BI Bali Selidiki Praktik Transaksi Bitcoin

akurat logo
Romys Binekasri
Sabtu, 13 Januari 2018 11:24 WIB
Share
 
BI Bali Selidiki Praktik Transaksi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. ISTIMEWA/thesun.co.uk

AKURAT.CO, Bank Indonesia menyebar tim khusus bersama kepolisian untuk menyelidiki praktik transaksi menggunakan mata uang virtual atau "bitcoin" ke sejumlah titik di Bali karena bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Tanah Air.

"Kami sedang melakukan pendataan di Bali khususnya di daerah wisata bekerja sama dengan kepolisian. Untuk transaksi selain Rupiah akan ditindak," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, seperti mengutip situs resmi Antara Sabtu (13/1).

Menurut Causa, sebagai daerah pariwisata dunia diprediksi menarik perhatian oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan praktik ilegal tersebut di Bali.

Pria yang akrab disapa CIK itu mengingatkan masyarakat di Bali untuk tidak memanfaatkan mata uang di dunia maya itu sebagai transaksi karena tidak ada kejelasan yang mengatur mekanisme pembayaran tersebut.

"Kami ingatkan kepada masyarakat berhati-hati dengan transaksi menggunakan bitcoin karena mata uang seperti itu tidak ada otoritas yang mengatur, tidak ada undang-undangnya dan tidak jelas," ucapnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulis mengatakan bank sentral melarang bitcoin karena tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Dalam aturan itu, mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan Rupiah.

Agusman lebih lanjut menjelaskan pemilikan mata uang virtual itu sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat dasar yang mendasari harga mata uang virtual itu serta nilai perdagangan sangat fluktuatif.

Akibatnya, lanjut dia, rentan terhadap risiko penggelembungan serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat.

"Oleh karena itu Bank Indonesia memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan 'virtual currency'," katanya.

Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran (prinsipal, penyelenggara 'switching', penyelenggara kliring, penyelenggara penyelesaian akhir, penerbit, 'acquirer', 'payment gateway', penyelenggara dompet elektronik, penyelenggara transfer dana) dan penyelenggara teknologi finansial di Indonesia baik bank dan lembaga selain bank untuk memproses transaksi pembayaran dengan "virtual currency" atau bitcoin.

Hal itu telah diatur dalam PBI 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.


Editor. Juaz

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

4 Pasang Kontestan Pilkada Kota Bogor Lolos Uji Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 11:45 WIB

Semua para calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.



Soal Video Mesum Mirip Marion Jola, Ini Komentar Maia Estianty

Rabu, 17 Januari 2018 11:44 WIB

Maia Estianty mengaku sudah mengetahui isu video mesum mirip kontestan Indonesian Idol bernama Marion Jola


Ronaldinho Ingin Akhiri Karier dengan Tur Keliling Dunia

Rabu, 17 Januari 2018 11:43 WIB

Ronaldo salah satu ikon sepakbola dunia


Kebijakannya Dikritik DPRD, Sandiaga Pilih Dengarkan Saran Menteri Rini

Rabu, 17 Januari 2018 11:42 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pagar itu dicabut karena terlihat tidak bagus.


Nekat Jambret di Tempat Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 11:41 WIB

Polisi sigap mendengar teriakan dua siswa yang akan dijambret.


Sandiaga Ngaku Bakal Tunaikan Semua Kontrak Politiknya

Rabu, 17 Januari 2018 11:32 WIB

Keberadaan becak adalah kontrak politik gubernur sebelumnya.


Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Mengaku Stres

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Amanda mengaku trauma untuk keluar rumah.


Selama Dini Hari Tadi, 19 Kali Guguran Warnai Gunung Sinabung

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Sementara itu, aktifitas kegempaan juga masih terus berlangsung. Tercatat gempa terjadi sebanyak 37 kali sepanjang subuh.


Tiga Hari Hilang, Saat Ditemukan Purnawiraman TNI Ini Luka di Kepala

Rabu, 17 Januari 2018 11:20 WIB

Ia ditemukan Polisi di kawasan Jalur Bus TransJakarta di Tanjung Priok.


Soal Perceraiannya, Ahok Hingga Kini Belum Dapat Panggilan dari PN Jakut

Rabu, 17 Januari 2018 11:11 WIB

Josefina tetap menunggu surat pemanggilan tersebut. Bahkan hal ini sudah dilaporkan ke kliennya pada Jumat (12/1) lalu.


Kaesang Pangarep Buktikan Kakaknya Mirip Personel Meteor Garden

Rabu, 17 Januari 2018 11:10 WIB

Kaesang Pangarep posting foto Gibran Rakabuming Raka yang buat warganet ngakak.


Anggaran FORMI Surabaya 2018 Capai Rp1,1 Miliar

Rabu, 17 Januari 2018 11:08 WIB

Anggaran FORMI yang dianggarkan dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai Rp1,1 miliar.


Dominasi Laga, Persija Justru Terima Kekecewaan dari Tim Malaysia

Rabu, 17 Januari 2018 11:04 WIB

Gol ke gawang Persija justru dicetak oleh sang mantan


Yeay... Bulan April, Bus Wisata akan Hadir di Kota Banjarbaru

Rabu, 17 Januari 2018 11:02 WIB

Peluncuran dua unit bus wisata itu direncanakan bertepatan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2018.