'Government Shutdown', Berikut Dampak Terhadap Penyelenggaraan Layanan Publik AS

akurat logo
Juaz
Sabtu, 20 Januari 2018 16:33 WIB
Share
 
'Government Shutdown', Berikut Dampak Terhadap Penyelenggaraan Layanan Publik AS
Sejumlah awak media menunggu keterangan pers White House mengenai 'government shutdown' terjadi ketika kongres AS tidak meloloskan rencana anggaran federal untuk tahun fiskal mendatang yang diajukan oleh Presiden.. REUTERS

AKURAT.CO, Pemerintah Amerika Serikat (AS) tutup setelah anggota Senat Partai Republik dan Demokrat tidak dapat menyetujui pendanaan untuk melanjutkan layanan pemerintah. Keputusan itu terjadi Jumat (19/1) jelang tengah malam waktu Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman CNN.

Situasi tutupnya pemerintahan AS atau diistilahkan 'government shutdown' terjadi ketika kongres AS tidak meloloskan rencana anggaran federal untuk tahun fiskal mendatang yang diajukan oleh Presiden. Washinton Post menyebutkan bahwa rencana anggaran itu untuk membiayai pemerintahan dan operasional departemen federal AS.

Karena tidak adanya anggaran, maka institusi pemerintahan akan tutup sementara sampai rencana anggaran disepakati kembali oleh kongres. Jangka waktu penutupan pemerintah AS tidak bisa diperkirakan, karena tergantung lobi parlemen.

Jadi kondisi seperti apa yang terjadi selanjutnya di AS? Inilah rangkuman dari berbagai sumber mengenai dampak 'government shutdown'.

Cuti Besar (Furloughs)
Dalam keterangan Kantor Manajemen dan Anggaran AS, ribuan pegawai federal akan ditempatkan dalam cuti. Semua orang yang bekerja pada institusi layanan pemerintah akan dicutikan. Tidak terkecuali, pada agen yang melayani proses permintaan paspor. Status cuti akan berakhir segera sampai Kongres dapat menyetujui sebuah undang-undang untuk anggaran federal. Setiap orang yang dicutikan akan diberikan bayaran berlaku surut setelah kesepakatan tercapai di Washington. Kejadian ini pernah terjadi pada 2013, sekitar 850.000 karyawan diberhentikan bekerja setiap hari.

White House
Pihak pemerintahan pusat di Gedung Putih merilis bahwa pada hari Jumat, sebanyak 1.056 anggota Kantor Eksekutif Presiden akan dicutikan. Sebanyak 659 orang tetap dipertahankan karena kedudukan pekerjaannya dianggap penting dan akan tetap melaporkan hasil pekerjaannya.

Militer
Militer merupakan institusi yang dianggap penting, sehingga tetap melakukan pelaporan tugasnya. Sayangnya, para prajurit yang berada di medan tugas tidak akan menerima bayaran pada saat 'government shutdown'.

Kantor Penasehat Khusus
Semua karyawan di kantor penasihat khusus dianggap bebas dan akan melanjutkan operasinya setelah situasi buruk berakhir.

Tempat Wisata
Tempat wisata seperti taman nasional, kebun binatang, atau museum beberapa di antaranya mungkin akan ditutup. Penutupan lokasi wisata ini juga akan mempengaruhi Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak, yang berarti jika Anda menginginkan izin senjata, Anda harus menunggu sampai penutupan selesai.

Layanan Strategis
Layanan strategis seperti jaminan sosial, layanan pos, kontrol lalu lintas udara, dan administrasi keamanan transportasi akan terus didanai, meskipun beberapa pegawai dari lembaga tersebut tidak dibayar selama 'government shutdown'.

Layanan Kota Washinton
Walikota Muriel Bowser seperti dilansir dari CNN bersumpah bahwa layanan di kota akan tetap berjalan, tidak seperti saat 'government shutdown' pada 2013.

"Pemerintah DC akan terus memberikan layanan kepada warga kita, layanan yang mereka harapkan dan pantas, tanpa gangguan," katanya.

Mal Nasional
Walikota Muriel Bowser juga mengatakan bahwa kota tersebut berencana untuk membantu pemerintah federal memelihara mal nasional.

"National Mall dioperasikan oleh National Park Service, dan ada banyak properti National Service Park lainnya di Washington, DC ... kami akan masuk dan memastikan sampah dan sampah dijemput di sepanjang mal nasional untuk menjaga agar halaman depan negara tetap bersih dari puing-puing," katanya dikutip dari CNN, Sabtu (20/1). []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Dijadikan Tersangka Dugaan Korupsi, Kadis PU Papua Siap Diproses Hukum

Senin, 21 Mei 2018 17:45 WIB

Kadis PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya, jadi tersangka korupsi pembangunan Terminal Nabire tahun 2016 yang merugikan negara sebesar Rp 1,7 M


Menteri LHK dan KPK Bahas Konflik Lahan di Trenggalek dan Teluk Jambe

Senin, 21 Mei 2018 17:38 WIB

Sengekta tanah ini memang belakangan sempat mencuat hingga ke depan istana



DPR Minta Pemerintah Transparan Terkait Impor Beras

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Bam Soesatyo sayangkan perbedaan data ketersediaan pangan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan


Lulus dari Indonesian Idol, Bianca Jodie dan Marion Jola Kompak Tolak Tawaran Main Film

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Keduanya kompak ingin fokus berkarier di dunia musik.


Angkatan Udara Kerajaan Saudi Berhasil Cegat Rudal yang Diluncurkan Milisi Houthi

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Iran dinilai sudah melanggar Resolusi 2216 dan 2231 yang dikeluarkan PBB.


Jangan Lewatkan Konsumsi Alpukat Ya Busui, Ini Manfaatnya

Senin, 21 Mei 2018 17:35 WIB

Bayi Anda sangat sehat dari kebiasaan ini.


TeenSafe, Aplikasi Pemantau Ponsel Berpotensi Langgar Privasi

Senin, 21 Mei 2018 17:35 WIB

Peneliti keamanan yang berbasis di Inggris, Robert Wiggins, menemukan pelanggaran data.


Ormas RKIH Targetkan Restoran dan Dispenda Terkoneksi Sistem IT

Senin, 21 Mei 2018 17:26 WIB

RKIH sangat mendukung pengembangan ekonomi berbasis IT.


Southgate: Kemenangan Liverpool di Liga Champions Positif untuk Inggris di Piala Dunia

Senin, 21 Mei 2018 17:23 WIB

"Pemain seperti Jordan Henderson, Alex Oxlade-Chamberlain, Adam Lallana, dan Trent Alexander-Arnold akan mendapat pengalaman penting."


Tuding Mantan Teroris Sebagai Intel, Rizieq Shihab Bakal Dipolisikan

Senin, 21 Mei 2018 17:22 WIB

Sofyan meminta FPI terutama Rizieq segera menarik pernyataan kalau dirinya bukanlah intel Kepolisian


29 Kabupaten dan Kota di Papua Diminta Perketat Pengawasan Pendatang

Senin, 21 Mei 2018 17:18 WIB

Kapolda menegaskan wajib lapor untuk mendeteksi adanya potensi kerawanan.


Sutriyadi Terpilih sebagai Formatur Ketum HMI Cabang Malang 2018-2019

Senin, 21 Mei 2018 17:15 WIB

"Semoga amanah dan tetap dalam semangat visi dan misi yang ada dengan menakar politik nilai untuk masa depan"


Gregoria Bawa Indonesia Berbalik Ungguli Malaysia

Senin, 21 Mei 2018 17:12 WIB

Fitriani gagal menyumbang angka di partai perdana.