Impor Beras Bikin Sakit Hati Petani

akurat logo
Prabawati Sriningrum
Minggu, 14 Januari 2018 14:52 WIB
Share
 
Impor Beras Bikin Sakit Hati Petani
(kiri ke kanan) Wakil Ketua Komisi VII Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV Michael Wattimena, Ketua Komisi IV Edhy Prabowo, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Wakil Ketua Komisi IV Roem Kono saat berbincang usai pelantikan pergantian pimpinan komisi IV di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9). Fraksi Partai Demokrat merombak struktur kepemimpinan di tiga komisi di DPR. Komisi IV, Komisi V, dan Komisi VII DPR. Di komisi IV ini Michael Wattimena menggantikan Herman Khaeron untuk menjadi wakil ketua komisi.. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Kebijakan pemerintah untuk kembali membuka keran impor beras ditengah kondisi pangan yang stabil tentu menjadi pertanyaan besar sejumlah pihak. Apalagi angka impor beras asal Thailand dan Vienam yang mencapai 500 ribu ton dirasa tak terlalu pantas, kalau hanya bertujuan untuk mengamankan kebutuhan pangan hingga menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan, impor beras merupakan langkah yang dapat mengkhianati petani dalam negeri. Padahal sebelumnya Menteri Pertanian sempat menegasan jika tidak akan melakukan impor beras setidaknya hingga pertengahan 2018 karena produksinya mencukupi.

Selain itu, pemerintah juga memiliki serapan beras 8-9 ribu ton per hari.

"Beberapa waktu lalu, pemerintah berani tidak melakukan impor beras meski musim kemarau melanda. Kenapa saat kondisi iklim sedang normal seperti sekarang ini malah melakukan impor beras besar-besaran? Ada apa di balik semua ini?," tegas Edhy dalam keterangan resminya, Minggu (14/1).

Edhy menyebutkan, pada tahun 2015, pemerintah pernah melakukan impor beras. Saat ini, anggaran yang dimiliki pemerintah untuk sektor pertanian jauh lebih besar dari sebelumnya sehingga sudah seharusnya dengan meningkatnya anggaran, pemerintah punya kemampuan menjaga ketersediaan pangan tanpa melakukan impor.

"Jadi penambahan anggaran tidak mengubah hasil pencapaian karena masih melakukan impor beras," kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, persoalan beras yang biasanya kerap selalu ditangani oleh Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) namun kini justru diserahkan kepada BUMN bernama Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) juga menjadi spekulasi tersendiri adanya kepentingan lain dari keputusan itu. Padahal dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018, persoalan seperti ini menjadi domain Bulog.

"Apakah PPI memiliki infrastruktur yang lebih memadai dari Bulog? Apakah PPI lebih mengerti persoalan beras daripada Bulog? Atau ada kepentingan lain di balik semua ini?," serunya.

Menurutnya, dengan anggaran yang dialokasikan untuk pertanian hampir dua kali lipat dari pemerintahan sebelumnya nyata pemerintah belum mampu mewujudkan swasembada pangan. Terlebih swasembada pangan sangat penting dilakukan guna memakmurkan petani kita dan mewujudkan kedaulatan pangan.

"Pemerintahan Jokowi-JK saat kampanye dulu berjanji akan kembali mewujudkan swasembada pangan. Pak Jokowi bilang, lahan sawah begitu luas kok beras masih impor? Namun sudah tiga tahun lebih menjabat, wacana itu tidak kunjung terbukti. Kita berhak menagih janji mereka untuk mewujudkan swasembada pangan," pungkasnya.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Benchmark BUMN Menapaki Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.