Perkara Perusahaan Ekspor Rotan Terus Membayangi Sandiaga Masuk Rutan

akurat logo
Juaz
Sabtu, 13 Januari 2018 13:00 WIB
Share
 
Perkara Perusahaan Ekspor Rotan Terus Membayangi Sandiaga Masuk Rutan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno keluar dari ruang ganti baju usai menjalani sesi pemotretan di Jalan Tirtayasa, Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (12/10).. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Wajah Fransiska Susilo menjadi tak lagi asing di lingkungan Polda Metro Jaya. Sudah satu tahun lebih ia mendatangi kantor Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum). Biasanya ketika ia ke sana, tak luput juga ia kantongi berkas-berkas yang bisa menjelaskan perkaranya kepada para penegak hukum.

Perkara yang dihadapinya memang urusan bisnis antar pebisnis, tapi kini orang yang dihadapinya sudah menjadi orang kuat di DKI Jakarta. Ya, Sandiaga Uno.

Sadar posisi, Sandiaga pun dengan mudah menepis isu ini selayaknya usaha merongrong awal karirnya di dunia politik.

Suatu ketika Fransiska mengatakan, bahwa melaporkan kasusnya ke kepolisian adalah upaya terakhir yang ia tempuh untuk menyelesaikan hak atas kepemilikan aset dari bisnis yang dicacati.

Tadinya, Fransiska melayangkan upaya penyelesaian ini secara langsung dengan Sandiaga. Jangan lupa, kata Fransiska, sebelumnya sudah ada komunikasi dengan dia (Sandiaga-RED) melalui pesan aplikasi.

“Beberapa kali dibalas, kemudian katanya nanti setelah selesai urusan kampanye, namun setelah itu kontak terputus,” ujarnya.

Awak AKURAT.CO memang pernah ditunjukkan screenshot percakapan Fransiska dan Sandiaga. Kala itu di awal pelaporannya ke Polda Metro, tertanggal 8 Maret 2017.

Hingga pertengahan tahun, perkara ini tidak menemukan titik terang, lantara Sandiaga selalu enggan memenuhi panggilan Polisi.

Namun, mangkirnya Sandiaga justru mengembangkan temuan perkara. Tadinya, Sandiaga disangkakan melakukan penggelapan tanah seluas 3.000 meter persegi milik Happy Soeryadjaya (istri pertama pengusaha Edward Soeryadjaja) yang dititipkan kepada Djoni Hidayat.

Sandiaga melakukan pemalsuan tanda tangan korban, dalam hal ini Djoni Hidayat. Sehingga, seakan-akan korban telah menerima uang pembayaran dengan dicantumkannya tanda tangan korban pada kwitansi tersebut. Padahal, korban tidak pernah menerima uang apapun atau menandatangani kwitansi pembayaran tersebut.

Karena penggelapan ini, keluarga Happy Soeryadjaja tidak mendapatkan hak atas penjualan tanah, yang seharusnya diserahkan oleh Djoni Hidayat.

Penelusuran perkara akhirnya berkembang, sehingga diketahui adanya dugaan penggelapan kepemilikan saham di dalam perusahaan Japirex yang membuat perkara ini mencuat.

Sandiaga diketahui melakukan pemalsuan tanda tangan atas penjualan saham milik John Nainggolan, selaku pemegang saham PT Japirex.

Adapun John Nainggolan melalui kuasa hukumnya Arnold Sinaga akhirnya melaporkan Sandiaga kepada Polisi, tertanggal 9 Mei 2017.

John Nainggolan merasa perkaranya ini sudah cukup lama tertunda. Ia merasa mendapatkan momentum untuk turut menuntut haknya.

Kepemilikan John Nainggolan sebanyak 1.000 lembar saham PT Japirex menjadi hilang, tanpa pernah ia merasa menjual. Anehnya, dalam bukti penjualan tersebut terdapat tanda tangan istri John Nainggolan, dimana istrinya tidak pernah turut membubuhkan tanda tangan.

Keanehan lainnya, rekan bisnis Sandiaga, yakni Andreas Tjahyadi memiliki sebesar 500 lembar saham.

Kepemilikan akhir di tangan Andreas dan Sandiaga berasal dari satu orang pemilik sebelumnya, yakni Iwan Muhidin sebanyak 1.200. Anehnya, di tangan Andreas, jumlah lembar saham menjadi 1.500 lembar. Sehingga total saham tercatat PT Japirex di tangan Andreas dan Sandiaga menjadi 2.500 lembar saham. Padahal, pada awal pendirian total saham sebanyak 2.000 lembar saham.

Satu per satu perkara ini menjadi cukup terang ketika pada 16 November 2017, rekan bisnis Sandiaga, yakni Andreas Tjahjadi ditahan oleh kepolisian.

Dalam keterangan juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Andreas mengakui telah menjual dan menggunakan uang hasil jual tanah tersebut.

Detail perkara ini semakin kelihatan, kini status penahanan Andreas diperpanjang selama 30 hari.

Laporan Arnold Sinaga menegaskan bahwa dalam berkas perusahaan PT Japirex, disebutkan hanya ada dua orang, yaitu Sandiaga dan Andreas sebagai pemilik perusahaan. Berkas perusahaan tersebut adalah akta perusahaan ketika PT Japirex yang dilikuidasi pada 2009. Dimana, ketua tim likuidasi adalah Andreas Tjahyadi.

Hal inilah yang memperkuat Fransiska kembali melaporkan Sandiaga dan Andreas ke kepolisian, tertanggal 8 Januari 2018. Jika pada pelaporan pertamanya, sertifikat yang dilaporkan adalah sertifikat tanah No.258 yang menerangkan kepemilikan atas nama Djoni Hidayat.

Pada laporan terbarunya ia menunjukkan sertifikat No.1020 yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex tanpa adanya AJB (Akta Jual Beli-RED) dan dijual ke orang ke tiga.

Pada tahun 2012, seluruh tanah Japirex seluas kira-kira 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya KM 3.5 Tanggerang Selatan dijual oleh Sandiaga dan Andreas. Masalah muncul ketika mereka berdua juga menjual tanah di belakang aset Japirex seluas 3.000 meter persegi yang dipegang oleh Djoni Hidayat.

Berdasarkan keterangan Djoni, bahwa tanah 3.000 meter tersebut merupakan tanah titipan dari almarhumah Happy Soeryadjaya. Kepada Djoni, waktu itu mereka mengatakan bahwa tanah 3.000 meter tersebut tidak akan memiliki nilai strategis karena tidak memiliki akses jalan. Akhirnya, dengan cara-cara yang kini diduga penggelapan tersebut, tanah tersebut terjual senilai Rp12 miliar yang hasilnya tidak pernah dinikmati keluarga Happy Soeryadjaja.

Hingga kini, Sandiaga memilih tutup mulut ketika ditanya awak media, bagaimana ia akan menyelesaikan perkara bisnis yang belum berlalu.

“Saya kalau soal hukum enggak mau berkomentar, sudah lelah saya dikait-kaitkan mulu,” kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/1) malam dilansir dari CNN Indonesia.

Japirex pada masanya adalah pemain ekspor rotan. Bisnis yang cukup menggiurkan. Bahkan di saat Japirex pailit, ekspor produk rotan justru tengah melangit. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan total nilai ekspor produk rotan sepanjang 2012 mengalami lonjakan hingga 71 persen (yoy) mencapai USD 202,67 juta atau sekitar Rp2,63 triliun. Tapi entah mengapa Japirex justru mengalami pailit, kecuali memang di internal manajemen perusahaan semrawut. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Benchmark BUMN Menapaki Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.