Ombudsman Cium Pelanggaran Administrasi Menteri Perdagangan Impor Beras 500.000 Ton

akurat logo
Denny Iswanto
Senin, 15 Januari 2018 12:46 WIB
Share
 
Ombudsman Cium Pelanggaran Administrasi Menteri Perdagangan Impor Beras 500.000 Ton
Konferensi pers Ombudsman diwakili oleh anggota Ahmad Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman di Jakarta, Senin (15/1). Ombudsman memaparkan temuan maladministrasi dalam rencana impor 500.000 ton beras oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.. AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Cerita dagelan antara Menteri Pertanian (Mentan) dan Menteri Perdagangan (Mendag) soal beras terus berlanjut, bahkan Ombudsman RI (ORI) mencium adanya ketidakberesan dalam persoalan kali ini.

Mentan menurut Ombudsman selalu menggembar-gemborkan bahwa stok beras cukup bahkan surplus, sementara Mendag menyatakan stoknya langka dan membutuhkan impor.

"Kita tidak perlu lagi berdebat soal surplus atau tidak karena melelahkan, faktanya stok beras saat ini pas-pasan dan tidak merata. Kami sudah melakukan pemantauan di 31 Provinsi dari tanggal 10-12 Januari 2018," tutur Ahmad Alamsyah Saragih, Anggota Ombudsman, Senin (15/1).

Ombudsman menyatakan bahwa pihaknya bisa memahami ada rencana pemerintah untuk impor beras ditengah stok yang terbatas dari data yang diperoleh dari berbagai propinsi. Apalagi stok Bulog terbatas dan sudah melakukan operasi pasar yang masif.

"Tapi dalam proses impor ada gejala maladministrasi. Ada penyampaian stok yang tidak akurat ke publik oleh pemerintah. Kebijakan impor ini juga mengabaikan prinsip kehati-hatian yang tujuannya untuk mengguyur pasar. Alasannya impor beras khusus, tapi ini kan sensitif karena sudah masuk masa panen," tutur Alamsyah.

Kementerian Pertanian memang selalu menyampaikan bahwa produksi beras surplus dan stok cukup, hanya berdasarkan perkiraan luas panen dan produksi gabah tanpa disertai jumlah dan sebaran stok beras secara riil.

"Pedagang akan ketawa kalau kita terud teriak surplus beras tapi ternyata stoknya tidak ada dan harganya melonjak. Karena pasar komoditas pangan ini seperti pasar saham," tegas Alamsyah.

Apalagi Ombudsman juga melihat bahwa Peraturan Presiden (Perpres) lebih tinggi dari peraturan menteri perdagangan (Permendag). Dalam pasal 3 ayat 2 huruf d Perpres 48/2016 menyatakan bahwa perum Bulog adalah importir yang ditunjuk pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan.

"Kalau bisa Mendag tidak melanggar. Kalau itu dicederai pergaulan internasional kita rusak. Jangan hanya menjaga citra diri sendiri (sebagai Mendag) dampak pergaulan internasional kita bisa rusak. Itu berpengaruh pada banyak hal," ucap Alamsyah.

Dia juga menegaskan bahwa Permendag no 1 tahun 2018 yang begitu cepat dibuat tanpa sosialisasi juga berpotensi konflik kepentingan dan mengabaikan prosedur.

"Apakah PT PPI yang ditunjuk sebagai pengimpor beras sudah berpengalaman melakukan operasi pasar? Apakah impor beras khusus diatur Pemerintah? Apakah impor beras khusus bisa meredam harga pasar yang justru memerlukan beras umum? Ini semua yang harus kita pertanyakan dan berpotensi adanya pelanggaran," pungkasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Sterling Tak Bisa Bermain di Laga Kontra Arsenal

Minggu, 25 Februari 2018 16:50 WIB

Cedera yang dialami Raheem Sterling membuatnya tak bisa diturunka dalam laga kontra Arsenal malam hari nanti.


Manfaatkan Situasi Tawuran, Anwar Curi Sepeda Motor

Minggu, 25 Februari 2018 16:46 WIB

Motor tersebut dijual seharga Rp 2,3 Juta ke tetangganya


BNPB: Baru Tujuh Orang Korban Longsor di Brebes yang Sudah Teridentifikasi

Minggu, 25 Februari 2018 16:40 WIB

Hingga H+4 kejadian atau Minggu, pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan 750 anggota tim pencarian dan penyelamatan (SAR).


Fakta Menarik MU Bentrok Chelsea: Ajang Balas Dendam Antonio Conte

Minggu, 25 Februari 2018 16:39 WIB

Di laga sebelumnya, Chelsea harus menelan kebobolan dua gol tanpa balas saat berhadapan dengan Manchester United.


Buku Nutrisi Anak Penderita Kanker Sudah Diterbitkan

Minggu, 25 Februari 2018 16:37 WIB

Supaya anak penderita kanker tak kekuarangan nutrisi.


Sekjen PDIP Sebut Cawapres Jokowi Akan Diumumkan Agustus 2018

Minggu, 25 Februari 2018 16:36 WIB

Semua nama-nama yang beredar akan didengarkan.


Zulhas Ucapkan Selamat kepada PDIP yang Usung Jokowi sebagai Capres

Minggu, 25 Februari 2018 16:33 WIB

PAN nanti tunggu tanggal main usung capres di Pilpres 2019.


[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nakhoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.