Menyoal Penenggelaman Kapal Ikan, Sikut-Sikutan di Tingkat Stakeholder

akurat logo
Aji Nurmansyah
Sabtu, 13 Januari 2018 14:04 WIB
Share
 
Menyoal Penenggelaman Kapal Ikan, Sikut-Sikutan di Tingkat Stakeholder
Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4).. ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Sektor perikanan Indonesia dihebohkan ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada lagi penenggelaman kapal pada 2018 karena pemerintah ingin fokus produksi dan ekspor perikanan.

Kepada wartawan seusai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (8/1), Luhut mengutarakan bahwa penenggelaman kapal sudah cukup dilakukan, sehingga saat ini pemerintah seharusnya fokus meningkatkan produksi agar ekspor juga bisa meningkat.

Menurut mantan Menko Polhukam itu, perintah tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang hadir dalam rapat koordinasi itu.

Ada pun terhadap kapal-kapal yang melanggar, lanjut Luhut, akan dilakukan penyitaan. Penenggelaman, kata dia, juga bukan tidak mungkin dilakukan karena akan diberikan sebagai sanksi atas pelanggaran khusus.

Pernyataan Menko Maritim juga diamini Wakil Presiden Jusuf Kalla, keesokan harinya, yang mengemukakan bahwa kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan sudah cukup dilakukan dan saatnya kembali memikirkan untuk meningkatkan ekspor ikan tangkap.

Ke depan, menurut Wapres kepada wartawan di kantornya Jakarta, Selasa (9/1), kapal-kapal yang ditangkap dapat dilelang atau dipergunakan kembali mengingat saat ini dibutuhkan kapal-kapal penangkap ikan.

Sedangkan melalui akun media sosial miliknya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastui menginginkan agar informasi bahwa penenggelaman kapal pencuri ikan itu telah diatur dalam UU Perikanan No 45/2009 bisa disosialisasikan.

Sebagaimana diketahui, dalam Pasal 69 ayat (1) UU tersebut menyatakan bahwa kapal pengawas perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Sementara itu, pasal 69 ayat (4) berbunyi, dalam melaksanakan fungsi sebagaimana ayat (1) penyidik dan atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan atau penenggelaman kapal perikanan berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Dalam akun media sosialnya, Susi juga menyampaikan bahwa penenggelaman kapal bukanlah kemauan dirinya pribadi sebagai seorang menteri, tapi hal itu dieksekusi setelah ada putusan hukum dari pengadilan negeri.

Wibawa Kedaulatan Pengamat hukum dari Universitas Bung Karno Azmi Syahputra menyatakan langkah penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan telah sesuai dengan UU Perikanan, serta memperkuat kewibawaan kedaulatan, menjaga kekayaan alam Indonesia, serta wujud Indonesia sebagai negara hukum.

Dengan demikian, lanjutnya, penenggelaman kapal asing bertujuan melindungi kepentingan hukum bangsa yang lebih besar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja, Kamis (11/1) mengatakan, kegiatan tindakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang telah dilakukan selama ini berhasil membuat stok ikan di kawasan perairan nasional juga terus mengalami peningkatan.

Dia menyatakan, dampak dari perginya kapal-kapal asing stok ikan mengalami peningkatan dari 6,5 juta ton (pada tahun 2011) menjadi 9,9 juta ton.

Perhitungan tersebut berasal dari aktivitas "stock assesment" yang dilakukan sepanjang Tahun 2016 dengan cakupan wilayah 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan.

Berdasarkan hasil itu, KKP mengeluarkan Kepmen KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 tentang Estimasi Potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP NRI dengan estimasi potensi sebesar 9,9 juta ton.

Menurut Sjarief, peningkatan stok ikan tersebut juga mendorong optimisme bagi nelayan untuk melaut, dan pihak KKP juga menyatakan telah melengkapi dengan semua sarana dan prasarana terkait pelabuhan agar nelayan juga bisa beroperasi dengan lebih baik.

Sementara itu, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyatakan penenggelaman kapal tidak efektif menekan pencurian ikan karena hingga kini masih ada penangkapan ikan secara ilegal.

Ketua DPP KNTI Marthin Hadiwinata berpendapat, kapal yang dirampas tidak serta merta harus juga ditenggelamkan tetapi dapat dilelang atau dihibahkan kepada kelompok nelayan melalui koperasi perikanan.

Ia mengemukakan, KNTI mengapresiasi upaya pemerintah dalam menanggulangi penangkapan ikan secara ilegal, namun tindakan penenggelaman kapal ilegal oleh Satgas 115 sepertinya tidak menimbulkan efek jera, karena terjadi peningkatan jumlah kapal yang ditenggelamkan setiap tahunnya.

