Bagaimana Dampak 'Government Shutdown' AS terhadap Ekonomi Indonesia?

akurat logo
Juaz
Sabtu, 20 Januari 2018 16:49 WIB
Share
 
Bagaimana Dampak 'Government Shutdown' AS terhadap Ekonomi Indonesia?
White House budget director Mick Mulvaney berbicara dengan sejumlah awak media di White House in Washington (19/1). REUTERS

AKURAT.CO, 'Government shutdown' atau penghentian sementara operasional Pemerintahan di AS diprediksi berlangsung dari minggu ke empat Januari hingga minggu kedua Februari 2018.

Shutdown merupakan konsekuensi dari adanya ketidaksepakatan antara Presiden dan Kongres dalam penyusunan anggaran Negara khususnya terkait pembiayaan. Adapun departemen yang akan terkena efek penutupan sementara setidaknya Departemen Perdagangan, NASA, Departemen Ketenagakerjaan, Dep. Perumahan dan Dep. Energi.

Penelilit ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, bagi Indonesia dampak terjadinya shutdown secara temporer sangat minim ke nilai tukar rupiah.

"Proyeksi rupiah masih berada dalam rentang yang terkendali di kisaran 13.350-13.400 ketika terjadi shutdown. Hal ini disebabkan pada masa shutdown, dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang negara lainnya," katanya kepada AKURAT.CO di Jakarta, Sabtu (20/1).

Terjadinya shutdown menyebabkan prospek pemulihan ekonomi AS bisa terganggu. Mengingat berbagai karyawan pada berbagai instansi layanan publik tidak dapat beroperasi.

"Dalam posisi ini justru Rupiah akan diuntungkan. IHSG pun masih tetap positif diangka 6.490-6.500, didorong oleh sentimen investor dalam negeri terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia," kata Bhima.

Sebagai informasi, peristiwa Shutdown pernah terjadi tahun 1995-1996 dan tahun 2013. Saat itu kurs rupiah hampir tidak terpengaruh oleh shutdown di AS. Karena sifatnya lebih temporer atau jangka pendek, kira-kira berlangsung dalam waktu 2 minggu. Dalam konteks persiapan menghadapi rencana shutdown saat ini, cadangan devisa Indonesia masih cukup untuk stabilisasi kurs. Angka terakhir bulan desember 2017 cadangan devisa berada di posisi USD130 miliar.

Bhima memberikan analisis, sebagai safety net atau jaring pengaman terhadap gejolak eksternal, cadangan devisa harus terus ditingkatkan nilai maupun kualitasnya dengan mendorong devisa ekspor non-migas serta devisa pariwisata. Bank Indonesia juga perlu terus memantau resiliensi atau ketahanan fundamental ekonomi terhadap tekanan global.

"Yang perlu dikhawatirkan memang shutdown saat ini akan berlangsung dalam jangka panjang lebih dari 2 minggu. Dengan pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2017 tercatat sebesar 3,2% pada triwulan ke-III 2017, atau tercepat dalam 3 tahun terakhir rencana shutdown akan menurunkan prospek ekonomi AS," kata Bhima.

Lebih lanjut ia menuturkan, secara spesifik jika shutdown berlangsung cukup lama kinerja perdagangan Indonesia ke AS berpotensi terganggu, sehingga kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2018 berpotensi menurun. Berdasarkan data BPS di tahun 2017, porsi ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,2% dari total ekspor atau senilai USD17,1 miliar.

"Pemerintah didesak untuk mempersiapkan mitigasi resiko salah satunya dengan memperluas pasar ekspor ke negara alternatif sehingga ketergantungan terhadap AS berkurang," lanjutnya.

Dari sisi investasi langsung sepanjang Januari-September 2017 berdasar data BPKM, realisasi investasi AS di Indonesia berada di peringkat ke 4 sebesar USD1,53 miliar atau naik USD1,1 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tren positif investasi AS pada tahun 2018 bisa terkoreksi akibat terjadinya shutdown, ditambah adanya reformasi kebijakan AS yang mulai berlaku efektif. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah perlu terus melanjutkan reformasi investasi khususnya percepatan perizinan, deregulasi dan evaluasi insentif fiskal. Harapannya efek negatif investasi AS yang berkurang bisa di off-set oleh kenaikan investasi dari negara lainnya.

Dampak shutdown di pasar keuangan akan berimplikasi pada naiknya yield surat utang yang mencerminkan kenaikan resiko serta keluarnya modal asing dari negara berkembang.

