Polisi Minta Warga Sikapi Secara Bijaksana Terkait Masalah Freeport

akurat logo
Muslimin
Sabtu, 11 Februari 2017 22:35 WIB
Share
 
<p>Polisi Minta Warga Sikapi Secara Bijaksana Terkait Masalah Freeport<br></p>
PT. Freeport (Foto: thetanjungpuratimes.com).

Timika, Kepolisian Resor Mimika, Papua, meminta warga di wilayah itu menyikapi secara bijaksana permasalahan yang kini terjadi di PT Freeport Indonesia.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon di Timika, Sabtu (11/2) mengatakan, permasalahan PT Freeport Indonesia terus dinegosiasikan antara pihak manajemen perusahaan itu dengan pemerintah.

Sehubungan dengan itu, warga diimbau turut menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang menyesatkan.

"Semua pihak dan pemangku kepentingan, mari kita sama-sama jaga situasi yang kondusif. Semua ada mekanismenya. Jangan mudah percaya dengan isu-isu. Percayakan kepada pemerintah dan aparat TNI-Polri," kata Victor.

Ia menegaskan hal itu menyikapi adanya rencana aksi massa dalam jumlah besar di Timika dan Kuala Kencana untuk menyikapi kebijakan pemerintah yang tidak lagi memperpanjang izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia.

Padahal dalam perkembangan terbaru, manajemen PT Freeport Indonesia sudah menyetujui untuk mengubah kontrak karya ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sehingga perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu segera mendapatkan izin untuk melakukan eksport konsentrat tembaga, emas dan perak ke luar negeri.

Victor mengatakan, untuk sementara waktu operasi pertambangan PT Freeport Indonesia di Tembagapura berhenti.

"Aktivitas operasional perusahaan terutama di tambang Grassberg untuk sementara dihentikan sejak 9 Februari 2017 sambil menunggu keputusan lebih lanjut," kata Victor.

Terkait permasalahan yang terjadi di PT Freeport tersebut, beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo menugaskan staf khususnya, Lenius Kogoya, ke Timika dan Tembagapura untuk menemui warga pemilik hak ulayat maupun ribuan karyawan PT Freeport.

Kepada Lenius Kogoya, warga pemilik hak ulayat meminta pemerintah mencabut kembali keputusan untuk tidak memperpanjang ijin ekspor konsentrat PT Freeport.

Warga beralasan bahwa selama puluhan tahun mereka hanya mendapat perhatian dari PT Freeport untuk membiayai kesehatan, pendidikan anak-anak sekolah dan program pemberdayaan ekonomi.

Jika izin eksport konsentrat Freeport dihentikan maka akan berpengaruh besar terhadap lebih dari 30 ribu karyawan yang bekerja di PT Freeport maupun masyarakat asli Papua yang ada di sekitar area pertambangan Freeport yang selama ini mendapatkan dampak langsung dari keberadaan perusahaan tersebut.[]


Editor. Ridwansyah

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pergantian Setya Novanto Hanya Menunggu Waktu, Agar Tidak Ditinggal Pemilih

Sabtu, 25 November 2017 00:07 WIB

Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa ?pergantian Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar hanya menunggu waktu.


GMT Institute Beri Pelatihan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara

Jumat, 24 November 2017 23:54 WIB

GMT Institute sebagai lembaga yang khusus memberikan pelatihan praktis di bidang manajemen properti bagi pengembang.


Din Syamsuddin 'Tersanjung' Pengakuan Tokoh Buddha Tentang Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:48 WIB

Din Syamsuddin mengungkapkan kesaksian dua tokoh agama dari Jepang bahwa Pancasila bisa menjadi contoh bagi dunia.


Indonesia Harus Bangga dengan Pancasila

Jumat, 24 November 2017 23:41 WIB

Indonesia sepatutnya bangga dengan ideologi pancasila yang mampu merekat semua suku dan etnis yang berlatar belakang berbeda.


Setnov Masih Jabat Ketum, CSIS: Elektabilitas Golkar Pasti Menurun

Jumat, 24 November 2017 23:37 WIB

J. Kristiadi, menilai bahwa elektabilitas Partai Golkar akan terus menurun jika Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua Umum.


PAN Tidak Setuju Pergantian Ketua DPR Tunggu Putusan Praperadilan

Jumat, 24 November 2017 23:29 WIB

PAN minta pergantian Ketua DPR demi menyelamatkan aspirasi warga Indonesia


'Indiana Joan' Asal Australia Dituduh Menjarah Makam Kuno Timur Tengah

Jumat, 24 November 2017 23:22 WIB

Joan Howard, menjadi sasaran kemarahan internasional terkait koleksinya berupa artefak-artefak Timur Tengah yang jumlahnya sangat banyak.


Siapakah Aktor Intelektual dari Persoalan Golkar Setelah Setnov Jadi Tersangka dan Ditahan?

Jumat, 24 November 2017 23:15 WIB

Dave Laksono enggan menjelaskan siapa aktor intelektual dibelakangnya yang membuat permasalahan partai Golkar seperti saat ini.



Kompetisi Robotik, Upaya Mengangkat Daya Saing dan Marwah Madrasah

Jumat, 24 November 2017 23:04 WIB

Tujuan kompetisi ini untuk mempromosikan bahwa pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pendidikan dasar madrasah, tidak anti pada teknologi


Teror Bom di Mesir, Ini Penjelasan Resmi KBRI Mesir

Jumat, 24 November 2017 23:03 WIB

Serangan bom terjadi pada saat pelaksanaan salat Jumat, 24 November 2017.


Pelatih PSG Ingin Mbappe Sakiti Sang Mantan

Jumat, 24 November 2017 23:02 WIB

Ini akan menjadi kali pertama Mbappe jumpa AS Monaco


Korban Teror Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Tewas

Jumat, 24 November 2017 23:00 WIB

Korban tewas bom Mesir terus bertambah.


Conte Tak Mau Salah Menilai Salah

Jumat, 24 November 2017 22:49 WIB

Conte menilai Salah pemain yang sempurna


RAPBD 2018 DKI 'Bengkak', Sandi: Itu Rezim Ahok-Djarot

Jumat, 24 November 2017 22:39 WIB

Sandiaga menyebut bahwa yang memasukan anggaran tersebut adalah Gubernur sebelumnya.