Dia mengungkapkan pada tahun 2015 ada sebanyak 113 kapal yang ditenggelamkan, tahun 2016 sebanyak 115 kapal dan 2017 kembali meningkat hingga sekitar 250 kapal.

KNTI juga merekomendaskan perlunya upaya strategis pemerintah dengan bersikap luwes untuk melakukan kerja sama dengan negara asal pelaku dalam pengawasan pencurian ikan, karena sebagai negara yang bertetangga, harus ada iktikad baik dalam hubungan antara negara yang bertetangga.

Tidak Perlu Polemik Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo di Jakarta, Kamis (9/1) menyatakan pihaknya mendukung kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang melakukan aksinya di kawasan perairan nasional dan merugikan Republik Indonesia.

Menurut Edhy, sebenarnya tidak perlu ada polemik terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Hal tersebut, lanjut politisi Gerindra itu, karena keduanya merupakan bagian dari pemerintah.

Terkait kebijakan menenggelamkan kapal asing, ia mengingatkan bahwa semangat Menteri Susi untuk melindungi sumber daya alam kita serta melindungi kekayaan negara dari asing, dan itu harus didukung.

Dia berpendapat bahwa penenggelaman kapal asing yang terbukti mencuri kekayaan alam Indonesia itu berdampak baik kepada nelayan serta menimbulkan efek jera.

Namun, ia juga menyatakan bahwa pernyataan Menko Kemaritiman juga adalah untuk kebaikan negara sehingga tidak seharusnya ada proses "saling kuat-kuatan".

Selaras dengan Edhy, anggota Komisi IV DPR Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan polemik seputar persoalan penenggelaman kapal pencuri ikan apakah sebaiknya diteruskan atau dihentikan pada tahun 2018 seharusnya tidak perlu terjadi bila koordinasi antarkementerian dapat benar-benar diperkuat.

Menurut Zainut, hal itu dapat menimbulkan kegaduhan serta dapat dinilai sebagai bentuk kelemahan koordinasi antarkementerian dalam pelaksanaan penegakan hukum di Indonesia.

Politisi PPP itu berpendapat ada dua hal yang berbeda antara upaya penegakan hukum dengan upaya peningkatan produksi yang keduanya seakan-akan dipertentangkan dalam polemik ini.

Ia mengemukakan, untuk penegakan hukum sepanjang sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan harus tetap dilaksanakan sebagai bentuk penindakan untuk menjaga kedaulatan laut Nusantara.

Sedangkan untuk peningkatan produksi, lanjutnya, seharusnya Menteri Luhut lebih mengkritisi kebijakan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang justru banyak menghambat sektor produksi perikanan, yaitu berbagai peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang selama ini banyak menimbulkan kontroversi.

Kedua hal itu meski memiliki keterkaitan satu sama lain, tetapi masing-masing bisa dipisahkan sebagai persoalan yang berbeda sehingga dapat tercapai solusi yang efektif bagi masing-masing kedua permasalahan tersebut.

Sedikit banyak polemik yang sudah beredar di media juga mengingatkan mengenai pentingnya koordinasi yang kuat antara lembaga kementerian di dalam pemerintah. []


Editor. Juaz

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Ini Branchmark Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.


Pasca Avengers 4, Chris Hemsworth Pensiun Jadi Thor ?

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Pemeran Thor dalam film Avenger, Chris Hemsworth, nampaknya akan menyudahi aksinya sebagai Dewa petir setelah film Avenger 4.


Investasi Rp 76 Triliun Pabrik Smelter Korsel Dibangun di Konawe

Rabu, 17 Januari 2018 16:04 WIB

Kemenperin mencatat, sejauh ini diproyeksi terdapat 32 proyek smelter logam yang tumbuh dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD18 M


Dubes Jepang: Indonesia Miliki Sejarah Olahraga yang Serupa dengan Jepang

Rabu, 17 Januari 2018 16:04 WIB

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 pada 1962 silam. Sebelumnya, negara asal tokoh kartun "Captain Tsubasa" itu menjadi tuan rumah


64 Barang Antik Terbakar, Pemrov akan Gantikan dengan Replika

Rabu, 17 Januari 2018 16:02 WIB

Atas kejadian tersebut, Pemprov segera membuat replika barang antik yang terbakar


Inspirasi Liverpool dan Jadwal Sulit Berpeluang Jatuhkan City

Rabu, 17 Januari 2018 15:58 WIB

Manchester City akan menghadapi Arsenal dan Chelsea secara beruntun pada akhir Februari dan awal Maret.


KPU Riau Nyatakan Empat Bapaslon Gubernur Lolos Tes Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 15:57 WIB

Ilham menambahkan, bagi paslon yang merasa ragu atas kekurangan syarat administrasi, diminta agar segera datang ke KPU.