Perlu dicatat sepanjang 2017, berdasarkan laporan Bloomberg, dana asing yang keluar dari bursa saham (net sales) Indonesia mencapai USD2,96 miliar atau hampir Rp40 triliun.

Dalam jangka menengah, tekanan keluarnya dana asing menguat dipengaruhi oleh ancaman kenaikan suku bunga Fed rate sebanyak 3 kali hingga akhir tahun, instabilitas geopolitik, proteksionisme perdagangan AS, dan kenaikan harga minyak hingga USD80 per barel.

Dengan kondisi tersebut, motor pertumbuhan ekonomi yang berasal dari investasi dan ekspor bisa terpengaruh. Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2018 berada diangka 5,1% (year-on-year).

"Sementara suku bunga acuan 7 days repo rate diperkirakan akan tetap bertahan di 4,25% pada bulan Februari 2018 mendatang," pungkas Bhima. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

BNPB: Empat Orang Hilang Akibat Tanah Longsor di Brebes Ditemukan Selamat

Senin, 26 Februari 2018 04:39 WIB

Korban selamat yang sebelumnya dilaporkan hilang adalah Daswa, Tarsinah dan Kuswanto, ketiganya warga Desa Pasir Panjang, dan Ajid.


BPBD: Penyebab Terjadinya Tanah Longsor di Kuningan Akibat Hujan Deras

Senin, 26 Februari 2018 04:16 WIB

Longsor yang terjadi salah satunya akibat intensitas hujan yang tinggi.



Hadiri Penandatanganan, Bakamla RI Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Senin, 26 Februari 2018 03:51 WIB

Rapat koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi itu digelar untuk mensosialisasikan upaya pencegahan.


Babak I: Alot, Roma dan Milan Masih Imbang Tanpa Gol

Senin, 26 Februari 2018 03:44 WIB

Berdasarkan statistik, AC Milan bahkan gagal menciptakan satu pun tendangan ke arah gawang Roma.


Kompany Terpilih Sebagai Man of the Match

Senin, 26 Februari 2018 03:31 WIB

"(Kemenangan) ini setara dengan setiap menit kerja keras memulihkan cedera," ucap Vincent Kompany.


BNPB Nyatakan Status Gunung Sinabung di Level Awas

Senin, 26 Februari 2018 03:26 WIB

Sekitar 2,5 jam sebelum itu, BNPB mengamati adanya asap putih tebal dengan tinggi 100-300 meter dari puncak Sinabung.


Nasihat Sule Kepada Iki: Panjang Umur, Sehat Selalu, Jauhi Narkoba!

Senin, 26 Februari 2018 03:10 WIB

Sule tidak ingin anaknya yang kini baru merintis di dunia hiburan masuk dalam jebakan Narkoba.


Gara-gara Deodorant Jatuh di Sungai, Dua Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

Senin, 26 Februari 2018 03:01 WIB

Diduga mereka tidak bisa berenang, dan kemungkinan mereka tidak tahu di lokasi itu ada palung.


Hadapi Roma, Gattuso Pertahankan 'The Winning Team'

Senin, 26 Februari 2018 02:21 WIB

AS Roma butuh tambahan tiga poin untuk kembali ke peringkat ketiga usai digusur oleh Lazio dan Inter Milan.


Black Panther Siap Jadi Film Keempat yang Raih 100 juta Dollar AS di Pekan Kedua

Senin, 26 Februari 2018 02:10 WIB

Debut Black Panther dimulai dengan memecahkan rekor penayangan perdana di akhir pekan di box office dan terus berlanjut.


Warga Sukabumi Digegerkan Benda Kardus yang Diduga Bom

Senin, 26 Februari 2018 02:05 WIB

Setelah dibongkar kardus berbentuk kotak yang tersimpan di depan rumah warga, ternyata sampah.


Tumbangkan Atlet Tuan Rumah, Karen Kachanov Rebut Gelar Kedua

Senin, 26 Februari 2018 01:38 WIB

"Saya hanya perlu tetap bekerja dan tetap bergerak," kata Karen Kachanov.


Panglima TNI: Kemandirian Industri Pertahanan Dalam Negeri untuk Penuhi Kebutuhan Alutsista TNI

Senin, 26 Februari 2018 01:34 WIB

Akademisi merupakan sumber daya intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat diterapkan dalam industri pertahanan.


Benamkan Arsenal, Man City Gondol Trofi Piala Liga

Senin, 26 Februari 2018 01:33 WIB

Manchester City menjuarai Piala Liga Inggris setelah di final menang telak 3-0 atas Arsenal.