Nilai Ekonomi Arsitektur

Regenerate Pademangan, Arsitektur Nusantara Jaga Keseimbangan Masa Depan

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Rabu, 31 Januari 2018 21:39 WIB
Share
 
Regenerate Pademangan, Arsitektur Nusantara Jaga Keseimbangan Masa Depan
Louis Raymond, hingga tergugah untuk merancang sebuah bangun ruang bertajuk Regenerate Pademangan sebagai solusi alternatif dalam menjawab tantangan yang menyeruak.. AKURAT.CO/ISTIMEWA/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Jakarta sebagai ibukota sekaligus pusat pemerintahan Republik Indonesia, merupakan kota metropolitan terbesar se-Asia Tenggara yang ternyata menyimpan beragam permasalahan pelik.

Minimnya ruang hijau terbuka, padatnya pemukiman penduduk dan tingkat penurunan muka tanah yang tinggi dari tahun ke tahun merupakan sebagian problem yang mengancam Jakarta di masa depan. Sejumlah ahli bahkan memprediksi, kota yang dihuni oleh 10,3 juta jiwa dari berbagai suku dan budaya ini bakal tenggelam pada tahun 2050.

Potret buram tersebut kian suram kala manusia yang hidup dan berhuni di Jakarta dengan masifnya keranjingan membangun gedung menjulang, namun menafikan aspek keberlanjutan di masa mendatang.

Melihat realita yang terjadi rupanya mengusik ketenangan seorang Louis Raymond, hingga tergugah untuk merancang sebuah bangun ruang bertajuk Regenerate Pademangan sebagai solusi alternatif dalam menjawab tantangan yang menyeruak.

Tak hanya menonjolkan sisi impresi dan penggunaan teknologi yang mutahir, arsitektur rancangan mahasiswa Universitas Bina Nusantara semester tujuh itu menawarkan sebuah tata ruang yang menitikberatkan pada gaya arsitektur Nusantara yang menghargai keseimbangan.

"Regenerate Pademangan atau Kampung hutan Pademangan itu sebuah konsep dimana kita menghadirkan kembali arsitektur nusantara kedalam bangunan kekinian," ujarnya saat berbincang dengan AKURAT.CO akhir pekan lalu.

Pemuda kelahiran 13 September 1996 itu menilai, dewasa ini banyak arsitek yang gila membangun ibukota, namun dalam desain pembangunanya kehilangan nilai-nilai luhur nenek moyang masa lalu, sehingga abai dalam mengedepankan aspek keseimbangan antara manusia dengan alam sekitarnya.

"Kalau kita lihat saat ini, bangunan kita kehilangannya jiwa arsitektur nusantaranya, kehilangan sentuhan alam dan interaksi manusianya. Oleh karena itu saya berusaha membawa kembali jiwa arsitektur nusantara ke bangunan kekinian," imbuhnya.

Louis menjelaskan, bila benar-benar terealisasi, nantinya lokasi site dari arsitektur rancangannya bakal menyasar wilayah Pademangan. Ia beralasan, hal itu lantaran wilayah di Utara Jakarta tersebut merupakan kawasan yang mengalami penurunan muka tanah tertinggi kedua setelah wilayah Penjaringan dengan rata-rata penurunan air tanah berkisar 5 sentimeter pertahun.

Selain itu, daerah Pademangan Timur juga merupakan kawasan padat penduduk, di mana kepentingan bisnis telah pongah mengintervensi fungsi kawasan sebagai pemukiman, sehingga menihilkan ruang terbuka hijau untuk umum.

Dalam bangun ruang rancangannya, Louis ingin mengembalikan sejumlah fungsi yang sudah dipangkas tersebut. Oleh sebab itu, bangunan yang ia ajukan merupakan konsep hunian vertikal agar dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal.

"Jadi saya buat bangunannya itu verikal, konsep rumah susun. Karena bentuknya dinamis naik turun, jadi mungkin paling tinggi 12 lantai, dan paling rendahnya 8 lantai," papar dia.

Bungsu dari 3 bersaudara itu lebih lanjut memaparkan, berada di area seluas kurang lebih 4 hektare, material yang digunakan dalam bangunan bakal memanfaatkan material lokal. Selain karena hal itu bisa menekan anggaran, pemanfaatan material lokal juga relatif ramah lingkungan.

"Karena saya mengusung arsitektur nusantara jadi material yang saya pakai material lokal seperti bata ekspos, beton ekspos, material-material alam lah," kata Louis.

Louis yang jatuh hati pada karya-karya arsitektur Zaha Hadid itu berharap, konsep Regenate Pademangan yang ditawarkannya dapat menjawab permasalahan Indonesia, khususnya kota Jakarta di masa yang akan datang.

"Harapannya bangunan yang saya desain bisa menjawab permasalahan di masa depan... Bangunan itu juga bisa adaptif, dan mengembangkan komunitas itu sendiri," tutur dia.

