Aprindo Dorong Penyelesaian Penutupan Gerai Ritel Hardys di Bali

akurat logo
Siti Nurfaizah
Sabtu, 13 Januari 2018 12:57 WIB
Share
 
Aprindo Dorong Penyelesaian Penutupan Gerai Ritel Hardys di Bali
Ilustrasi : ritel. AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali mendorong penyelesaian nasib para pekerja Hardys menyusul penutupan lima gerai pusat perbelanjaan yang saat ini kepemilikannya telah diambil alih oleh PT Arta Sedana Retailindo.

"Ditutupnya Hardys menimbulkan masalah baru yakni dirumahkannya ratusan pekerja yang sebelumnya bekerja secara langsung maupun tidak langsung," kata Ketua Aprindo Bali Gusti Ketut Sumardyasa di Denpasar, Sabtu (13/1).

Menurut Gusti, tenaga kerja yang terdampak tidak hanya yang langsung bekerja namun juga penyewa, pemasok, termasuk usaha mikro yang menyewa tempat berjualan juga terkena dampak.

"Ini harus disikapi secara serius baik penanganan maupun antisipasi efek yang ditimbulkan," ucapnya seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dia mengatakan permasalahan yang dihadapi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Bali itu saat ini tergolong pelik dan dalam skala yang besar.

Secara khusus pihaknya meminta agar permasalahan ketenagakerjaan diselesaikan dengan baik termasuk kepastian akan hak-hak yang harus diterima oleh tenaga kerja.

Senada dengan Gusti, Sekretaris Aprindo Bali I Made Abdi Negara mendorong pemerintah mengoptimalkan penyelesaian ketenagakerjaan pegawai yang dirumahkan tersebut menyusul penutupan lima gerai Hardys secara beruntun.

Pihaknya mengaku siap untuk memfasilitasi dan dilibatkan oleh pemerintah selaku regulator untuk bersinergi menyikapi masalah pekerja tersebut.

Sebelumnya PT Hardys Retailindo dinyatakan pailit 9 November 2017 oleh Pengadilan Niaga Surabaya lantaran mengalami berbagai permasalahan yang menumbangkan bisnis ritel yang dibangun sejak tahun 1997 itu.

Abdi Negara menilai masalah internal manajemen yang menyebabkan kondisi Hardys seperti saat ini.

Meski kondisi perekonomian melambat, namun ia menyakini usaha ritel secara umum di Bali masih kondusif.

Penurunan daya beli masyarakat yang sempat terjadi di akhir tahun, lanjut dia, tidak serta merta dapat menimbulkan permasalahan skala besar apalagi sampai membuat penutupan gerai tersebut.

Sektor perdagangan "online" yang dituding sebagai salah satu penyebab penutupan lima gerai tersebut, menurut dia, bukan menjadi alasan karena secara nasional omzetnya tidak lebih dari 1,6 persen dari total omzet ritel nasional.

"Apalagi di Bali dengan segmentasi menengah ke bawah yang masih awam berbelanja 'online' pada barang-barang grosir," ucapnya.

Pengusaha restoran dalam pesawat di Keramas, Gianyar itu mengharapkan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan manajemen baru yang diambil alih oleh PT Arta Sedana Retailindo.[] 


Editor. Juaz

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Langkah Nadal Masih Mulus, Tsonga Lewati Laga Sengut

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Nadal tidak mendapat perlawanan dari petenis asal Argentina.


Tumbuh 6 Persen, Adira Finance Catat Pembiayaan Rp32,7 Triliun

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Hafid akui akan tetap fokus untuk menggenjot angka penyaluran pembiayaan kepada sektor motor bekas.


Anies Minta Seluruh Gedung di Jakarta Miliki Sertifikat Layak Fungsi

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Jika ada kecelakaan si sebuah gedung dan diketahui gedung tersebut tidak punya SLF akan didenda


Menelusuri Sejarah Pulau Penyengat di Tanjung Pinang

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Pulau ini juga menjadi salah satu cikal bakal Bahasa Indonesia.


Satkar Ulama Punya Cara Menangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Satkar Ulama akan mengerahkan ribuan guru ngaji di pondok pesantren di bawah binaannya untuk mensosialisasikan pasangan Khofifah-Emil.



Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.