Harga Sewa Lahan Naik 300 Persen, Penyewa Lahan di TIM Menjerit

akurat logo
Herman Syahara
Minggu, 28 Januari 2018 15:01 WIB
Share
 
Harga Sewa Lahan Naik 300 Persen, Penyewa Lahan di TIM Menjerit
Suasana malam di kantin-kantin kompleks Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (27/1) malam. Pedagangnya mengeluhkan kenaikan harga sewa hingga 300 persen.. AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO. Sejumlah pedagang kecil yang tergabung dalam Koperasi Konsumen CMP (Cipta Multi Pesona) di lingkungan TIM (Taman Ismail Marzuki), Jakarta Pusat, mengeluhkan 

kenaikan harga sewa lahan yang diberlakukan Pemda DKI Jakarta mencapai 300 persen.

Keberatan ini disampaikan oleh Ketua Koperasi CMP-TIM, Mochammad Yusuf kepada AKURAT.CO, di Jakarta, Sabtu malam (27/1).

"Kenaikan harga sewa lahan sampai 300 persen itu sangat memberatkan kami sebagai pedagang usaha kecil menengah," tegas Mochammad Yusuf yang telah berdagang makanan dan minuman sejak 1969.

Dia menjelaskan, sebelumnya harga sewa lahan untuk Kantin Penus miliknya hanya Rp 3.425.000/bulan. Di masa akhir pemerintahan Gubernur Djarot dinaikkan menjadi Rp10-an juta/bulan.

"Kenaikan harga sampai 300 persen itu sangat memberatkan kami sebagai pedagang usaha kecil," keluh Yusuf.

Koperasi KCMP yang dipimpinnya memiliki belasan anggota penyewa kios kantin di lingkungan Kompleks TIM, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka berjualan aneka makanan dan minuman dengan konsumen terbesar seniman dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

"Kami tak mungkin membebankan kenaikan harga sewa lahan itu kepada konsumen yang sebagian besar adalah seniman dan mahasiswa IKJ. Padahal semua harga bahan pokok naik," kata Jusuf.

Selain beban kenaikan harga sewa itu, sambung dia, anggota koperasinya juga dibebani oleh biaya jasa penilai yang digunakan Pemprov DKI yaitu Biro Konsultan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebesar Rp 56. 100.000. Jasa penilai ini digunakan oleh Pemprov DKI untuk mengukur semua lahan yang disewa pedagang di Kompleks TIM sebagai dasar penentuan tarif baru tersebut.

"Kami telah mengirim surat keberatan kepada Gubernur DKI agar meninjau kembali tarif sewa yang memberatkan itu," kata Yusuf.

Dalam surat yang ditembuskan kepada Basan Pengelola Asaet Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, DPRD, dan Kepala UP- PKJ- TIM itu, Yusuf juga melaporkan cara kerja KJPP yang tidak profesional karena tidak akurat saat mengukur luas lahan yang disewa sehingga merugikan penyewa.

Mendengar adanya kenaikan ini, Anggota DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali yang diminta konfirmasinya mengatakan agar Pemprov DKI Jakarta tidak mencari uang dari pedagang kecil karena akan mengurangi penghasilan mereka.

"Sudahlah Pemprov DKI jangan cari uang dari yang kecil-kecil gitu. Unit Pelaksana Teknisnya kan sudah dibantu dari APBD kok masih mau ambil uang dari rakyat lagi. Jangan meresin rakyat terus dong. Penghasilan mereka gak ada kalau diperesin terus," tegas Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI itu. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Menlu RI Ajak Negara G20 Lawan Terorisme dan Radikalisme

Senin, 21 Mei 2018 15:54 WIB

"G20 harus menunjukkan kepemimpinan dan berkontribusi kongkrit dalam melawan terorisme untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia"


Viral Sobekan Al Quran Berserakan di Gunawarman, Bamsoet: Itu Upaya Adu Domba

Senin, 21 Mei 2018 15:51 WIB

Bambang Soesatyo menilai bahwa sobekan kertas Alquran hanya upaya adu domba antar sesama umat muslim


Aji Santoso: Saya Tak Mau Komentari Kontroversi Gol Assis

Senin, 21 Mei 2018 15:51 WIB

"Kecuali kalau kita hanya menang 1-0, tapi kita menang 2-0," kata Aji Santoso.


Duet Curry & Durant Bawa Warriors Unggul Atas Rockets

Senin, 21 Mei 2018 15:50 WIB

Bentrok kedua tim selanjutnya akan kembali tersaji di Oracle Arena, Oackland, Selasa (22/5)



Pengakuan Bocah Polos yang Perutnya Dipasangi Bom Bunuh Diri

Senin, 21 Mei 2018 15:38 WIB

Bocah bernama Uday terlihat polos. Dia mengikuti semua arahan tentara yang hendak menyelamatkan nyawanya.


Wacana Salat Tarawih di Monas, Pemprov Belum Berkoordinasi dengan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 15:33 WIB

"Saya sampaikan tadi belum ada. Kita tunggu saja,"


Potensi Ziswaf Rp287 Triliun, Dompet Dhuafa: Ada 1.000 Kompetitor Makin Baik

Senin, 21 Mei 2018 15:32 WIB

Bambang mengaku tak khawatir dengan bermunculan kompetitor-kompetitor baru Dompet Dhuafa


HMI dan Ikhtiar Reformasi

Senin, 21 Mei 2018 15:31 WIB

Setiap kali memasuki tanggal 21 Mei selalu membuat ingatan kita terpental jauh ke 20 tahun yang lalu


20 Tahun Reformasi, Bamsoet: Pemerintah Belum Bisa Sejahterakan Rakyat

Senin, 21 Mei 2018 15:27 WIB

Pemerintah dinilai belum bisa menyejahterakan rakyatnya


Sampai di Mana Olahraga Kita Setelah 20 Tahun Reformasi?

Senin, 21 Mei 2018 15:22 WIB

Tahun 1998 menjadi momen terbukanya seluruh sentimen yang membuat Indonesia seperti bangunan besar yang runtuh karena keropos.


PBB Prihatin dengan Bentrokan di Darfur

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

Mamabolo memuji PBB yang dengan cepat menanggapi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik.


RUU Antiterorisme, Bamsoet: Minggu Ini Titik Terang

Senin, 21 Mei 2018 15:19 WIB

"Saya mendapat laporan bahwa tidak ada lagi hal yang krusial soal definisi,"


Mentan: Jangan Melulu Soal Beras, Komoditas Pangan Masih Ada 400 Jenis

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Menteri Amran tekankan, tidak ada lagi alasan kenaikan harga pangan saat ramadan hingga lebaran nanti


4 Tim Tearatas PUBG Garuda Cup 2018 Berangkat ke SEA Championship di Thailand

Senin, 21 Mei 2018 15:15 WIB

Perhelatan ini diklaim sebagai turnamen offline game PUBG pertama di Indonesia.