Ia juga berharap, bahwa tak hanya semakin sering diaplikasikan di dalam negeri, arsitektur nusantara bisa kian mendunia dan disegani banyak negara.

"Arsitek Indonesia bisa go internasional. Bisa unjuk gigi di negara-negara asing. Soalnya, di Asia tenggara aja kita masih kalah sama Vietnam. Jadi ya itu, harapan arsitektur nusantara bisa terus berkembang," pungkasnya kemudian.

Memiliki impresi dan mengedepankan nilai keseimbangan serta aspek keberlanjutan, tak heran jika akhirnya desain arsitektur Regenate Pademangan didapuk sebagai Juara dua dalam ajang kompetisi Asia Young Designer Award (AYDA) 2017 yang diinisiasi oleh Nippon Paint.

Melalui rancang bangun ruang yang mengenalkan kembali gaya arsitektur nusantara, Louis dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Silver Award Kategori Arsitektur, dan berhasil menyisihkan 500 karya peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Hadiri Penandatanganan, Bakamla RI Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Senin, 26 Februari 2018 03:51 WIB

Rapat koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi itu digelar untuk mensosialisasikan upaya pencegahan.


Babak I: Alot, Roma dan Milan Masih Imbang Tanpa Gol

Senin, 26 Februari 2018 03:44 WIB

Berdasarkan statistik, AC Milan bahkan gagal menciptakan satu pun tendangan ke arah gawang Roma.


Kompany Terpilih Sebagai Man of the Match

Senin, 26 Februari 2018 03:31 WIB

"(Kemenangan) ini setara dengan setiap menit kerja keras memulihkan cedera," ucap Vincent Kompany.


BNPB Nyatakan Status Gunung Sinabung di Level Awas

Senin, 26 Februari 2018 03:26 WIB

Sekitar 2,5 jam sebelum itu, BNPB mengamati adanya asap putih tebal dengan tinggi 100-300 meter dari puncak Sinabung.


Nasihat Sule Kepada Iki: Panjang Umur, Sehat Selalu, Jauhi Narkoba!

Senin, 26 Februari 2018 03:10 WIB

Sule tidak ingin anaknya yang kini baru merintis di dunia hiburan masuk dalam jebakan Narkoba.


Gara-gara Deodorant Jatuh di Sungai, Dua Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

Senin, 26 Februari 2018 03:01 WIB

Diduga mereka tidak bisa berenang, dan kemungkinan mereka tidak tahu di lokasi itu ada palung.


Hadapi Roma, Gattuso Pertahankan 'The Winning Team'

Senin, 26 Februari 2018 02:21 WIB

AS Roma butuh tambahan tiga poin untuk kembali ke peringkat ketiga usai digusur oleh Lazio dan Inter Milan.


Black Panther Siap Jadi Film Keempat yang Raih 100 juta Dollar AS di Pekan Kedua

Senin, 26 Februari 2018 02:10 WIB

Debut Black Panther dimulai dengan memecahkan rekor penayangan perdana di akhir pekan di box office dan terus berlanjut.


Warga Sukabumi Digegerkan Benda Kardus yang Diduga Bom

Senin, 26 Februari 2018 02:05 WIB

Setelah dibongkar kardus berbentuk kotak yang tersimpan di depan rumah warga, ternyata sampah.


Tumbangkan Atlet Tuan Rumah, Karen Kachanov Rebut Gelar Kedua

Senin, 26 Februari 2018 01:38 WIB

"Saya hanya perlu tetap bekerja dan tetap bergerak," kata Karen Kachanov.


Panglima TNI: Kemandirian Industri Pertahanan Dalam Negeri untuk Penuhi Kebutuhan Alutsista TNI

Senin, 26 Februari 2018 01:34 WIB

Akademisi merupakan sumber daya intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat diterapkan dalam industri pertahanan.


Benamkan Arsenal, Man City Gondol Trofi Piala Liga

Senin, 26 Februari 2018 01:33 WIB

Manchester City menjuarai Piala Liga Inggris setelah di final menang telak 3-0 atas Arsenal.


Rizky Mendapatkan Kejutan Dari Keluarga Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Senin, 26 Februari 2018 01:20 WIB

Kejutan datang di jam 00.00 WIB.


Cacing Pita Lebih dari 2 Meter Ditemukan di Tubuh Pasien di Medan

Senin, 26 Februari 2018 01:05 WIB

Dari tubuh seorang pasien wanita yang mengalami infeksi, ditemukan cacing pita (Taeniasis) sepanjang 2,17 Meter.


Dua Mahasiswa Tenggelam di Sungai, IPB Sampaikan Belasungkawa

Senin, 26 Februari 2018 01:03 WIB

Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, tentu kejadian ini sudah jadi takdir, dan kita tidak bisa menghindarinya.