kalau kita hanya menang 1-0, tapi kita menang 2-0," kata Aji Santoso.


Duet Curry & Durant Bawa Warriors Unggul Atas Rockets

Senin, 21 Mei 2018 15:50 WIB

Bentrok kedua tim selanjutnya akan kembali tersaji di Oracle Arena, Oackland, Selasa (22/5)



Pengakuan Bocah Polos yang Perutnya Dipasangi Bom Bunuh Diri

Senin, 21 Mei 2018 15:38 WIB

Bocah bernama Uday terlihat polos. Dia mengikuti semua arahan tentara yang hendak menyelamatkan nyawanya.